----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

=======================================================
SAPU BERSIH STATUS QUO: HABIBIE, GOLKAR dan DWIFUNGSI TNI
=======================================================
Browse ANTI KKN ONLINE:  http://members.tripod.com/kkn_ghalib

Mega Dapat Dukungan Kaum Perempuan

Senin, 28 Juni 1999
Jakarta (Bali Post) -

Kalau para ulama belum secara transparan mendukung Megawati menjadi
Presiden, tidak demikian halnya dengan kaum perempuan. Aktivis perempuan
Ratna Sarumpaet secara terbuka mendukung Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu
sebagai capres.

''Kalau Habibie ingin mempertahankan status quo, lebih baik memilih Mega
yang banyak dipilih rakyat,'' katanya Jumat (25/6), sembari menambahkan,
kaum perempuan menolak argumentasi apa pun yang mempersoalkan jenis kelamin
dalam pemilihan capres.

Ditambahkan, Mega sebetulnya belum mempunyai program untuk kaum perempuan.
Tetapi, Ratna mengingatkan masyarakat, dengan segala keterbatasannya, Mega
tetap merupakan tokoh reformis. ''Karena itu, saya lebih baik memilih Mega
daripada Golkar yang mencalonkan Habibie,'' ucapnya tegas.

Sementara itu dalam pernyataan sikapnya, Ketua Komnas HAM Perempuan
Saparinah Sadli menyebutkan, mereka yang menyatakan perempuan tidak bisa
menjadi presiden Indonesia telah bersikap inkonstitusional. Pasalnya,
persamaan hak dan kewajiban antara perempuan dan laki-laki sebagai warga
negara di hadapan hukum dan pemerintahan dilindungi Undang-Undang Dasar
1945.

Selain itu, Saparinah menilai mereka yang menggunakan alasan penafsiran
ajaran agama untuk mendukung pernyataan yang mendiskreditkan hak politik
perempuan untuk menjadi presiden berarti mendiskreditkan agama tersebut.
''Sebab, ajaran agama khususnya Islam, menjunjung tinggi harkat manusia dan
tidak membedakan hak politik antara perempuan dan laki-laki. Apalagi, dalam
Alquran tidak dijelaskan secara eksplisit bahwa perempuan tidak boleh
menjadi pemimpin,'' paparnya.(W-2000)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Jun 1999 jam 04:54:54 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke