---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Selasa, 29 Mei 1999 Pengungsi Krisis Pangan dan Air * Di Idi Rayeuk PPRM "Obral" Peluru Serambi-Banda Aceh Ribuan pengungsi di Aceh Barat, Pidie, Aceh Utara, dan Aceh Timur sampai Senin kemarin masih bertahan di beberapa tempat penampungan. Selain penyakit yang mendera, pengungsi juga kekurangan bahan pangan seperti di tempat penampungan Teunom. Sedangkan di Pidie, kaum lemah itu kesulitan air minum. Dari Idi Rayeuk, Aceh Timur dilaporkan warga setempat yang ketakutan setelah pasukan penindak rusuh massa (PPRM) masuk ke desa mereka, akhirnya mengungsi ke ibukota kecamatan. Apalagi ketika memasuki desa, pasukan PPRM itu suka melepaskan tembakan yang membuat rakyat kecil jantungan. Persediaan bahan makanan untuk ribuan pengungsi dari Kecamatan Teunom, Aceh Barat yang ditempatkan di ibukota kecamatan, hingga sore kemarin dilaporkan semakin krisis. Karenanya Camat Teunom Hasan S BA, Senin (28/6) menghadap Sekwilda Aceh Barat Nyak Ali Umar SH meminta bantuan segera mengirim bantuan pangan bagi pengungsi di wilayah itu yang diperkirakan hampir mencapai 6.000 jiwa. "Saya sudah memerintahkan Kadis Sosial untuk mengirimkan bantuan susulan ke lokasi pengungsian di Kecamatan Teunom," kata Nyak Ali Umar kepada Serambi. Berkaitan semakin ramainya gelombang pengungsi di Kecamatan Teunom, dua anggota LSM Kagempar Aceh Barat yang membuka posko di lokasi pengungsian menyampaikan laporan tertulis kepada Bupati Drs Nasruddin mengenai kondisi di lokasi. Berdasarkan hasil investigasi LSM koalisi aksi gerakan moral mahasiswa pelajar Aceh Barat (Kagempar), sampai dengan Minggu (27/6) sore jumlah pengungsi dari pelosok pedesaan mencapai 3.963 jiwa atau 901 KK. Jumlah ini akan terus bertambah karena sampai dengan Senin siang kemarin gelombang pengungsi dari Kemukiman Sarah Raya semakin banyak. Menurut laporan LSM Kagempar kepada Bupati Nasruddin, para pengungsi masih trauma dan ketakutan karena prajurit TNI yang masuk ke desanya bertindak kasar. Malah ada warga yang ditangkap tanpa jelas masalahnya. Di Desa Alue Jang, Minggu (27/6) siang, misalnya, seorang warga setempat, Saleh, bukan sekadar ditangkap, tapi malah disiksa di depan isterinya. Selanjutnya, lelaki itu dibawa prajurit dan sampai sore kemarin belum diketahui nasibnya. Menurut laporan Kagempar yang disampaikan kepada Bupati Nasruddin, para pengungsi tidak mau kembali ke desanya sebelum prajurit TNI ditarik. Dilaporkan para pengungsi dari Kecamatan Teunom, yang terus mengalir ke ibukota kecamatan Teunom hingga sore kemarin adalah berasal dari Kemukiman Pasi Teube dan Sarah Raya. Mereka ditempatkan di delapan lokasi penampungan sementara yang tersebar di sekitar ibukota Kecamatan Teunom. Krisis Air Minum Arus pengungsi dari Kecamatan Tangse, Pidie hingga kemarin terus bertambah. Terutama banyak warga yang berlindung ke Masjid Abu Beureueh Kecamatan Mutiara. Sedangkan pengungsi dari warga trans tetap bertahan di Kecamatan Geumpang. Saat ini, mereka mulai krisis air minum. Ratusan warga Bengga dan Blang Malo Tangse, kemarin berduyun-duyun memadati Masjid Abu Beureueh Beureunuen. Mereka terpaksa mengungsi dengan alasan karena dibangunnya pos militer di kawasan mereka. Hingga kemarin, jumlah pengungsi di Masjid Abu Beureueh telah mencapai 1.400 jiwa. "Semuanya dari Tangse," kata Camat Mutiara, Drs M Jailani kepada Serambi, kemarin. Kondisi pengungsi dari kecamatan dingin itu, memprihatinkan. Puluhan jiwa sudah dirawat di Puskesmas setempat. Bahkan kini mulai terkendala dengan krisis air bersih untuk minum dan minimnya WC. Panitia koordinator pengungsi, Cut Ali Abdullah, kepada Serambi, kemarin mengatakan hari pertama pengungsi kesulitan air bersih untuk minum dan mandi. Namun, setelah itu dapat teratasi dengan tersedianya satu unit mobil tanki milik PDAM. Sedangkan mengenai WC, menurut Cut Ali, kemarin sudah mulai dibersihkan sejumlah WC yang ada di komplek Diniyah, sementara sebagian pengungsi juga memanfaatkan WC terbuka. Sementara itu, pengungsi dari Desa Blang Malo dan Krueng Seukeuek Kecamatan Tangse, masih bertahan di Masjid Beungga. Kemungkinan dalam beberapa hari ini mereka akan kembali ke desanya, bila aparat tak lagi berposko di kawasan tersebut. Warga trans Geumpang yang mengungsi di berbagai tempat di ibukota kecamatan, mulai mengeluh, karena hingga kemarin belum ada pejabat Kanwil Transmigrasi Aceh yang menjenguk mereka. "Mereka sangat mendambakan kehadiran petinggi dari Kanwil," kata Camat Geumpang Drs Zulfikar Yacob. Takut PPRM Dari Idi dilaporkan, ratusan jiwa warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Minggu (27/6) terpaksa mengungsi ke Masjid Tuha, Kampung Aceh, Idi. Warga takut tinggal di desa setelah pasukan PRM masuk ke kampung mereka. Menurut warga, ketakutan kian menjadi-jadi, karena pasukan PRM itu terkesan royal mengobral peluru. "Meski tidak kena, namun kami sangat takut," kata Iskandar, seorang pengungsi. Kepala Desa Panton Rayeuk T, Abdullah Yunus, menjawab Serambi, menyebutkan kehadiran PPRM di desanya, membuat warga trauma dan takut. Apalagi pasukan itu, ketika datang pukul 17.00 WIB, Selasa (22/6) memberondong ke segala arah tanpa sasaran. "Terkesan, sebagai isyarat bagi warga kami untuk keluar rumah dan berkumpul," tuturnya. Selain menembak, para anggota TNI tersebut juga menunjang pintu rumah, bahkan memukul sejumlah warga. Antara lain, seperti yang dialami Muhammad (43). Ia mengaku dipukul oleh salah seorang tentara, sehingga mengeluarkan darah di bagian kepalanya. Lain lagi pengakuan Puteh Ahmadi (40), yang terpaksa lari ke hutan dan tidur selama dua malam di hutan, akibat diintimidasi oleh TNI. Ia dikasari, karena tetap bertahan di desanya sendiri, dan karena tidak tahan, akhirnya harus mengungsi bersama warga sedesanya. Ketua Forsima Aceh Timur, Saiful Bahri, kepada Serambi di tempat pengungsian, Senin (28/6), mengaku dari investigasi pihaknya, rakyat kecil itu terpaksa menggungsi, karena ada indikasi ditakut-takuti TNI. "Saya semakin heran, apa sih maunya pihak TNI. Kok tega-teganya menakut-nakuti rakyat yang memang sedang trauma," paparnya sambil menambahkan ada juga pengungsi yang ditakuti orang tak dikenal. Mahasiswa bersama LSM, PII, dan masyarakat Kampung Aceh telah membuat dapur umum dan posko kesehatan di masjid tersebut. Namun, bantuan dari pihak Pemda untuk para pengungsi di Idi Rayeuk, belum ada. Menanggapi hal tersebut, Saiful Bahri menyebutkan, ia sudah melapor ke Pemda Aceh Timur. "Tapi, belum ada realisasinya. Kebetulan bupati tidak berada di tempat," tutur aktivis mahasiswa Aceh Timur itu. (tim) ----- AGAM Razia Jilbab, Wadam Digunduli * Restoran Artomoro Dibakar Serambi-Takengon Wanita dan pria yang mengaku aktivis Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM), dalam dua hari terakhir melancarkan razia terhadap wanita yang tidak mengenakan pakaian muslimah (jilbab) di Aceh Tengah. Selain itu, mereka juga memberantas para wadam atau pria yang berperangai serta berpenampilan wanita. Dalam razia itu, seorang wadam bernama Fery digunduli oleh kelompok yang mengaku sebagai aktivis AGAM pada Minggu (27/6). Fery adalah pemilik salon di pasar Simpang Balik, Aceh Tengah. Selama ini, insan berkodrat pria ini memperlihatkan pakaian, penampilan, dan tingkah lakunya sebagai wanita. Saat dirazia, rambut Fery yang panjang tertata apik itu dibotaki oleh orang-orang yang menyebut dirinya sebagai aktivis AGAM. "Kalau pria ya harus tampil sebagai pria, tapi kalau wanita harus berjilbab," begitu kata seseorang yang ikut dalam razia itu. Menyusul peristiwa yang menimpa Fery, dikabarkan sejumlah waria atau wadam di Aceh Tengah, terutama yang bekerja di salon atau wisma pangkas, mendadak mengubah penampilannya. "Sebelumnya tampil dengan dadanan dan gaya wanita, kini sudah berubah. Tidak lagi pakai bedak serta lipstik. Dan sudah mengenakan pakaian laki-laki," kata seorang warga di Kota Takengon yang mengamati perubahan seorang wadam pekerja salon di Tanah Gayo itu. Selain itu, menurut pantauan Serambi, para wanita di Aceh Tengah, baik ibu rumah tangga maupun anak gadis, dalam dua hari terakhir tampak menyerbu toko-toko yang menjual busana muslimah. Terutama untuk membeli jilbab. Razia terhadap wanita yang tidak berjilbab, sebelumnya telah diakui pihak AGAM di Aceh Utara sebagai program yang memang mereka jalankan. Antara lain yang sudah pernah dirazia adalah wanita- wanita di sejumlah kawasan Aceh Utara. Kaum wanita di Aceh Utara sebelumnya juga melancarkan razia terhadap kaum lelaki yang tidak shalat Jumat. Restoran dibakar Masih dari Aceh Tengah dilaporkan, restoran Artomoro Simpang Balik Kecamatan Bukit, pada Minggu (27/6) malam hangus menjadi debu setelah orang tak dikenal membakarnya. Tapi, sejumlah wanita yang bekerja di sana berhasil menyelamatkan diri. Warga sekitar restoran hanya mampu menyaksikan kobaran api. Mereka tidak berani mendatangi lokasi untuk memberi bantuan. Sehingga hanya tempo satu jam, bangunan terbuat dari kayu dan bambu itu rata dengan tanah. Menurut beberapa karyawan, sekitar pukul 20.00 WIB mereka sedang bersiap-siap mengemasi peralatan untuk menutup restoran. Tiba-tiba beberapa orang tak dikenal terlihat masuk. Sesaat kemudian api tampak menyala di bagian depan. Para wanita pekerja itu kucar-kacir menyelamatkan diri. Api cepat menjilati dinding dan atap restoran, sehingga tidak satu pun barang di dalamnya dapat diselamatkan, termasuk pakaian para pekerja. "Selop saja tidak sempat kami pakai," kata Mimi. Masbar (pemilik restoran) menurut karyawannya sedang berada di Medan (Sumut). Razia Menyusul berbagai peristiwa di dataran Tinggi Gayo itu, aparat kepolisian dibeking satuan TNI bersenjata lengkap, Senin (28/6) melancarkan razia kendaraan bermotor (ranmor) di jalan