---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk SOEHARTO JATUH SAKIT, HABIBIE SENANG JAKARTA, SiaR (21/7/99) Soeharto dirawat serius di ruang VVIP (Very Very Important Person) Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Mantan diktator yang berkuasa selama 32 tahun itu mengalami serangan stroke yang cukup serius. Para dokter Rumah Sakit (RS) Pertamina, rumah sakit yang dipercaya Soeharto setelah ia tak mempercayai lagi dokter-dokter RS Angkatan Darat Gatot Subroto, tak mau memberi penjelasan tentang kondisi kesehatan Soeharto. Humas RS Pertamina mengatakan Soeharto hanya menjalani pemeriksaan umum (general check up)rutin. Namun, keterangan RS Pertamina ini dinilai bohong karena Soeharto ternyata menjalani rawat inap. Lagipula, kalau hanya menjalani general check up mengapa banyak karangan bunga yang berdatangan dikirim oleh para pejabat, termasuk oleh Presiden Habibie? Para wartawan yang "menjagai" sepanjang waktu di rumah sakit di kawasan Kebayoran Baru itu juga tak yakin Soeharto hanya menjalani general check up mengingat banyak mantan pejabat dan bahkan pejabat yang masih aktif menjeneguknya. "Apakah lazim pasien yang hanya menjalani general check up dijenguk?" ujar seorang wartawan. Soeharto memang masih dihormati di kalangan mantan pejabat Orde Baru. Sejak Selasa (20/7), para mantan pejabat yang hadir antara lain: Letjen (Purn) Moerdiono (mantan Mensesneg) Letjen (Purn) Soedharmono (mantan Wakil Presiden, Letjen (Purn) Umar Wirahadikusumah (mantan Wakil Presiden dan mantan Pangdam Jaya ketika Soeharto merebut kekuasaan Soekarno pada akhir 1965), Mien Sugandi (mantan Menteri Urusan Wanita), Suhardiman SE (mantan anggota DPA yang juga paranormal Soeharto), Jendral (Purn) L.B. Moerdani (mantan Pangab)dan lain-lain. Dua jendral aktif juga nampak mengunjungi Soeharto yakni Jendral TNI Soebagyo dan Kasum Letjen TNI Soegiono. Dua jendral itu adalah mantan ajudan Soeharto. Presiden Habibie dan istrinya juga hadir menjenguk gurunya itu. Selain para pejabat, sejumlah kroni seperti Yorrys Raweyai, Ketua Pemuda Pancasila yang jadi tukang pukul keluarga Cendana dan saudara Soeharto yang kini Ketua Umum PNI Front Marhaenis, Probosutedjo, juga membesuk. Sempat beredar spekulasi yang mengatakan bahwa Soeharto mengalami stroke karena tekanan yang hebat terhadap kondisi psikologis dirinya dan keluarganya akhir-akhir ini. Termasuk "pengkhianatan" yang akan dilakukan pemerintah Habibie, yang akan serius menghadirkan Soeharto menjadi terdakwa. Bahkan sempat dikabarkan, dalam keluarganya juga sedang terjadi perselihan yang hebat sehingga berakibat pada keretakan hubungan di antara mereka. Soeharto, menurut sumber SiaR di kediamannya di Jl Cendana, sering mengalami sindroma kekuasaan (post power syndrome). Beberapa kali ia lupa kalau dirinya bukan presiden lagi. Pagi-pagi sekali dengan pakaian safari memanggil-manggil para ajudan dan pengawalnya. "Ayo, cepat, saya banyak pekerjaan di Bina Graha," ujar Soeharto. Biasanya, kalau sudah begini, para ajudannya memberitahu bahwa ia bukan lagi Presiden RI. "Kalau Anda jadi Presiden selama 32 tahun, dan tiba-tiba berhenti tanpa Anda kehendaki, pasti Anda bingung akan berbuat apa suatu kali ketika Anda terbangun pagi-pagi," ujar sumber tadi. Mundurnya kesehatan Soeharto amat menguntungkan posisi politik Habibie. Ini sesuai yang diharapkan dalam pertemuan antara Habibie dengan Tim 13 ICMI di rumah Habibie beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan yang antara lain dihadiri Letjen (Purn) Achmad Tirtosudiro (Ketua Pelaksana ICMI), Adi Sasono dan Sjafei Ma'arif (Ketua PP Muhammadyah) menyepakati skenario tak akan mengadili Soeharto dengan cara mengulur-ulur pemeriksaan hukum koruptor itu hingga kesehatannya mundur dan tak layak diperiksa, apalagi diadili. Dengan mundurnya kesehatan Soeharto, Habibie terbebas dari kewajiban mengadili Soeharto, agenda politik yang amat berat baginya, yang akan mempengaruhi pencalonannya sebagai presiden mendatang.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Jul 1999 jam 05:07:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
