---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Kampung Lontar adalah sebuah kampung semi kumuh di Jakarta Pusat. Dan sebagai mana layaknya sebuah kampung ketinggalan jaman, kehidupan masyarakatnya jauh dari gaya hidup metropolis, dan orang yang tidak metropolis mode pakaiannya pasti kotak-kotak, tali pinggangya plastik buatan Cikarang,celananya Jeans buatan Kebon Jeruk dan hampir semua radio dari gang ke gang paling-paling melantunkan musik dangdut atau album lama Dian Piasesha atau yang paling intelek cuma punya album Michael Bolton, penyayi botak bersuara sompak . Tapi sore itu ketika Bonang sedang asik membuka kardus tempat radio tape-milik dia yang dicuri kembali dari Hasan Rasyidi, Bonang menemukan beberapa kaset yang bukan miliknya yang terbawa milik Rasyidi. Setelah selesai mendengarkan lagu oldies Camelia Malik yang menggugah itu, Bonang segera mencoba kaset "The Greatest of Air Supply " yang tidak pernah dia kenal namanya, setelah di Play, Bonang cuek segera dia tinggali tape itu sendirian untuk buang air besar di wc. Kata orang, intelek itu adalah proses yang berlangsung secara bertahap.Ya semua orang pada dasarnya adalah orang udik dan tertutup.Petani urban ke kota lalu terbuka mata, seorang tukang beca tukang bila terus menerus membaca ensiklopedia suatu waktu akan menemukan kesadaran baru bahwa dirinya begitu bodoh selama ini, sekaligus keangkuhan baru karena merasa lain di bandingkan teman teman satu profesinya.Seorang Sudomo atau Harmoko yang bertampang tukang becak yang tidak pernah berkata satu kalimat yang intelekpun, seketika merasa superior intelectually gara gara bokong dekil mereka di dukung Presiden dan ABRI .Dan Bonang yang jongkok di antara lobang jamban sedang melamun memikirkan Nisye sambil mencoba menghapalkan syair lagu Betharia Sonata yang terbaru, terhenyak ketika lagu lama " Lost in Love " Air Supply melantun dengan syahdu. Bonang merinding, lagu itu begitu mengesankan. Lagu itu seperti membawanya terbang ke bulan, lagu itu lebih menyejukan dan mendekatkannya pada sosok Nisye dari pada semua album Rinto digabung Pance plus Ebiet plus Iwan Fals plus Elvi Sukaisih plus Oma Irama. Bonang segera cebok dan berlari kembali ke kamar. Di rewindnya keset itu berulang ulang. Di tempelkan kupingnya sedekat mungkin dengan speaker. Bonang jatuh cinta pada ini lagu lama, seperti orang kalap dia berlari keluar rumah menuju warung Waluyo di perempatan jalan , dengan tergagap gagap seperti Moerdiono ketika jadi mensekneg setiap kali di tanya wartawan, Bonang meyakinkan Waluyo untuk meminjam gitarnya barang seharian. Waluyo tidak menolak , sejak nama Bonang melesat beken di kampung Lontar,Waluyo yang part time employee di warung " Babah Jie Gong Lu " dan part time ngamen di bis kota every saturday and sunday, ber obsesi untuk bisa menjadi sahabat Bonang dan menjadi member gangnya. Proses pencerahan atau peng intelektualan Bonang berlanjut sejak magrib. Bonang mendekam dalam kamar semalaman. Sekali lagi dia tidak mau di ganggu siapapun. Seperti Nabi yang tirakat ke gua atau puncak gunung Sinai, Bonang inginnya sendirian.Pak Tape Bolong sekali lagi tidak berdaya untuk mengajak Bonang keluar dari kamarnya. Bu Tape sudah pasrah, dia bilang pada suaminya " Pak, Anak kita rasanya sudah waktunya kawin " Suaminya yang tergeletak di tikar dengan kaos oblong dan sarung langsung merespon " Kawin? kau kira anak mentri itu mau kawin sama laki laki yang nama belakangnya Tapebolong?" Suara dentingan gitar Bonang terdengar dari kamar sejak isya. D minor...ke C..ke G7 dan opsss berhenti..rewind kembali.. lalu seperti lagu Indonesia raya yang nadanya mars sang batak mencoba mengikuti syair lagu mengganggu ketenangan 300 meter persegi penduduk kampung Lontar.Suara kasar itu jelas tidak sama dengan Graham Russell , dan suara orang Batak yang cocoknya adalah untuk upacara bendera atau vocal group lagu lagu daerah memang menggangu telinga siapa saja yang mendengarnya. Termasuk telinga si Ucok, adiknya sendiri yang menutup kepalanya dengan bantal dan mengeluh " Abangku gila..abangku gila " Isya lewat jam 9 lewat , Bonang masih saja mencari nada yang pas buat gitar dan lagu ini, Dia mati matian berusaha karena ingin menunjukan rasa cintanya pada Nisye dengan membawakan lagu ini. Walalupun Bonang sama sekali tidak mengerti arti liriknya, dia merasa lagu ini mewakili perasaannya terhadap Nisye yang tida bisa di ucapkannya dengan kalimat langsung. Bonang bernyanyi: ( Syair asli dalam kurung ) Ai rilaks the bes par of lop is the tini lies ( I realize the best part of love is the thinnest lace) en ai do cunt wow mach bat let me go (And it don't count for much but I'm not letting go Ai belif der steel mac to belipin ( I believe there's still much to believe in) so lip yor ais ip yu peel you ken,rich por the star en ai show you my plant ( So lift your eyes if you feel you can Reach for a star and I'll show you a plan) ....and so on and so on.... Hati Bonang begitu larut, Bonang lupa pada siapa saja, dia lupa ketika pak Sarbini mulai komplen dan menggedor pintu rumahnya membangunkan pak Tape untuk bilang " Tolong Bilang sama Bonang Pak, itu suaranya di kecilin dikit dong, Memangnya ini di terminal bis Simalungun apa? bini saya ngamuk lantaran ngga bisa tidur " Pak Tape mengangguk dan segera menggedor kamar Bonang, Tapi seperti seorang kesurupan Bonang seperti tidak mendengarkan apa apa. Darah lapo tuaknya menyuruh Bonang untuk cuek pada siapa saja. Lewat tengah malam, Pak Sarbini dan ibu yang tetap melek , keluarga Bu Supeni yang bayinya menangis lantaran ketakutan mendengar teriakan tarzan kota itu, Dan orang orang sekampung yang terganggu akibatnya terpaksa begadang lantaran vocal tidak beraturan yang keluar dari kamar Bonang tiba tiba mendengar nada yang lain dari batak satu ini. Suara sumbang dan nada nada kasar Bonang lenyap.Yang timbul adalah suara romantis yang sangat melankolis dan very soft. Bonang telah menemukan vocalnya. Bonang tidak lagi bernyanyi over acting seperti Edi Silitonga, dia juga sudah stop bertingah macam monyet kecil di panggung bernama Amien Rais. Bonang telah menjadi Andrea Bocelini,Bonang telah menjadi Christopher Cross Bonang adalah Bethoveen. Suara Bonang melegakan orang banyak. Bu Sarbini segera mengajak suaminya ntuk tidur kambali, bayi Bu Supeni sekejab menghentikan tangisannya. Orang orang yang begadangan di luar sana satu persatu kembali masuk rumah, kecuali para Hansip yang siap berputaran lagi keliling kampung untuk menjaga keamanan sekaligus mencari pasangan penganten baru untuk membuat lobang baru di balik bilik. Bonang melagukan bait terakhir : You know you can't fool me I've been loving you too long It started so easy You want to carry on Chorus Now I'm lost, lost in love, lost in love, lost in love Now I'm lost, lost in love, lost in love, lost in love Lost in love, lost in love, lost in love Lost in love, lost in love, lost in love Gitar berhenti, jari Bonang panas, tenggorokan Bonang panas tapi hati Bonang sedingin air kulkas. Kini dia bersiap untuk mengeluarkan unek uneknya pada Nisye kapan saja , di mana saja. Dengan cara yang intelektual tentu saja. Karena Bonang telah berevolusi setapak demi setapak, Bonang masuk dalam era pencerahan. [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Jul 1999 jam 01:00:08 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