raya depan Mapolres. Pemantauan Serambi, dalam razia ranmor tersebut diperkirakan lebih 50-an unit kendaraan terjaring karena saat itu tidak memiliki identitas lengkap. Sampai kemarin, kendaraan tersebut masih diamankan di Mapolres Aceh Tengah. Menurut seorang perwira polisi, razia ranmor itu selain menertibkan disiplin lalu lintas, juga menghindari terjadinya aksi-aksi kejahatan yang selama ini dilakukan menggunakan kendaraan bermotor. "Termasuk menjaring ranmor hasil curian," katanya.(tim) ---- Dua Guru Tewas Digorok * Warga Kluet Ditembak Serambi-Sigli Warga Desa Lam Ujong Kecamatan Sakti, Pidie, Senin (28/6) pagi dikejutkan dengan penemuan dua mayat lelaki. Terlebih, diketahui kedua mayat tersebut adalah warga setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai guru. Diduga, korban dihabisi sekelompok orang tak dikenal yang menjemputnya di rumahnya selepas shalat Insya, Minggu malam. Kedua korban adalah Ubit Pakeh (50) yang berjabatan sebagai Kepala SD 3 Kota Bakti Kecamatan Sakti, serta Tgk Hasballah (52) guru agama pada SD Desa Lam Ujong. Hasballah juga mantan kepala desa (Kades) setempat. Ketika ditemukan, tangan korban terikat tali dan satunya diborgol. Leher keduanya nyaris putus. Luka lainnya tidak ditemukan di tubuh korban. Kapolres Pidie Letkol Pol Sirwandi Laut Tawar kepada Serambi mengatakan, "Saya sudah menerima dan membaca laporan dari Mapolsek Sakti, tentang pembunuhan tersebut." Sirwandi menyebutkan, korban sebelum dibunuh dijemput sekelompok orang tak dikenal di kediamannya, Minggu (27/6) malam atau sekitar pukul 20.30 WIB. Para pelaku, tambahnya, menghabisi korban dengan senjata tajam. Itu terbukti leher korban nyaris putus digorok. Masih menurut Kapolres, ketika ditemukan tangan korban terikat tali dan satu lagi diborgol. Polisi sedang mencari pelaku pembunuhan tersebut dengan mengerahkan satuan Gegana (Pasukan Khusus Polri). "Tapi, kami bisa sulit menyibak kasus pembunuhan itu, karena masyarakat takut memberikan informasi," sebut Sirwandi. Menurut sejumlah warga Desa Lam Ujong kepada Serambi kemarin, mereka mengetahui terjadinya pembunuhan itu setelah menemukan dua mayat tersebut, Senin (28/6) pagi. Selain itu, informasi dari keluarga korban menyebutkan, korban sebelum dibunuh dijemput sekelompok orang tak dikenal selepas shalat Insya, Minggu malam di rumahnya. Mayat Ubit Pakeh ditemukan sekitar 300 meter dari rumahnya. Kedua tangan korban dalam posisi terikat ke belakang. Sedangkan mayat Tgk Hasballah ditemukan di pinggiran Desa Lam Ujong. Tangannya masih terborgol. "Jenazah kedua korban, siang kemarin sudah dikebumikan," kata seorang warga. Diberondong Dari Tapaktuan dilaporkan, Wahidin (42) warga Desa Durian Kawan Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, lolos dari maut, meskipun lengan sebelah kirinya tertembus peluru yang diberondongkan orang-orang tak dikenal. Kapolres Aceh Selatan Letkol Pol Drs Gatot Subroto dan Dandim 0107 Letkol Inf H Azmy TS yang ditanyai Serambi, secara terpisah, kemarin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Sabtu (26/6) sore sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Gunung Kapur, Kecamatan Trumon, sekitar 100 Km dari Tapaktuan menuju Medan. Kala itu Wahidin dalam perjalanan pulang dari Desa Ladang Rimba Trumon mengendarai sepeda motor jenis treil nomor polisi BK 6108 FA. Setiba di tanjakan pertama Gunung Kapur (Desa Gunung Kapur) dari arah Trumon, korban diberondong dengan senjata api oleh orang-orang tidak dikenal. Berondongan itu muncul dari sebelah kiri jalan. satu peluru di antaranya merobek lengan kiri korban. Meski dalam keadaan terkejut dan ketakutan, korban masih bisa memacu kendaraannya menuju Bakongan. Berdasarkan laporan Polsek Trumon ke Polres Aceh Selatan, korban mengaku melihat pelaku penembakan berjumlah dua orang berpakaian preman. Tersangka pelaku sekilas dilihat berdiri dalam semak belukar. Keduanya mengenakan celana jins biru dengan kaos hijau dan coklat. Pelaku juga memakai ransel yang kemudian melarikan diri ke arah jalan menuju Desa Panton Bili. "Kita belum mengetahui apakah pelaku penembakan dikenali korban. Kami sudah minta keterangan lengkap dari Polsek Trumon. Sadangkan korban masih dirawat di sana," kata Kapolres. (tim) Kapolda, Waka, dan 4 Kapolres Diganti * Iskandar Hasan ke Riau Serambi-Banda Aceh Kapolda Aceh Kolonel Pol Drs Djuharnus Wiradinata, Wakapolda Kolonel Pol Drs Afit Endang Rustandi, serta empat Kapolres di Aceh dalam waktu dekat diganti dengan pejabat-pejabat baru. Menurut keputusan kapolri tertanggal 24 Juni 1999, Kapolda Aceh nantinya akan diduduki Kolonel Pol Drs Bachrumsyah Kasman. Putra kelahiran Banda Aceh ini sampai kemarin masih menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Tengah. Sedangkan Kolonel Pol Drs Djuharnus Wiradinata akan menduduki posisi baru sebagai Kapolda Sulawesi Utara. Kolonel Pol Drs Sumantyawan Hadidojo Soedardjo yang kini masih menjabat sebagai Kapolwil Tabes Bandung nantinya akan menduduki Jabatan sebagai Wakapolda Aceh. Sedangkan Kolonel Pol Drs Afit Endang Rustandi yang selama ini menduduki jabatan Wakapolda Aceh akan mendapat jabatan sebagai Irda Samapta Itops Itjen Polri di Jakarta. Empat Kapolres yang diganti meliputi Kapolres Aceh Timur Letkol Pol Drs R Suminar dimutasikan sebagai Sesdit Pers Polda Sumatera Utara. Penggantinya ditetapkan Letkol Pol Drs Abdullah Hayati yang kini masih menjabat sebagai sebagai Dansat Brimob Polda Kalimantan Tengah. Kapolres Aceh Utara Letkol Pol Drs Iskandar Hasan dipromosikan sebagai Kadit Serse Polda Riau. Penggantinya ditetapkan Letkol Pol Drs Syafei Aksal yang sekarang masih menjabat sebagai Kapolres Bangka, Polda Sumsel. Kapolres Pidie Letkol Pol Drs Sirwandi Laut Tawar dimutasikan sebagai Sesdit Samapta Polda Sumatera Utara. Penggantinya ditetapkan Letkol Pol Drs Endang Emiqail Bagus yang kini masih menjabat sebagai Kesjas Kores Brimob Polri. Kapolres Aceh Barat Letkol Pol Drs John Bachriel Hatiza dimutasikan ke jabatan baru sebagai Kadik Serse Pusdik Resintel Lemdiklat Polri. Penggantinya ditetapkan Letkol Pol Drs Her Aris Sumarman yang kini masih menjabat sebagai Komandan Satuan Brimob Polda Irian Jaya. Keterangan yang dihimpun Serambi menyebutkan, untuk serahterima jabatan Kapolda Aceh, dijadwalkan berlangsung 5 Juli l999. (kan) ---- Realese By Serambi Indonesia --- By Divisi Kampanye Koalisi N.G.O-HAM Aceh ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Jun 1999 jam 04:57:24 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
