---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk SEKJEN PBB PERINGATKAN INDONESIA NEW YORK (MateBEAN, 23/7/99), Sekretaris Jendral (Sekjen) PBB Kofi Annan memperingatkan Indonesia untuk lebih tegas menindak para milisi yang menteror dan mengancam warga masyarakat yang ingin mendaftaran diri ditempat-tempat yang ditentukan UNAMET. Annan dalam siaran persnya mengatakan jika keamanan tidak memadai, maka ia mungkin akan membatalkan jajak pendapat itu atau menundanya lagi. "Sekali lagi saya ingin katakan bahwa kalau polisi Indonesia tidak bisa mengendalikan situasi keamanan di Timtim maka saya akan mengambil langkah tegas yaitu membatalkan atau menunda kembali jajak pendapat itu," katanya. Annan juga menegaskan rasa keprihatinannya tentang situasi keamanan menjelang jajak pendapat yang sedianya akan berlangsung pada 22 Agustus mendatang. Dalam sebuah laporan kepada Dewan Keamanan, Annan untuk kesekian kalinya menyeruhkan kepada Indonesia agar melakukan usaha lebih jauh untuk mengendalikan milisi pro-integrasi. Dikatakannya, sepak-terjang kelompok-kelompok sipil bersenjata terus menantang keamanan fundamental yang layak dinikmati rakyat Timor Timur. "Saya serukan kembali kepada Indonesia agar mengendalikan para milisi sipil bersenjata itu, untuk mendukung proses pendaftaran dan jajak pendapat yang akan datang. Dan itu adalah tugas Indonesia untuk mengamankan para milisi yang tidak pernah disentuh oleh hukum itu," kata Annan. Annan mengatakan dirinya akan meninjau kembali situasi di tengah-tengah masa pendaftaran selama 20 hari itu. "Bila selama pendaftaran tidak ada teror, intimidasi dan ancaman dari para milisi, maka kami sudah bisa menetapkan tanggal jajak pendapat. Namun apabila kekerasan masih terus terjadi dan masyarakat masih mengungsi maka perlu pembahasan yang lebih konkrit dengan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah yang perlu," katanya. Sementara itu dari Dili dilaporkan Kepala Bagian Pemilihan Misi PBB di Timor Timur - UNAMET - Jeff Fischer, mengatakan, tanggal pemungutan suara dalam jajak pendapat mengenai otonomi atau kemerdekaan di wilayah itu, masih dalam pembahasan. Pemungutan suara itu menurut rencana akan dilangsungkan pada minggu ketiga bulan Agustus. Akan tetapi, pejabat PBB tersebut mengatakan, tanggalnya masih dalam pembahasan, dan mungkin saja pemungutan suara tersebut akan ditunda. Pendaftaran peserta jajak pendapat tersebut dimulai tanggal 16 Juli, dua minggu setelah jadwal semulanya, dan menurut rencana akan berlangsung selama 20 hari. Pejabat PBB di Timor Timur iru mengatakan, mungkin saja diperlukan waktu tambahan 10 hari untuk menyempurnakan daftar pemilih itu. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Jul 1999 jam 15:00:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
