---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PANGLIMA PEJUANG INTEGRASI DITAMPAR JENDERAL WIRANTO DILI (MateBEAN, 7/7/1999) Berawal dari beredarnya surat yang ditandatangani oleh Joao da Silva Tavares yang menyerukan perang jika otonomi kalah di Timor Timur. Surat bernomor 010/INS/PPI/VII/1999 yang bocor dan dibaca oleh maysrakat luas di bekas koloni Portugis. Kemungkinan surat yang ditembuskan ke Panglima ABRI di Jakarta sebagai perhatian dan pihak militer lainnya itu sampai di telinga Wiranto di Jakarta. Joao Tavares yang mendapat julukan Panglima Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) itu dipanggil Panglima ABRI ke Jakarta. Dalam pembicaraan yang serius itu, Wiranto menanyakan kenapa surat rahasia itu bisa beredar di masyarakat. Surat dua halaman itu tidak saja beredar di Dili tapi juga dibaca oleh kalangan luas di daerah perbatasan antara Timur Timur dan Timur Barat, bahkan sampai juga di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Mendengar jawaban Joao Tavares itu, Wiranto marah besar. Menurut Wiranto, isi surat itu akan merusak citra TNI dan Pemerintah Indonesia di mata dunia internasional. Jawaban Joao yang tak memuaskan membuat Wiranto langsung menampar pipi Joao Tavares. Tentu saja Joao tak bisa membalas. Ia hanya diam dan segera pamit. Menurut sumber yang berhasil dihubungi MateBEAN, Joao Tavares langsung kembali ke Dili. Untuk membantah keterlibatannya, Joao segera menghubungi jurnalis untuk sebuah konferensi pers di Kantor FPDK (Forum Persatuan Demokrasi dan Keadilan). Ia didampingi oleh Basilio Dias Araujo, juru bicara FPDK. Dalam kesempatan itu, Joao menjelaskan ketidaktahuannya atas surat yang beredar itu. "Yang jelas, itu bukan tandatangan saya. Dan stempel yang dibubuhkan dalam surat tersebut jelas palsu," jelas Sang Panglima kepada para jurnalis dari media lokal dan nasional maupun dan asing. Tentu saja keterangan Joao dibantah oleh mereka yang sempat membaca surat itu. "Ah, surat itu benar dia yang mendatangani." Surat itu jelas dikeluarkan dari markas besar golongan pendukung integrasi. "Dia itu pembohong besar," jelas seorang ibu yang sedang makan di sebuah restoran di Colmera. Surat yang dikeluarkan di Balibo pada 17 Juli 1999 itu ditujukan kepada Komandan Milisi di wilayah Timor Timur juga dibantah keras oleh para pejabat di Timor Timur. Antara lain oleh Wakapolda Kolonel Pol. Drs. Muafi Sahudji, SH. "Masyarakat jangan percaya selebaran gelap," katanya, seperti dimuat sebagai judul berita Harian Suara Timor Timur (STT) itu. "Jangan percaya pada selebaran-selebaran dan isu-isu, bahwa akan terjadi perang di Timtim. Semua orang tidak ingin perang. Siapa sih yang mau perang di sini? Semua orang ingin aman. Saya kira kita sepakat bahwa kita mau aman, termasuk saya juga mau aman. Kalau masyarakat aman, saya sendiri juga aman," katanya pada jurnalis STT di ruang kerjanya, Jum'at (6/8). Meskipun surat yang dikeluarkan oleh PPI itu telah dibantah oleh Joao Tavares, tapi beredarnya dokumen itu telah mencemaskan rakyat banyak. Ribuan orang warga luar Timor Timur berangsur-angsur meninggalkan wilayah yang diakui sebagai Propinsi ke-27 oleh Indonesia itu. Mereka sangat khawatir jika berita dalam surat itu menjadi kenyataan. Bahkan, rakyat NTT di perbatasan Timor Timur tengah bersiap-siap untuk mengungsi ke Atambua. Siapa yang tak cemas jika dalam surat instruksi yang kini dianggap palsu itu menyebutkan, sebelum hasil jajak pendapat diumumkan akan dibagikan 15.000 pucuk senjata, didukung oleh pasukan elit TNI dan peralatan perang seperti tank dan pesawat tempur yang telah berpangkal di Kupang dan Ujungpandang. Untuk mempertegas bantahan Joao, ia minta bantuan UNAMET untuk mencari orang-orang yang membuat surat tersebut dan menuntut pertanggungjawaban atas perbuatannya. Dan untuk membuktikan bahwa dokumen itu paslu, Joao da Silva Tavares memperlihatkan stempel dan kop surat serta tandatangannya kepada jurnalis. "Bandingkan dengan yang tertera dalam dokumen itu," katanya, serius.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Aug 1999 jam 10:52:17 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
