----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Subj:   Thanks For The Email
Date:   99-07-02 19:15:57 EDT
From:   Proletar
To:     [EMAIL PROTECTED]

Ada beberapa teman netter yang bertanya, berapa banyak
email yang saya dapat satu hari. Well itu sangat bervariasi,
Tapi rata rata sekitar 10 lah, dan yang terbanyak 35 email,
dan isinya jelas bermacam macam, dari yang mengajak kenalan
atau sekedar memberikan komentar, dari memberikan pujian
atau justru memaki saya habis habisan.

Walaupun saya menikmati semua surat ,bahkan mengkoleksi
surat surat dengan style yang menarik, gaya bahasa yang unik,
terus terang saya kewalahan untuk bisa membalas surat satu persatu.
Ini jelas bukan karena saya sok sibuk dan belagu, tapi lantaran memang
saya cuma waktu sedikit untuk buka internet. Alasan mengapa tulisan saya
selalu amburadul , banyak salah ketik dan tata bahasa yang ngaco juga
lantaran bini selalu menunggu dan bertampang ngambek kalau saya
terlalu banyak menyentuh komputer, selain gramatika Bahasa Indonesia
saya memang tidak pernah bagus sejak SMP dulu.

Di bawah ini saya akan menjawab surat surat yang berdatangan sekaligus,
Ini juga bukan lantaran saya mulai merasa tenar, cuma sekedar memberikan
info bagi teman netter yang kebelet ingin tahu apa saja isi email yang datang
kepada Proletar. Sekaligus lebih efesien bagi saya untuk membalas tanpa
membalas satu persatu. Dan untuk mengikuti etika di Internet, saya sengaja
merubah nama asli atau alamat email pengirim tersebut sedikit agar kehidupan
personal mereka terjaga, dan saya tidak perlu di maki maki lantaran forward
surat surat mereka di sini.

Subj:    Salam perkenalan
Date:   99-07-01 05:33:26 EDT
From:   [EMAIL PROTECTED] (Togy Batubara)
Reply-to:       [EMAIL PROTECTED]
To:     [EMAIL PROTECTED]

Bung Hasan,

Salam kenal, nama saya Togar Batubara (39), bertempat tinggal di Medan.
Saya termasuk penggemar tulisan Anda (serial Proletar) dan saya sediakan
Mailbox khusus untuk 'Proletar'.

Hari ini saya membaca puisi Anda 'Mengusik Kecambah'.
Sungguh indah dan merasuk di hati.
Terima kasih untuk tulisan-tulisan Anda, karena dapat menambah keimanan dan
rasa kasih saya terhadap sesama manusia.

OK, Bung Hasan,
Selamat berkarya. Good luck.
Salam hangat dari keluarga saya di medan buat Anda dan Vicky.

God bless us,
Togy Batubar

JAWAB: Thanks untuk emailnya bung Togy, Kebetulan walaupun saya
orang Padang, Ibu saya lahir di Medan, dan hampir semua om saya
tinggal di sana.  Jadi mendapat email dari Medan selalu mengingatkan
saya pada keluarga Ibu saya. Tahun depan barangkali saya akan pulang
ke tanah air, dan pasti mengunjungi Medan. Mau ketemu ngga? HB

Subj:    berkata bijak
Date:   99-07-01 05:12:32 EDT
From:   [EMAIL PROTECTED]
To:     [EMAIL PROTECTED]
CC:     [EMAIL PROTECTED]

Bung Hasan Basri,saya selalu mengikuti setiap tulisan anda namun ada
beberapa tulisan anda,selalu mendiskreditkan Tuhan dan Rasul-Nya,itu adalah
sepenuhnya hak anda untuk berusaha mencari dan menemukan kebenaran keadilan
dan kesempurnaan Tuhan.Saya hanya ingin mengingatkan bahwa tidak semua
pembaca tulisan anda di milis ini setuju dan sepaham dengan anda mengenai
urusan Ke-Tuhanan,alangkah baiknya anda menulis dan mengomentari masalah
sosial,budaya dan ekonomi dan lainnya terserah apapun yang akan anda
katakan.Tapi kalau anda dalam usaha mencari kebenaran Tuhan dengan
menghujat,membandingkan dengan keadaan lingkungan anda,mencerca
Rasul-Nya,alangkah piciknya pikiran anda,dari tulisan anda saya melihat anda
berusaha membuat orang lain berfikir agar sama seperti pikiran anda dalam
mencari Tuhan,saya sebagi orang yang mempercayai adanya Tuhan,mungkin orang
lain yang sampai saat ini percaya akan kebesaran-Nya,menghimbau agar tulisan
anda yang dibaca oleh setiap orang,membahas hal lain yang lebih berguna
,kalau sampai saat ini anda belum menemukan-Nya ,jangan anda lalu
menghujat,mencerca,memaki,mengomentari hal-hal yang jelek hanya untuk proses
pencarian Tuhan anda,dan bagi kepuasan anda sendiri atau orang-orang
segolongan anda.
Saya akui tulisan lain anda cukup menarik,tetapi untuk menghujat,memaki dan
mencerca Tuhan,amat sangat mengecewakan,membuat sakit hati orang yang
percaya akan kebesaran Tuhan,silahkan anda teruskan hobi anda
menulis,mengomentari,memandang,menganalisa dan lainnya,itu akan jauh lebih
menarik dan lebih meningkatkan bobot tulisan anda.
Semoga anda menyadarinya.terima kasih

