---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: FASIS MILITERISME JEPANG LEBIH KEJAM DRPD STALIN & MAO Believe it or not, percaya atau tidak, Suharto dengan fasis militerisme Jepangnya lebih kejam daripada Stalin dan Mao karena: 1. Diktatur Proletar Stalin dan Mao masih mempraktekkan bagi rejeki kepada rakyat jelata pilihannya (selective socialism): para anggota partai komunis yang dipilih lagi elitnya dan telah mengenyam kenikmatan sosialisme berupa segala macam pembagian kekuasaan dan rejeki dari kas negara. Di Indonesia tidak ada sistem seperti itu, yang diutamakan adalah para keluarga Istana, kemudian para KKN dan para penjilat pantat Suharto dari ABRI, GOLKAR, PPP, MUI, DLL. 2. Koruptor yang tidak dilindungi penguasa tetap dihukum berat. Hukum masih dijalankan walaupun secara selektif, pilih kasih. Di Indonesia koruptor yang dilindungi sewenang wenang menjarahi harta benda bangsa dan negara secara kebal hukum, demikian pula para koruptor yang rata rata anggota Golkar, para penguasa perusahaan negara, terutama BUMN. 3. Stalin masih membiarkan malah membantu para cendekiawan untuk menca- pai prestasi setinggi tingginya, terutama mereka di bidang yang dianggap akan menguntungkan negara. Dana dana pemerintah mengalir untuk keperluan riset secara selektif pula menurut Partai Komunis. Di Indonesia cendekiawan harus mandiri, dana untuk riset penting dicekek, para mahasiswa dan sarjana tidak diberi insentif cukup untuk mencapai prestasi se tinggi tingginya di bidangnya masing masing. 4. Stalin membangun perumahan rakyat, baik yang komunis maupun yang tidak komunis. Selama merdeka, pemerintah Indonesia hanya membangun perumahan untuk pegawai negeri, diutamakan pula para pegawai menengah ke atas. ABRI secara sewenang wennang melahap perumahan VB bekas Blanda di daerah elit seperti Menteng, daerah Utara Bandung, dll. Rakyat tetap harus tinggal digubug, yang belakangan akhirnya digusur dipindah- kan ke luar kota dengan ganti rugi yang paling minim. 5. RAkyat jelata diberi rangsum sandang pangan secara merata a la NICA jaman pendudukan kembali Blanda sesudah tahun 1945, baik di Soviet Uni maupun di RC. Di Indonesia pemerintah hanya memberikan subsidi sembako, rakyat tetap harus keluar duit dari kantong sendiri untuk membeli pangan. 6. Mao masih mabuk komunisme, belum sempat membagi bagikan rejeki yang memang pada waktu itu belum ada. Demikian perbedaan kekejaman diktatur proletar Stalinisme dan diktatur fasis militerisme Jepang a la Suharto yang sekali kepruk oleh krismon Asia menga- kibatkan lk 120 juta melarat, lk 40 juta pengangguran, lk 10 juta busung lapar sementara para KKN dan konglomerat jahat yang telah menjarah kekayaan bangsa dan negara secara sewenang wenang itu terus saja menikmati hasih jarahannya hidup mewah dan kebal hukum tidak bisa dituntut apalagi dipen- jarakan. Untuk mengumandangkan suara Cak Nur: "Pemerintahan apa ini?" ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Jul 1999 jam 16:58:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
