---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk 100 TRILIUN RUPIAH DI BULOG MENGUAP JAKARTA, (SiaR,21/6/1999) Akuntan asing terkemuka, Arthur Andersen menemukan korupsi besar di Badan Urusan Logistik (Bulog). Di lembaga lumbung pangan itu, terdapat dana Rp 100 triliun yang tidak jelas pencatatannya. Menurut hasil penelitian Arthur, mereka telah menemukan larinya dana Rp 1 triliun dari dana Rp 100 triliun tersebut yang mampir ke 116 rekening pribadi para pejabat di sejumlah bank. Sedangkan yang Rp 99 triliun lainnya, mereka belum mengetahui ke mana raibnya. Untuk melacak lebih lanjut, Arthur Andersen melayangkan surat meminta ijin kepada Komite Monitor Audit Bulog untuk menelusuri lebih jauh keberadaan dana besar tersebut. Surat itu konon sampai juga ke tangan Presiden Habibie. Namun, lewat Mensesneg waktu itu, Akbar Tandjung, Habibie menolaknya. Ternyata, bukan cuma Andersen yang meminta izin. Permintaan dilayangkan pula oleh Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang ketika itu dijabat Sudarjono. Tapi kabarnya, permintaan BPKP itu disalip oleh Menperindag sekaligus Ketua Bulog, Rahardi Ramelan. Melalui surat bernomor R-14/04/99, tertanggal 8 April 1999, yang ditujukan kepada Menko Wasbang/PAN, Menko Ekku, dan Menkeu, secara tersirat Rahardi meminta agar permohonan BPKP tidak dikabulkan. Hanya dalam waktu enam hari, surat BPKP itu langsung dijawab Mensesneg Akbar Tandjung melalui surat bernomor R-110/M. Sekneg/4/1999. Sebagian isinya antara lain: "Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden: Dana non-neraca agar tetap diadministrasikan di luar pembukuan Bulog; agar Bulog melaporkan tiap bulan pembukuannya kepada Presiden dan setiap pengeluaran dana Bulog harus atas persetujuan Presiden." *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Jul 1999 jam 05:17:03 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