budiB/bandung.

JAWAB: Kalau saya mengikuti usulan anda,  berarti saya malah menjadi orang
yang berpura pura. Saya tidak pernah berniat mengajak orang untuk menjadi
atheis dan menghujat Tuhan mengikuti jejak saya, kalau saya memang termasuk
orang laknat, biarlah saya menjadi laknat sendirian, tapi untuk menulis, saya
tidak bisa dikekang macam orang tahanan. Karena ini bisa mematikan daya
kreativitas manusia. Bung Budi, saya tidak berminat menjadi Emha, tulisan yang
ber Allah Allah itu gampang. Meng Agung Agungkan sang khalik itu juga mudah.
Menkerdili diri sendiri macam Emha ditengah umat miskin ( setelah itu pulang
naik Mercedez Benz ) itu apalagi. Tapi untuk menjadi jujur dalam
berekpresi...?
Apa pernah anda temui penulis macam ini? Kalau saya menulis vulgar, kasar
itu barangkali karena saya memang bukan seorang penulis. Saya cuma seorang
pemikir yang sedang sesat anggap saja. Oke? HB


Subj:    Hello!
Date:   99-06-29 20:38:55 EDT
From:   [EMAIL PROTECTED] (Fumiko DIto)
To:     [EMAIL PROTECTED] (Hasan Basri)

Dear Mr Hasan Basri

I am a musician from Indonesia.
I would like to say thank you that you always inspire
me by your articles on INDONEWS.
And also I would like to apologize that
I made a song using  some words in your articles.
I hope someday somewhere you will listen that song..

                       with love and great respect , OYA

JAWAB: God Great ! You make me so very happy my friend.HB

Subj:    Indonesia News
Date:   99-06-28 00:03:02 EDT
From:   [EMAIL PROTECTED] (Biakto widjaja)
To:     [EMAIL PROTECTED]


Dear Hasan,
Saya sangat merindukan semua tulisan anda mengenai Amerika, Betawi
atau orang batak, atau the way you curse org Islam Indonesia yang
dungu; sedangkan Indonesia news sekarang ngak ada lagi, tolong advise
to which e mail that I have to refer with.

Thanks n rgds

Boy

JAWAB: Masuk milis Indopub di :http://www.indopubs.com/archives/

Subj:    [mimbarbebas] Re: Mengusik Kecambah (119)
Date:   99-07-01 22:10:52 EDT
From:   [EMAIL PROTECTED]
To:     [EMAIL PROTECTED]


Basri-san,

Kombang-wa,

Dari ucapanmu,...
Ternyata kau adalah reinkarnasi Gus Dur.
Kalau Gus Dur, berusaha meraba raba mencari terang dalam kegelapan
Tapi engkau Basri-san, semakin buta sejak lahir
Mata fisikmu telah melihat dan menyaksikan segala kebesaran Tuhan.....
Tapi mata hatimu semakin tertutup..
Patah demi patah, kata yang kau ucapkan
Tak lebih merupakan refleksi ketidak-tahuanmu semata,
Semua itu,
Akibat hatimu telah kotor dan tercemar GALIB-3
Sampai kapanpun kau susah akan sembuh...
Apalagi insyaf...

Kau tampaknya akan berakhir seperti Firaun...
Setelah air mencapai lehermu....
Baru..kau akan berkata,
Ya Allah....aku mengakui kebesaranmu...
Sesungguhnya apabila aku diberi kesempatan...
Aku akan berjanji menebus segala dosa-dosaku...
Sayang taubatnya Firaun tidak diterima oleh Allah...
Karena taubatnya,taubat orang kejepit...
Firaun telah diberi beberapa kali kesempatan....
Tapi kelonggaran yang diberikan Allah,selalu dijawab dengan kesombongan....

Sama dengan Basri-san..
Kesombongan dan kebanggaan akan otaknya, yang volumenya agak sedikit lebih
besar dari otak udang galah...hehehehe..
Mencoba menafsir kebesaran Allah dengan  125 milyar galaksi-Nya,
Sama halnya seperti mencurah segelas air kelaut..
Hilang tak berbekas...

Aku sangat tahu keterbatasanku...
Aku sangat sadar akan kelemahanku...
Aku sangat hapal akan kebiasaan burukku...
Aku sangat ingat akan kekikiranku...
Aku sangat sedih dengan semakin bertumpuknya dosa-dosaku..
Tentu tidak akan mampu menafikan semua kekuasaan Illahi....
Aku hanya tahu, Allah Maha Besar,Maha Mulia,Maha Tinggi....
Hanya manusia saja yang selalu lupa ...
dan sombong terhadap keberadaan dirinya...


Arigato gozaimasu...Basri-san

JAWAB:  Que Sera Sera amigo. Kayate serote, Tu puta Madre.!


Subj:    Menjadi Dewasa
Date:   99-07-01 04:00:02 EDT
From:   [EMAIL PROTECTED] (B.Ben Zaton)
To:     [EMAIL PROTECTED] (PROLETAR)

Dear Friend HB

Bagi saya, menjadi dewasa, (saya lebih suka menggunakan term 'dewasa'
daripada 'tua') adalah menjadi lebih SEIMBANG.
Seimbang dalam menanggapi pendapat orang lain, seek first to understand then
to be understood
Seimbang dalam menilai substansi kata-kata bukan sekedar kata-kata yang
terbaca di layar monitor
Seimbang berarti menjadi lebih arif dan bijaksana, clear as a crystal.
Seimbang berarti menjadi orang tua dalam pengertian 'Parent' bukan 'old man'
Seimbang berarti tidak emosional dan tidak eksplosif
Seimbang berarti tidak mudah di provokasi
Seimbang berarti harmoni (bukan Harmoni yang di deket Roxy itu lo)

Sayang saya tidak tau alamat bapak A.Aidit. Bapak kita itu amat sangat picik
dalam menanggapi surat anda mengenai Orang Tua.
Beliau yang terhormat tersebut menjadi amat marah dan tidak bisa menerima
bahwa ironi dan bitterness adalah bagian dari realita.
Bagi beliau harmoni adalah hamparan sawah hijau membentang di muka gunung
menjulang perkasa dilatarbelakangi kicau birung merdu merindu dan angin
bertiup sepoi-sepoi ditambah suara suling bambu lamat-lamat si anak gembala,
pokoknya gemah ripah loh jinawi, persis kayak lukisan di belakang becak.
Bagi saya, badai, petir menggelegar dan angin ribut adalah bagian dari
harmoni. Galunggung dan Merapi meletus adalah bagian dari harmoni. Huru-hara
bulan mei tahun lalu adalah bagian dari harmoni juga.
Harmoni adalah keadaan seimbang dan  Seimbang adalah hukum alam.
Saya semakin menjadi sadar, hukum keseimbangan ini selalu berlaku di dunia
ini. Bila ada orang yang bertambah kaya, itu berarti ada pula orang yang
menjadi bertambah miskin. Kalo ada yang tambah 'pinter' berarti ada yang
tambah 'bodo' ,dst.
Dan selamat buat anda, my friend HB, anda mendapat gelar yang belum ada di
dunia ini, gelar Propesor (setau gua yang ada sih Profesor, kalo propesor
itu barangkali udah S4 atau S5).
Buat Bapak A.Aidit, kesopanan adalah decency, kepatutan. Menjadi kasar
bukanlah bentuk ketidaksopanan. Kadang kita patut menjadi kasar. Kasar
adalah juga bagian dari harmoni. Ada saat berbisik mesra, ada saat berteriak
lantang. Ada allegro, ada pianissimo (bener nggak nih spelling gua).
Tolong pak, jangan rusak harmoni ini.

Salam,

Your humble admirer (Ben Zaton)

JAWAB: Sebenarnya tidak ada perbedaan telak antara subtansi
tulisan saya dengan anda bung Ben. Mengenai si Aidit ini saya juga
heran kenapa dia tiba tiba memaki saya duluan, padahal selama ini
jika saya memaki paling objeknya cuma orang orang di pemerintahan
tidak pernah tertuju pada para netter. Sedang Tuhan dan Nabi, itukan
adalah Tuhan saya juga? berhak saja dong kalau saya gedek, sakit hati
enek dan ngambek? Kritik saya pada penulis di milis ini paling juga cuma
dalam rangka mengajak mereka untuk lebih kreative ( jangan menulis
dengan yang tema yg sama berulang ulang ) makanya saya bilang
kebanyakan penulis di sini adalah Wayang Orang. Lucunya sentilan
yang saya berikan untuk orang lain seperti Perwira Alengka,( serdadu yang
tiba tiba menjadi puitis ) Sri Wedari ( Clown Orde Baru ) dan para tukang
jilat sepatu Habibie seperti si Fanzul , malah mendapatkan dukungan dari
beberapa teman netter diluar milis, bahkan si Caraka Gendeng saja yang
namanya sangat wayang itu saja nggak tersinggung. Eh ini si kwaci opss
si mister kismis di Paris malah ngamuk ngamuk  seperti orang salah sunat..

Inikan menandakan bahwa tokoh PKI ini, cuma menang umur..
tapi kalah wawasan di bandingkan netter muda lainnya...HB


Subj:    Halo lagi..
Date:   99-06-20 00:55:38 EDT
From:   [EMAIL PROTECTED] (Anak Juangan)
To:     [EMAIL PROTECTED]

Halo lagi Pak Hasan Basri,

Saya masih menunggu email balasan anda. Tapi, sekiranya tidak berkenan untuk
mengirimkan cerita2 yg saya lewatkan. Boleh nggak saya tahu dimana kira2
archive atau home page yg biasa anda postkan? Selain
www.indopubs.com/archive? Jadi, biar saya bisa cari sendiri.

Terima kasih,
Doe

JAWAB: Sebetulnya sangat terlambat saya balas ini surat, maaf.
Tapi ada teman netter  yang bikin HP buat tulisan saya.
Thanks berat untuk Bung Badjasur di Amsterdam yang mengkliping
kolom Proletar, dan Very much Thanks untuk bung Ganisha di Kalimantan
yang mau bersusah susah payah membuat HP di alamat :
http://members.tripod.com/proletar. I Love you guys.

Subj:    apakabar?
Date:   99-07-02 05:59:13 EDT
From:   [EMAIL PROTECTED] (Toto Lebak)
To:     [EMAIL PROTECTED] ('[EMAIL PROTECTED]')

Hello Bang Has, apa kabarnya nich?
        Saya harap semoga bang HB baik baik aja dengan mbak Vicky, tetap
rajin nulis dan tidak lupa sama Anton dan teman teman di hutan pedalaman di
Kalimantan sini.
        Saya yakin saat ini bang HB lagi sibuk dengan daily routinnya,
memberikan tanggapan atau tangkisan tangkisan terhadap serangan serangan
dari para penganut fanatisme agama terutama muslim atas tulisan tulisannya.
Saya dapat merasakan berapa banyak hujatan dan makian yang datang ke imil
abang atas tulisan tulisannya yang saya akui sangat berani menentang arus
itu. Mungkin saja diantara mereka ada yang melakukan protes setelah
mendapatkan tulisan abang yang Anton sebar luaskan.
        Akan tetapi saya pikir pasti akan ada juga orang yang sependapat
dengan Anton khan yang mendukung tulisan tulisan bang Has yang menurut saya
puitis, dinamis, straight to the point walaupun banyak hujatan.
        Eee bang, Apa abang ngak takut bila suatu saat kembali ke kampung
halamannya terhadap orang orang yang sering abang maki. Karena mungkin saja
diantara mereka ada yang keluarganya bertetangga dengan abang di springfield
sana.
        Be careful loh mas.

        Oke bang Has, demikian sedikit info dari saya dan bila masih ada
tulisan tulisan lamanya mohon dikirimin lagi.

        All the best,
                        Toto

JAWAB: To, saya masih sibuk ngobrak abrik disket lama buat
cari cari tulisan yang dulu. Kalau soal apakah saya takut ketemu
keluarga orang yang saya maki ( para Mentri? Ulama? ) dan siapa
tau mereka ada yang tinggal jadi tetangga di Missouri sini?
Wah itu malah bagus..Saya bisa nambahin laporan lagi tentang
harta keluarga Mentri dan Konglomerat pada mas GJA dong..he he..
( Mas Adi, jadi ngga kita ketemu bulan depan Mas? ) HB


Sekian ------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Jul 1999 jam 01:22:28 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke