----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

From: Syahbuddin Abdurrauf
Subject: Statement FNPBI untuk Aceh

PERNYATAAN SIKAP
 FRONT NASIONAL PERJUANGAN BURUH INDONESIA (FNPBI) UNTUK RAKYAT ACEH

Penderitaan berkepenjangan yang dialami rakyat Aceh belum juga berhenti
sampai sekarang. Propinsi Daerah Istimewa Aceh merupakan daerah yang kaya
akan sumberdaya alam dan energi yang selalu diaeksploitasi pemerintahan
pusat. Arus pengungsi yang semakin meningkat menunjukkan situasi di Aceh
semakin parah. Pemerintahan Habibi yang masih memakai cara cara lama dalam
menyelesaikan persoalan politik dengan kekuatan TNI  - nya jusru semakin
meresahkan dan menyengsarakan rakyat. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada
keinginan dari pemerintahan sekarang ini untuk menyelesaikan permasalahan
di
Aceh secara damai. Rezim Habibie masih merupakan kepanjangan dari rezim
orde
baru yang terbukti selama 32 tahun melakukan penghisapan serta penggunaan
cara-cara kekerasan untuk membungkam kehendak rakyat. Ini semua terjadi
karena pemerintah indonesia merupakan pemerintahan militeris-kapitalistik,
yang menggunakan kekuatan senjata untuk mempertahankan kepentingan ekonomi
politiknya dengan berkedok stabilitas.

Kondisi rakyat  Aceh selama ini berada dalam kondisi tertekan baik secara
ekonomi maupun politik, akibat kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan
pusat berupa pemberian status Daerah Operasi Militer (DOM) terhadap
propinsi
ini. Pendekatan kekerasan yang diterapkan oleh pemerintah Orde Baru ini
menimbulkan perlawanan  dari rakyat Aceh. Perlawanan ini merupakan suatu
hal yang wajar karena tindakan yang dilakukan oleh pihak militer telah
melampaui batas - batas kemanusiaan dengan memakan banyak korban baik pria
maupun wanita, dewasa maupun anak - anak..

Setelah mengalami penindasan selama bertahun - tahun, dalam beberapa waktu
terakhir ini sejak proses pemilu, perhatian kita kembali diarahkan ke Aceh.
Serangkaian bentrokan bersenjata antara Milisi Gerakan Aceh Merdeka dengan
militer Indonesia maupun berita tentang pengungsian rakyat Aceh menghiasi
lembaran surat kabar nasional, internasional maupun lokal. Dalam keterangan
persnya koordinator KONTRAS Munir,SH dan  Solidaritas Mahasiswa Untuk
Rakyat
(Kompas 15/6) melansir bahwa pengungsian yang dilakukan oleh rakyat Aceh
merupakan suatu gerakan politik sebagai tanda penolakan rakyat atas
kehadiran Pasukan Pengendali Rusuh Massa (PPRM) dan bukan semata - mata
karena ketakutan akan terjadinya kontak senjata antara militer Indonesia
dengan Gerakan Aceh Merdeka.

Dengan penolakan terhadap kehadiran militer Indonesia di Aceh oleh rakyat
Aceh tersebut, semakin memperjelas tuntutan berbagai kelompok pro demokrasi
maupun kelompok hak asasi manusia bahwa langkah awal yang harus diambil
oleh
pemerintah Indonesia dalam penyelesaian masalah Aceh adalah Penarikan
Pasukan TNI dari wilayah Aceh.

Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) memandang permasalahan
yang dialami oleh rakyat Aceh merupakan permasalahan bersama yang harus
diatasi dengan pendekatan hak asasi manusia dan bukan pendekatan kekerasan.
Pendekatan Hak Asasi Manusia berarti menghargai hak - hak mendasar rakyat
Aceh untuk menentukan nasib sendiri tanpa tekanan fisik maupun mental dari
pihak manapun. Berbagai aspirasi atau tuntutan dari rakyat Aceh untuk
merdeka, otonomi maupun referendum harus menjadi bahan pemikiran kita secara
serius karena tuntutan tersebut lahir dari suatu kondisi ketertindasan
rakyat atas eksploitasi dan sentralisasi ekonomi maupun politik yang
diterapkkan oleh pemerintah Indonesia selama ini.

Terjebaknya kita kedalam rasa nasionalisme yang sempit dimana memberikan
legitimasi kepada pihak militer untuk melakukan kekerasan atas nama
persatuan dan kesatuan bangsa tidak akan menyelesaikan masalah,  tetapi
hanya akan memperburuk citra Indonesia dimata internasional dan merupakan
pelanggaran terhadap hak untuk mengeluarkan pendapat oleh kelompok maupun
individu.

Untuk itu kami dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia menuntut :
1. Tarik seluruh personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari daerah
Aceh.
2. Kebebasan menentukan nasib sendiri bagi rakyat Aceh.
3. Usut dan adili pelaku kejahatan kemanusian  terhadap rakyat Aceh.
4. Cabut Dwi Fungsi ABRI/TNI.
5.  Menghimbau kepada semua pihak untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi
pengungsi Aceh.


Jakarta, 15 Juli 1999
Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia


Dita Indah Sari Ilham Syah
Ketua Umum
Sekretaris Jenderal

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Jul 1999 jam 03:59:07 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke