----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Republika, 23 Juli 1999

Sekjen PBB Puji Keseriusan Indonesia Ciptakan Keamanan di Timtim

New YORK -- Sekjen PBB Kofi Annan memuji pemerintah Indonesia yang
secara serius berupaya menciptakan keamanan yang diperlukan bagi
berlangsungnya jajak pendapat yang bebas dan adil. Hal itu
diungkapkan Annan dalam laporan dua pekannya pada Dewan Keamanan
PBB.

''Pendaftaran pemilih berlangsung dengan damai. Tidak ada lagi
insiden di mana staf dan harta milik UNAMET diserang dan ditakut-
takuti. Ini perkembangan yang positif,'' paparnya dalam laporan
kepada sidang Dewan Keamanan yang dipimpin ketuanya Hasmy Agam
dari Malaysia, Rabu (21/7).

Menurut Annan, Satuan Tugas yang dibentuk pemerintah Indonesia,
polisi dan tentara telah melaksanakan komitmennya untuk
meningkatkan situasi keamanan. Mereka telah melucuti senjata yang
dibawa milisi di depan publik, menangkap dan mengadili mereka yang
membawa senjata, dan membongkar perintang jalan yang dibangun
milisi. Sebagai tambahan, pimpinan militer Indonesia juga telah
memerintahkan anggota TNI untuk tidak membawa senjata di muka umum,
kecuali ketika melaksanakan tugas yang diberikan komandannya.

Meskipun demikian, lanjut Annan, pihaknya masih melihat perlunya
stabilitas dan keamanan untuk terus ditingkatkan supaya memenuhi
kriteria yang ditetapkan PBB bagi berlangsungnya jajak pendapat
yang adil dan bebas dari intimidasi. Sebagaimana dikemukakan dalam
surat Annan tanggal 14 Juli, Sekjen PBB akan mengevaluasi situasi
keamanan di Timtim pada saat pendaftaran pemilih berlangsung
separuh jalan (sekitar pekan depan).

Pada saat itu, Annan akan menetapkan apakah jajak pendapat yang
dijadwalkan pada 21 dan 22 Agustus bisa dilangsungkan atau tidak.
''Saya tetap percaya bahwa pemerintah Indonesia akan terus
meningkatkan situasi keamanan sehingga betul-betul kondusif bagi
jajak pendapat sesuai kesepakatan 5 Mei,'' demikian Annan.

Pada bagian lain laporannya, Annan mengatakan di samping telah
berlangsungnya pendaftaran pemilih secara damai sejak 16 Juli
lalu, UNAMET mencatat adanya pemilih potensial yang mengungsi,
baik atas dasar keinginan sendiri maupun yang takut karena
intimidasi.

''UNAMET sedang berusaha agar para pengungsi ini bisa ambil
bagian dalam jajak pendapat,'' kata Annan.

Untuk menjamin keakuratan dan integritas informasi mengenai
pemilih, UNAMET telah melakukan komputerisasi data pemilih secara
internasional yang dilakukan di Australia. Untuk keperluan itu,
tiga ahli pemilihan internasional didatangkan ke Timtim untuk
membantu proses pendaftaran, menerima keluhan, dan persengketaan
tentang stautus calon pemilih.

Annan juga melaporkan, saat ini UNAMET beroperasi secara penuh dan
penempatan personil PBB di Timtim telah tuntas. Jumlah sukarelawan
PBB kini sebanyak 425 orang. Komponen polisi sipil yang dikomandani
oleh Alan Mills dari Australia juga telah beroperasi dan telah
menjalin hubungan kerja yang baik dengan polisi setempat. Sebanyak
243 polisi sipil PBB telah ditempatkan di Timtim, dan pada akhir
pekan ini akan bertambah jumlahnya menjadi 261 orang.

Di Canberra, Menlu Australia, Alexander Downer, membantah pihaknya
menyebarkan bocoran dokumen -- yang diragukan keabsahannya -
mengenai skenario kemerdekaan Timtim oleh pejabat pemerintah RI.

''Saya juga tidak yakin pejabat senior Indonesia akan menulis
laporan seperti itu,'' katanya sebagaimana dikutip Radio ABC
Australia, Rabu.

Downer mengatakan, pihaknya tidak bertanggungjawab atas apa yang
muncul di media massa Australia karena pemerintahnya tidak
melakukan kontrol kepada media.

Sejauh ini, menurut Downer, soal Timtim tidak mempengaruhi
hubungan bilateral kedua negara. ''Jakarta juga menyambut baik
rencana kunjungannya ke Jakarta dan Dili, minggu depan,'' katanya.

Dokumen yang bocor ke media massa Australia memuat laporan tentang
rencana darurat apabila rakyat Timtim menolak otonomi. Laporan itu
ditujukan kepada Menko Polkam dan ditandatangani HR Garnadi yang
disebut sebagai Asisten Khusus Menko Polkam Feisal Tanjung.

HR Garnadi sendiri, adalah salah seorang Wakil Ketua Satgas
Pelaksanaan Penentuan Pendapat di Timtim (P3TT). Ketua Satgas,
Dino Patti Djalal, membantah adanya surat kepada Menko Polkam itu.
(ant)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jul 1999 jam 06:10:27 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke