----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

IRONI INDONESIA: GEDUNG CAKAR LANGIT, RAKYAT CAKAR AYAM

Gedung gedung megah-mewah bersemarak di seluruh Jakarta seperti tampak
dari jalan jalan toll yang mengeliling ibukota. Rata rata gedung gedung milik
entah
berantah itu kosong melomping karena tak ada bisnis, tak ada penghuni. Konon
para pemiliknya berhutang sebagai konglomerat besar/kecil kepada bank bank
asing di luar negeri dan bank bank bangsa awak di dalam negeri yang mengaki-
batkan bank bank BUMN bangkrut.

Pemerintah tidak memberikan bimbingan samasekali dengan politik ekonominya
yang paling ngawur karena ternyata sekali kepruk krismon Asia, gedung gedung
megah-mewah itu akhirnya hanya dihuni hantu hantu, genderewo.

Sementara itu rakyat kelaparan,  hidup dengan cakar ayam, mengais ngais
sampah untuk dimakan atau dijual kalau bisa dijual.

Sampai detik ini sesudah setahun lebih krismon, belum tampak cahaya terang
di ujung terowongan gelap gulita.

Rakyat harus hidup dengan cakar ayam (Sunda: koreh koreh cok), dari tangan
(mungkin sudah bukan pangan lagi?) kemulut yang sudah bau membusuk ka-
rena perut kosong.

Bukankah mereka itu manusia juga seperti Suharto, Tutut bersaudara, dan para
kroninya yang hidup mewah sampai detik ini tanpa merasa terancam hukum
akibat kejahatan "white collar" nya yang mengakibatkan rakyat jelata hidup
jadi cakar ayam?

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Jul 1999 jam 13:47:13 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke