----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Stockholm, 29 Juni 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PAHITNYA BUAH KEDAULATAN RAKYAT.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.


Tanggapan untuk PK, PUI, PPP, PSII 1905, Partai Masyumi, PBB, PSII,
Partai Masyumi Baru, KAMI, PP, PNU, PKU, PAN dan PKB (Indonesia).

Tulisan hari ini yang saya angkat adalah menanggapi buah kedaulatan
(sovereignity) rakyat, yang ternyata setelah menanam pohon demokrasi
dengan diberi pupuk pemilihan umum pada tanggal 7 Juni 1999 dengan
tujuan untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di lembaga
ciptaaan sistem trias politika yang nantinya akan memilih kepala
pemerintahan, ternyata buahnya tidak seperti yang diharapkan, dimana
buah dari kedaulatan rakyat yang merupakan inti yang hakiki dari
demokrasi ternyata rasanya pahit.

Partai-partai politik yang berasas Islam yang dimotori oleh PK, PUI,
PPP, PSII 1905, Partai Masyumi, PBB, PSII, Partai Masyumi Baru, KAMI,
PP, PNU dan PKU juga partai-partai politik yang berasas pancasila dengan
berbasis mayoritas kaum muslimin yang dimotori oleh Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) ternyata setelah menanam
demokrasi barat dengan memberikan pupuk pemilu menghasilkan buah
demokrasi yang mempunyai hakekat kedaulatan rakyat yang rasanya pahit,
dimana hampir sebagian besar kaum muslimin tidak mau memakannya.

Mengapa buah kedaulatan rakyat ini terasa pahit? Karena hasil pemilihan
umum tanggal 7 Juni 1999 yang lalu melahirkan partai sekuler PDI-P-nya
Megawati Soekarnoputri dan partai sekuler Golkar-nya Akbar Tandjung dan
Habibie keluar sebagai pemenang dari hasil pengumpulan suara rakyat.
Inilah buah pahit yang keluar dari hasil pupuk pemilu dari pohon
demokrasi yang tidak diharapkan oleh partai-partai politik berasas Islam
dan berasas pancasila dengan basis kaum muslimin.

Tetapi memang nasi sudah menjadi bubur. Demokrasi barat yang berhakekat
kedaulatan rakyat harus ditegakkan di Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya
yang sekuler dan merupakan hasil perjanjian bersama dari hampir sebagian
besar rakyat Indonesia. Dua partai politik yang sekuler, PDI-P-nya
Megawati Soekarnoputri dan Golkar-nya Habibie, dimana kemungkinan besar
salah satunya akan menjadi calon penguasa baru di Daulah Pancasila
dengan UUD'45-nya yang sekuler.

Yang menjadi permasalahan sekarang adalah, keduanya, Megawati
Soekarnoputri dan Habibie adalah susah diterima oleh partai-partai
politik berasas Islam dan partai politik berasas pancasila (PAN dan PKB)
untuk diangkat sebagai penguasa baru di Daulah Pancasila. Alasan yang
paling utama penolakan Megawati Soekarnoputri sebagai calon penguasa
baru Daulah Pancasila adalah karena menghargai hukum Islam yang tidak
membolehkan wanita menjadi pemimpin negara. Sedangkan penolakan terhadap
Habibie adalah dikarenakan Habibie adalah salah satu motor penggerak
zaman Orba-nya Soeharto yang korup yang perlu diadili bersama-sama
Soeharto.

Nah sekarang, saya melihat dari sudut pandang konstitusi-nya daulah
Pancasila yaitu UUD 1945 yang telah disorot oleh Undang Undang Madinah
dengan kesimpulan bahwa UUD 1945 adalah UUD yang sekuler. Untuk jelasnya
silahkan baca tulisan "[990403] Pandangan Undang Undang Madinah terhadap
Bab XI pasal 29 UUD'45" dan tulisan "[990422] Justru karena UUD'45 aneh
dan tidak sakral itulah mengapa Undang Undang Madinah menjadi pilihan
ideal dalam Daulah Islam Rasulullah bagi kaum Muslim dan non Muslim di
seluruh wilayah Indonesia". Dimana tulisan-tulisan tersebut dapat dibaca
di http://www.dataphone.se/~ahmad/daftar.htm .

Dalam UUD 1945 tidak satu patah katapun yang tertuang dalam ayat-ayat
yang menyatakan bahwa Presiden Negara Republik Indonesia adalah harus
seorang laki-laki, muslim, bebas, dewasa, bijaksana dan adil seperti
yang terdapat dalam persyaratan untuk menjadi seorang calon Khalifah di
Khilafah Islam.

Nah, karena menurut Undang Undang Dasar 1945 Daulah Pancasila tidak
menyebutkan secara jelas tentang syarat-syarat calon (misalnya,
laki-laki, muslim, bebas, dewasa, bijaksana dan adil) untuk menjadi
Presiden Republik Indonesia, maka secara hukum yang ditunjang oleh
konstitusi (UUD 1945), siapapun tanpa memandang jenis kelamin dan agama
berhak menjadi calon atau dicalonkan untuk menjadi pemimpin Daulah
Pancasila.

Jadi, walaupun terasa pahit memakan buah dari hasil pohon kedaulatan
rakyat yang tumbuh di Daulah Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler,
maka seluruh rakyat Daulah Pancasila harus memakannya juga. Artinya,
hasil dari pemilihan umum untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan
duduk di lembaga legislatif (DPR dan MPR) dan yang nantinya akan memilih
Presiden telah dimenangkan oleh partai-partai sekuler PDI-P dan Golkar,
maka dari salah satu kedua partai sekuler itulah yang kemungkinan besar
akan muncul calon dan diangkat sebagai Presiden mendatang di Daulah
Pancasila dengan UUD'45-nya yang sekuler (apakah Megawati Soekarnoputri
atau BJ Habibie atau yang lain) setelah melalui proses pemilihan di
lembaga legislatif (MPR).

Kesimpulan akhir adalah, selama Islam yang menerapkan kedaulatan Allah
masih dicampur adukan dengan kedaulatan rakyat yang merupakan inti yang
asasi dalam demokrasi, maka selama itu usaha untuk menegakkan Islam
secara menyeluruh hanyalah merupakan fatamorgana.

Inilah sedikit tanggapan dari saya untuk PK, PUI, PPP, PSII 1905, Partai
Masyumi, PBB, PSII, Partai Masyumi Baru, KAMI, PP, PNU, PKU, PAN dan
PKB.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 29 Jun 1999 jam 17:16:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke