----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, Senin, 19 Juli 1999

Daftar Jajak Pendapat Dipersulit.
Portugal Minta Semua Pihak Netral

DILI (Media): Salah seorang tokoh integrasi Timtim Armindo
Soares Mariano di Dili, Sabtu, menyatakan penyesalannya kepada
Misi PBB di Timtim (UNAMET) jika mempersulit pendaftaran warga
asli Timtim yang ingin ikut dalam jajak pendapat Agustus
mendatang.

Dari berbagai informasi, bagi warga asli Timtim yang akan
mendaftarkan diri untuk ikut jajak pendapat diharuskan
menunjukkan sedikitnya dua identitas di antaranya KTP dan surat
permandian, atau akta kelahiran, sebagai bukti mereka warga asli
Timtim.

Jika UNAMET melakukan seperti itu, maka sangat disesalkan dan
merugikan masyarakat Timtim, katanya kepada wartawan seusai
perayaan HUT ke-23 Timtim di Dili, Sabtu.

Dikatakannya, selain merugikan warga asli Timtim, perbuatan yang
dilakukan UNAMET itu juga suatu pelanggaran hak asasi manusia
(HAM).

"Warga asli Timtim yang ingin ikut dalam jajak pendapat harus
mendaftarkan diri dengan memperlihatkan KTP. Itu sudah cukup
tidak perlu identitas lain," kata Armindo yang juga Ketua DPRD I
Timtim.

Seandainya personel UNAMET yang ditugaskan untuk pendaftaran
jajak pendapat mencurigai seseorang bukan warga asli Timtim,
katanya, barulah petugas itu meminta identitas lain selain KTP,
seperti surat permandian (bagi warga Katolik) atau akta
kelahiran.

Ketika ditanya tentang jumlah warga Timtim yang akan ikut dalam
jajak pendapat, Armindo mengatakan sangat sulit diperkirakan
angkanya.

Namun ia memperkirakan bahwa jumlah warga yang ikut dalam jajak
pendapat Agustus mendatang hampir sama dengan yang ikut Pemilu
1999, termasuk masyarakat yang masih berada di hutan.

Mengenai kelompok mana yang akan menang, prootonomi atau
antiotonomi, Armindo mengatakan sulit ditebak.

Namun pelaksanaan pendaftaran pada hari pertama masyarakat
Timtim terlihat berbondong-bondong menuju tempat pendaftaran,
mengindikasikan antusiasme masyarakat yang tinggi.

Posisi netral

Dari Lisabon, Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor Timur
(UNAMET) Perwakilan Portugal menginginkan posisi netral semua
pihak, termasuk kalangan pers, dalam proses menuju jajak
pendapat bagi masyarakat Timtim untuk menentukan masa depan
status wilayahnya.

"Kami menginginkan posisi netral ini sesuai prosedur, agar
masyarakat Timtim dalam proses jajak pendapat ini dapat
menentukan pilihannya dengan baik. Dalam hal ini, kami juga
menginginkan pihak pers dapat membantu menciptakan netralitas,"
kata Koordinator Organisasi Internasional Migrasi (IOM)-
Portugal, DR Luis M. Ruiz-Rios, di Lisabon, Sabtu.

Sementara itu dari New York dilaporkan dialog segi tiga Timtim
hari Jumat petang, berakhir dengan kesimpulan PBB tetap hadir di
Timtim pascajajak pendapat demi membantu terciptanya perdamaian
dan rekonsiliasi.

"Dialog kali ini berubah fokusnya dari proses jajak pendapat ke
bagaimana menjaga dan menciptakan perdamaian setelahnya,
termasuk juga masalah rekonsiliasi," kata Utusan Khusus Sekjen
PBB untuk Urusan Timtim, Jamsheed Marker, di New York, Jumat
petang.

Nugroho Wisnumurti dari Indonesia dan Dubes Fernando Neves dari
Portugal yang memimpin delegasi ke perundingan itu mengatakan,
mereka mendiskusikan bagaimana mencegah meningkatnya kekerasan
pascajajak pendapat 21 atau 22 Agustus.

"Kita berusaha mengantisipasi situasi keamanan setelah tahap
krusial itu," kata Jamsheed Marker setelah memimpin perundingan
dua hari itu. (OT/Ant/N-1)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Jul 1999 jam 05:34:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke