---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- BERITA UTAMA WASPADA SENIN, 19 JULI 1999 Truk Militer Terjungkal:Dua TNI Kritis, 10 Dirawat TRIENGGADENG, PIDIE (Waspada): Truk Reo, kendaraan organik militer, terjungkal di tikungan Balai Merdeka, Trienggadeng, Pidie, Minggu (18/7) petang. Dilaporkan 12 anggota TNI dari bataliyon 113/Jaya Sakti yang tergabung dalam PPRM menderita luka-luka dua di antaranya kritis dan terpaksa di boyong ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh. Dua anggota TNI yang menderita luka parah di bagian kepala, kaki (patah), paha dan dada yaitu Serda TNI Julius Hidayat dan Serda TNI Zulkifli. Sedangkan sepuluh prajurit lainnya yang menderita luka ringan masing-masing Pratu TNI Usman (sopir), Serda TNI Liber S, Pratu TNI Usman Hakim, Prada TNI A.Priono, Prada TNI Ade Irawan, Prada TNI Ridwan, Prada TNI Jomitar, Prada TNI Rahonan, Prada TNI P. Saragih dan Prada TNI Brahwono. Seluruhnya dari batalyon 113/Jaya Sakti, Bireuen Aceh Utara. Menurut keterangan yang dikumpulkan Waspada, terjungkalnya truk militer yang tergabung dalam Pasukan Penindak Rusuh Massa itu menyusul dilancarkannya penyisiran di sebuah kawasan yang diduga sebagai markas Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pada Minggu sore, demikian keterangan yang diperoleh Waspada dua truk militer di bawah komando Lettu. Inf. M.Arief bergerak dari markas di Sigli menuju sasaran operasi di kawasan Meureudue. Ketika sampai di TKP, satu truk yang ditumpangi Lettu Inf M Arief dan sebelas anggotanya melakukan penyisiran ke daerah sasaran sementera truk yang dikemudikan Pratu Usman kembali ke arah Sigli. Menurut keterangan saksi mata kepada Waspada, pada saat memasuki tikungan Balai Merdeka km 151 (sekitar 500 meter dari Mapolsek Tripa) truk militer yang dikendalikan Pratu Usman melaju kencang. Sementara dari arah depan, tiba-tiba muncul truk barang dengan kecepatan sedang sehingga sopir truk militer banting stir dan tak bisa mengendalikan keadaan. "Truk itu terbalik beberapa kali sehingga sepasukan TNI di dalamnya terlempar keluar. Kejadian itu cukup mengerikan," kata seorang saksi mata. Saksi tersebut menambahkan, persis di tempat terjungkalnya truk militer merupakan bekas kamp 5000 pengungsi yang baru dievakuasi Jumat lalu. "Untung mereka sudah diungsikan, kalau tidak pasti banyak korban." Kapolres Pidie Letkol Pol Drs Endang E Bagus tidak membantah adanya peristiwa itu. "Dua prajurit TNI yang luka berat kita evakuasi ke Banda Aceh. ," kata Endang E Bagus yang baru lima hari menjabat Kapolres. (b04/b18) AGAM Kecam Sweeping Tengah Malam Ke Kamp Pengungsi MEDAN (Waspada): Angkatan Bersenjata Gerakan Aceh Merdeka (AGAM) mengecam keras aksi pasukan militer TNI yang melakukan sweeping dengan memasuki kamp pengungsi di Teupin Raya, Pidie pada malam hari beberapa hari lalu karena semakin menimbulkan ketakutan bagi para pengungsi. Malah separoh dari 6000 pengungsi terpaksa melarikan diri dari kamp sebagai upaya menghindar dari tindakan tak diinginan. Demikian diungkapkan Kepala Biro Penerangan AGAM Wilayah Pase, Ismail Saputra (Abu Is) kepada Waspada Minggu (18/7) melalui jaringan telepon dari tempat persembunyiannya. Kami dari pihak AGAM, katanya, tak habis pikir apa alasaan pasukan PPRM memasuki kamp pengungsi di Teupin Raya pada tengah malam saat pengungsi beristirahat di perkemahannya. "Kalau ada laporan ada kalangan pengungsi memiliki senjata, maunya diperiksa siang hari sehingga tidak menganggu ketenteraman para pengungsi yang selama ini memang sudah terganggu," ujar Abu. Dia juga mempertanyakan siapa sebenarnya yang mengganggu masyarakat sipil di Aceh, apakah AGAM atau memiliter. Dengan sweeping pasukan TNI ke kamp pengungsi di Teupin Raya itu semakin keraslah tuduhan pihak AGAM, melakukannya adalah pasukan TNI dan bukan AGAM. "Nyatanya, isu adanya kalangan pengungsi memiliki senjata, tak terungkap sama sekali," jelasnya. "Kami dari AGAM tak pernah menganggu penduduk sipil, apalagi memasuki perkemahan para pengungsi pada tengah malam," ungkapnya sambil mengingatkan masyarakat Aceh agar setiap ada peristiwa yang merusak, membakar bangunan atau fasilitas rakyat sipil lainnya bukanlah perbuatan atau tindakan AGAM. Menyinggung masalah pembakaran hotel Cut Meutia di Kompleks Perumahan PT.Pupuk Iskandar Muda (PIM) Jumat malam (Sabtu dinihari) lalu sama sekali bukan perbuatan biadab yang tak terpuji dari AGAM. "Sama sekali bukan perbuatan pihak AGAM, selain fasilitas atau bangunan sipil bukan sasaran serangan kami, tapi juga lokasi Hotel Meutia itu berada jauh dari jangkauan pandangan umum dan lagi pula pengawasan sekuriti yang sangat ketat," kata Abu Is. Dia meyakini, kalau bukan provokator yang melakukan, hotel Meutia bisa saja terbakar akibat adanya suatu gangguan listrik atau gas meledak dari dapur hotel itu. "Tapi kami kurang paham tentang keterangan pihak hotel yang menyebut ada orang bersenjata masuk ke hotel itu dan lantas membakarnya," jelas Abu Is dengan mempertanyakan siapa orang atau kelompok bersenjata itu. Abu Is juga membantah tuduhan pembakaran truk dan bus umum Sabtu lalu dilakukan oleh anggota AGAM . "Sejak semula tatkala pertama kali peristiwa pembakaran empat bus penumpang umum jurusan Medan-Aceh beberapa minggu lalu di Pidie, kami sudah menjelaskan kepada masyarakat atau pemilik atau pengusaha bus angkutan, bahwa pembakaran itu bukan dilakukan pihak AGAM," ungkapnya sambil menghimbau pihak-pihak pelaku atau yang bertanggungjawab terhadap aksi pembakaran bus, rumah, gedung sekolah ataupun hotel agar menghentikan aksi kekerasan itu karena cukup merugikan warga sipil Aceh sendiri. Lagi pula, katanya, akan melumpuhkan perekonomian rakyat Aceh di tengah tengah krisis sedang melanda dunia usaha saat ini. (tim) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Jul 1999 jam 08:40:45 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
