---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 4 Agustus 1999 Upaya Menggoyang TNI DALAM Konstelasi politik di tanah air, peran TNI seperti tak henti-hentinya disorot, sejak orde baru sampai era reformasi saat ini. Anehnya, sorotan terhadap peran TNI, banyak yang tidak bijaksana. Bahkan penuh kesinisan dan curiga. Peran TNI dalam kancah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara selalu ditempatkan pada posisi dilematis. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai hujatan dan caci- maki terhadap peran TNI, ketidakpercayaan pada paradigma baru TNI yang telah melakukan reformasi internal. Bahkan mengungkit-ungkit legitimasi TNI di DPR/MPR, khususnya berkaitan dengan 38 hak suara TNI dalam pemilihan presiden pada SU MPR 1999 mendatang. Sehingga reaktualisasi, reposisi dan redefinisi TNI yang dilakukan selama era reformasi ini dianggap hanya setengah hati. Menurut saya, penilaian terhadap TNI selama ini tidak fair, Reformasi yang dilakukan TNI memang tidak langsung secara total dan menyeluruh. Tapi bertahap dan berjenjang. Ini kurang dipahami oleh berbagai pihak. Upaya menggoyahkan TNI rupanya tidak cukup sampai disitu. Dihembuskan isu seolah-olah dalam tubuh TNI tengah berlangsung pergolakan para petinggi dalam memperebutkan posisi strategis di Angkatan Darat. Salah satu isu yang sulit dipahami dan diragukan kebenarannya adalah bahwa Kepala Staf Teritorial TNI Letjen Soesilo Bambang Yudhoyono kesal kepada Jenderal Wiranto, karena tidak, memberikan dukungan kepadanya untuk menjadi kasad. Sehingga dia pun beberapakali melakukan gerakan politik untuk mencoba meraih posisi tersebut. Isu pergolakan para petinggi TNI tersebut, menurut hemat saya mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Sasaran utamanya adalah menggoyahkan TNI agar satu sama lain saling curiga. Sehingga timbul perpecahan dalam tubuh TNI. Kalau sudah terjadi demikian, maka kredibilitas TNI akan semakin terpuruk di mata masyarakat dan jauh dari percaturan politik di masa mendatang. Strategi itulah yang mungkin diterapkan dan dianggap paling efektif untuk menyisihkan peran TNI. Saya yakin isu pergolakan di kalangan petinggi TNI hanya merupakan isapan jempol yang tidak didasarkan pada fakta. Lagipula loyalitas dalam tubuh TNI sangat dijunjung tinggi. Karena itulah mereka solid sekarang. Saya juga yakin, Letjen Soesilo Bambang Yudhoyono adalah salah satu putra terbaik bangsa yang memiliki jiwa pengabdian tulus pada bangsa dan negara. Beliau adalah sosok generasai muda TNI yang memiliki kemampuan dan wawasan sangat luas, sehingga kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Jadi tidak mungkin seorang putra terbaik bangsa sendiri Soesilo Bambang Yudhoyono menghancurkan kredibilitas dirinya hanya untuk mengejar jabatan. Jika tidak dikejarpun, saya rasa jabatan tersebut dengan mudah dapat diraih. Karena berbagai persyaratan sudah ada pada dirinya. Rahmat Sudewo Jakarta Timur ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Aug 1999 jam 08:25:29 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
