---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Republika, 28 Juli 1999 'Xanana tak Boleh ke Timtim Selama Jajak Pendapat' JAKARTA -- Selama jajak pendapat berlangsung, menurut Menteri Kehakiman Muladi, gembong Fretilin, Xanana Gusmao, dilarang berkunjung ke Timor Timur (Timtim). Ini semata karena alasan keamanan. ''Saya kira berat jika Xanana ke sana,'' ujar Muladi kepada Republika, kemarin (27/7) di Jakarta. Jajak pendapat bagi Xanana, lanjut Muladi, bisa dilakukan di berbagai tempat termasuk Jakarta. ''Nanti pemerintah akan menentukan tempatnya, tapi yang pasti tidak di Timtim,'' ujarnya. Secara terpisah, Ketua Pelaksana Harian Dewan Pemantapan Keamanan dan Sistem Hukum (DPKSH) Jenderal TNI Wiranto menegaskan, sebagian masyarakat Indonesia tetap mengharapkan Timtim masih bergabung dengan Indonesia. ''Saya kira kita mengharapkan keinginan masyarakat Indonesia agar Timtim masih menjadi bagian yang sah dari Republik Indonesia dengan menerima otonomi khusus. Itu dapat terwujud dan itu harapan,'' tandas Wiranto seusai sidang DPKSH di Bina Graha. Menurut Wiranto prioritas pelaksanaannya itu sukses, aman, sesuai dengan apa yang dicanangkan di dalam persetujuan tripartit di New York yang telah disepakati bersama Portugal dan PBB. Menurut Wiranto, kewajiban pemerintah di dalam tripartit adalah memperoleh dukungan di Timtim dengan baik. ''Itu sudah dilaksanakan oleh pemerintah dengan TNI dan secara optimal sehingga sampai saat ini dengan telah ditentukan pelaksanaan pendaftaran sejak tanggal 16 Juli yang lalu. Tentang intel Australia yang menyusup ke UNAMET (United Nations Mission East Timor), Wiranto menegaskan, itu oknum. ''Jangan kita salah. Sebab kalau kita menuduh UNAMET sebagai institusi yang tidak netral, itu kan tidak betul,'' tegasnya. Menurut Wiranto, UNAMET merupakan bagian dari misi yang telah disepakati bersama dan bersifat internasional. Bukan institusinya tetapi beberapa oknum, ada beberapa mereka yang voluntir, ada orang yang direkrut dari beberapa negara sehingga tentu saja ada di antara mereka yang tidak fair dalam melaksanakan tugasnya. ''Nah ini kita protes, yang kita catat dan kita laporkan, baik kepada UNAMET maupun pihak yang bersangkut dengan itu. Dan itu sudah diselesaikan. Misalnya ada intelijen dari Australia, itu sudah diselesaikan oleh satgas P3TT dan pihak UNAMET di mana yang bersangkutan mengakui betul, identitasnya itu tetapi sudah pensiun sehingga sekarang menjadi voluntir di Timtim,'' papar Wiranto. Sementara Kaster TNI Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, jangan sampai ada pihak yang mempunyai agenda tersembunyi dalam proses jajak pendapat di Timtim. ''Kita ingin benar melakukan proses politik sesuai dengan kesepakatan bersama dan dambaan kita bersama,'' ungkapnya. Kaster mengungkapkan hal itu menyusul terungkapnya intel Australia. ''Yang saya tahu ada staf UNAMET yang berasal dari Australia dan kemudian dikenali staf UNAMET."(one/dam/ris/jok) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Jul 1999 jam 07:50:08 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
