----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

        SITUASI & KONDISI INDONESIA BIKIN "MY HEART BLEEDING"

Saya tidak tahu apa terjemahannya yang tepat untuk "my heart is bleeding"
(hatiku tersayat sayat) melihat situasi dan kondisi di Indonesia yang
serba-ironis,
serba-abnormal, serba-menyedihkan bagi rakyat jelata yang jumlahnya mungkin
mencapai 120 juta seperti yang dicanangkan oleh para pakar ekonomi, statistik,
dll.

Setelah menyaksikan dengan mata kepala sendiri baru ibukota dan sekitarnya
saja lalu menghubungkannya dengan perkembangan politik dan cara berpikir dan
ulah para pemimpin baik yang di dalam maupun di luar pemerintahan - termasuk
media massa  yang sudah serbabebas itu - maka utek yang sudah butek men-
capai "saturation point" (titik jenuh).

Percuma saja saya pelajari teknik berpikir jenius a la Einstein karena
bagaimana-
pun juga tidak akan bisa dipraktekkan, dus mubadzir, sia sia belaka.

Para pemimpin masih saja berlomba lomba membajak dana pemerintah, baik
yang namanya JPS maupun dana dari anggaran tetap, dan segala macam dana
secara tidak perlu dan secara berkelebihan amat sangat sedangkan kemela-
ratan yang selama ini saya dengar dari statistik, saya saksikan dengan mata
kepala sendiri betapa anak anak berbondong bondong tanpa tujuan kecuali me-
ngemis ngemis, anak anak tanggung selalu berkerumun di tiap perapatan, per-
simpangan jalan untuk memungli para pengendara mobil, baik untuk memban-
tu lalulintas maupun untuk parli (parkir liar), perempuan menggendong bayi-
nya, begitu pula para penderiita cacad, terutama di daerah daerah minus, ke-
semuanya menjadi pemandandangan yang mengerikan, menyedihkan.

Mereka seolah olah tidak perduli akan penderitaan rakyat yang sudah terlalu
lama dan terlalu dahsyat itu dan masing masing merasa paling pinter untuk
mengatasi masalah dahsyat ini.

Sejak lama saya mencapai kesimpulan, siapa saja yang memerintah tidak
akan mampu mengatasi masalah Indonesia yang sudah terlalu dahsyat di
luar batas kemampuan manusia bisa.

SAtu satunya jalan keluar bagi Indonesia dewasa ini ialah munculnya
seorang pemimpin yang jenius dan karismatik sekaligus sehingga mampu
mempersatukan bangsa Indonesia untuk pembangunan kembali bangsa
dan negaranya dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama,

Jelaslah bahwa pemimpin yang jenius dan karismatik itu tidak ada dan
tidak akan ada dalam kurun waktu ini.

Jalan keluar lainnya ialah mempraktekkan apa yang selama ini sudah
menjadi semboyan kosong ompong: bermusyawarah dan bermufakat
untuk merombak UUD sedemikian rupa sehingga kita bisa membentuk
pemerintahan yang paling baik, paling representatif, paling tepat keahli-
annya dengan semboyan  "The right man in the right place".
Bertanggung jawab kepada parlemen yang diupgrade dengan pendidi-
kan istimewa. Polisi diupgrade dengan pendidikan istimewa, dan
last but not least: menempatkan TNI pada proporsi sewajarnya se-
bagai tentara nasional dibawah komando sipil sebagai Menteri Per-
tahanannya, tanpa dwifungsi dwifungsian lagi.

Last but not least tanpa KKN terkutuk!

Idealisme ini diketahui dan didambakan semua orang tapi tidak akan
terlaksana karena masih kuatnya golongan statuskuo yang ingin
mempertahankan situasi dan kondisi lama demi kepentingan golo-
ngannya yang telah mencengkeram dan memelaratkan Indonesia
selama 32 tahun belakangan ini.

"My heart is bleeding" karena saya sadar akan hal ini dan bersama
dengan ratusan juta bangsa Indonesia lainnya tidak akan berdaya
mengatasinya karena jegalan si jahat golongan vested interest
yang kita sebut statuskuo itu.

Siapapun juga yang berkuasa tidak akan mulus, pati mendapat tan-
tangan keras dan kekerasan dari massa pengikutnya. Mereka sudah
terlanjur dibina untuk turun ke jalan. Belum lagi mahasiswa yang su-
dah bertekad akan melakukan oposisi terhadap siapa saja yang ber-
kuasa.

Sia sia belakalah pemikiran jenius para pakar muda seperti a.l. Kwik
Kian Gie.

Dengan demikian tidak akan tercapai stabilisasi politik yang
merupakan "conditio sine qua non" bagi pembangunan kembali eko-
nomi itu, maka ekonomi akan terpuruk terus.

Mudah mudahan saya keliru dan para pemimpin kita sadar dan insyaf
- pada suatu ketika sebelum terlambat benar -
lalu musyawarah dan mufakat untuk menjalankan pemerintahan yang
jurdil, yang tepat mengenai sasaran sehingga keruntuhan nasional
bisa dihindarkan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 29 Jun 1999 jam 15:12:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke