---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 12 Juli 1999 Kebingungan Orang Awam Kita ucapkan syukur, karena berkat ridho-nya Pemilu dapat berlangsung lancar, aman dan relatif jurdil. Setelah itu, satu tahap lagi perjuangan bangsa ini yaitu pemilihan presiden oleh MPR hasil Pemilu melaui makanisme yang ditentukan UUD 45. Yang menjadi kebingungan saya sebagai orang awam terhadap politik, hukum dan ketatanegaraan (mungkin banyak juga rakyat yang selevel dengan saya akan sama-sama bingung) yaitu mengenai hal-hal sebagai berikut: 1. Masalah presiden wanita 2. Presiden alternatif Mengenai presiden adalah wanita dan dikaitkan dengan hukum agama Islam oleh sebagian elit politik yang mengatasnamakan agama menurut saya sangat tidak etis bila dinyatakan secara terbuka di negara yang kondisinya sangat plural. Saya sangat khawatir hal ini justru menimbulkan penilaian kurang simpatik dari seluruh dunia dan menjadi kontra produktif terhadap perjuangan umat Islam Indonesia dalam penerapan akidah bagi prikehidupan berbangsa dan bernegara. Saya sebagai muslim sangat setuju sekali bila nafas dan denyut nadi dalam berbangsa dan bernegara selalu mengandung nilai-nilai Islam. Misalnya: 1. Pemberantasan korupsi dan obat terlarang. Setiap pelanggaran terhadap hal ini hukumannya adalah pidana mati. 2. Pemberantasan perjudian. Pelanggaran terhadap hal ini hukumannya seumur hidup. 3. Melarang industri minuman yang mengandung alkohol. Menyonsong globalisasi adakan pengaturan impor dengan pajak mahal dan jumlah dibatasi. Lokasi penjualannya ditentukan, pelanggaran terhadap hal ini harus berat sekali. 4. Pemberantasa pelacuran yang tegas dan konsisten dan berkesinambungan, jangan terkesan angat-angat tahi ayam. Kalau perjuangan penegakan akidah Islam secara demikian tanpa menyepelekan agama lain atau menghujat agama lain saya haqul yakin Islam akan dipandang sebagai agama yang disegani dan otomatis orang-orang Islam serta tokoh-tokohnya menjadi teladan di muka bumi. Mengenai presiden dijabat wanita menurut saya kira tidak relevan diperdebatkan secara terbuka oleh tokoh-tokoh Islam, karena bisa menimbulkan kesan bahwa sebagian tokoh Islam tidak memahami konstitusi dan belum mengerti arti demokrasi. Kekurangan wawasan demokrasi dan kurang fahamnya konstitusi juga memunculkan pemikiran calon presiden alternatif. Mengapa harus begitu. Apakah dengan calon alternatif akan menyelesaikan masalah. Menurut saya tidak, sebab calonnya tidak jelas mewakili siapa, apakah calon alternatif itu berasal dari lima partai besar pemenang Pemilu. Kalau demikian saya melihatnya agak subyektif. Misalnya Gus Dur dari PKB saat ini sulit diterima, karena faktor kesehatan. PPP sampai saat ini belum punya calon, sedangkan Pak Amien Rais dari PAN saya pesimis, karena beliau sudah menyatakan tidak wajar bila partai dengan peralihan suara paling bontot malah calonnya jadi presiden. Kalau demikian menurut saya calon ideal tinggal Bu Mega dan Pak Habibie, maka laksanakan pemilihan melalui mekanisme konstitusi. Saya tidak yakin bila Pak Habibie terpilih maka rakyatnya PDI Perjuangan akan berontak. Lagipula PDI Perjuangan taat hukum, tidak akan menyengsarakan rakyat melalui amuk massa atau pemberontakan. Ibu Mega pun dengan santun akan mempersilahkan siapapun yang terpilih secara demokratis berdasarkan konstitusi. Bila ingin mengubah mekanisme marilah kita sepakati adanya amandemen terhadap UUD 45 untuk pasal-pasal tertentu. Tidak perlu mengubah secara menyeluruh pasal-pasal UUD 45, tapi marilah kita secara arif melihat kembali secara bertahap terhaap universalisasinya. Demikian pula saya sangat yakin bila Bu Mega terpilih umat Islam tidak akan berontak, karena agama Islam notabene orang-orang Islam sangat mencintai kedamaian dan keadilan. Tidak satu ayatpun yang mengajarkan kepada kita untuk menghalalkan segala cara dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kecuali kalau agama Islam dihina diinjak-injak, maka orang Islam, termasuk saya siap berjihad fisabililah. Karto Purbianto Jakarta Timur ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Jul 1999 jam 06:55:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
