---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Sabtu sore itu para nabi kampung Lontar berkumpul kembali. Ini adalah Sabtu penting karena D-day serangan fajar menyatroni rumah keluarga kikir tamak dan arogan akan berlangsung lewat tengah malam nanti. Dalam kesempatan itu, Bonang sebagai rasul pemimpin kongres memberikan wejangan terakhir dan mencoba meyakini para pengikutnya bahwa jalan yang mereka tempuh adalah jalan yang halal, sebuah jihad fisabillah yang sesungguhnya, walaupun harus meyimpang dari hukum , etika dan norma-norma agama. " Kawanku sekalian " Kata Bonang sambil menatap teman temannya dalam yang duduk teratur dalam kelas kembali. " Nanti malam kita akan berbuat sesuatu yang bersejarah kembali bagi umat miskin di kampung kita ini.Aku tahu ini perjuangan bukanlah hal yang gampang dan penuh resiko.Dan wajar saja bila hati kalian pasti ada yang ragu dan penuh sangsi pada aksi ini " Bonang menekankan lidahnya demikian pasti. " Nggak...kita nggak merasa ragu !! " Teriak Berto sambil berdiri.. Bonang tersenyum bangga.Abung juga berdiri " Gue juga nggak ragu " katanya pasti . " Aku juga Nang " Kata Buyung yang ikutan berdiri di sudut. " Jangan tinggali Parjo Nang " kata si Jawa ini sambil bangkit dari kursinya. Satu demi satu mereka berdiri, " Tarjo Iklas Nang " kata penjaga sekolahan ini.Lim Auk Ah jelas tidak mau kalah " Eh apa elo orang mau ninggalin gue sendirian? " Celetuknya sambil mengusap air mata lantaran terharu. Suasana hening dan emosi kemanusiaan menguasai setiap sudut dinding. Bonang terkesima menyaksikan keseriusan dan ketulusan kawan-kawannya. Sudut mata Bonang membasah , dia tenggelam dalam lautan haru, sebelum sebuah teriakan menggema dari luar jendela kelas mengaggetkan mereka semua. " Saya bersedia membantuuu..! " Ahmad Aidit berdiri di luar jendela, wajahnya juga menampakan ketulusan. Bonang en de geng menatap satu sama lain tidak percaya.Berto menggeram tanda kesal, Tapi Lim menyenggol dan membujuk " Dia kayanya serius Ber " Setelah saling bisik berbisik, mereka memutuskan mengajak Aidit ikut rapat itu. Bonang menyilahkan Aidit duduk, dan jelas Aidit duduk dengan perasaan gembira. Bonang melanjutkan pidato mengenai hukum. " Hukum dan agama adalah buatan manusia, hukum selama ini telah menutup mata dari umat miskin seperti kita, dan agama ? agama adalah suatu organisasi penuh kasta yang picik egois yang cuma perduli dengan ritual memuja Tuhan. Kumpulan manusia yang balapan cari pahala itu selama ini juga bungkam dan menulikan diri dari jerit keperihan manusia melata seperti janda Supeni, Keluarga bu Dibjo, Janda Martinah dan anak anaknya. Agama tidak memberi makan orang yang lapar,tidak mengobati busung lapar si Khaidir, tidak menyembuhkan penyakit kurang gizi bayi bayi gembel. Karena itu aku ingin menekankan, Tuhan tidak mengenal dan perduli pada agama orang.Dia tidak butuh segala upacara dan tetek bengek ibadah., Dia ingin manusia berbuat baik dan menolong sesama sebelum menyembah padanya.Kita adalah wakil Tuhan yang sesungguhnya..kita lebih penting dari semua mentri dan pemimpin negara . Kita juga lebih berharga dari seribu pendeta, santri dan ulama..." Pidato ala Mc Arthur Bonang yang menggeletar itu membuat air mata Buyung si minang turun deras, barangkali dia mengingat kepelitan keluarganya yang juga pernah menjadi target aksi geng ini. Abung menitikan air mata juga, dipeluknya si Lim yang duduk disampingnya. " I lop yu broder " ( Abung walaupun tidak bisa baca tulis adalah penggemar Beverly 90210 ) Parjo berdiri kembali, tapi kali ini dia cuma ingin mengabadikan pidato Bonang dengan kamera kodak murahan, Kilatan cahaya blitz memantul menerpa wajah sang Rasul keturunan Karo ini Tiba tiba secara samar samar mereka melihat sebuah lingkaran cincin halo mengambang di atas kepala Bonang. Berto sebagai orang katolik yang selalu memberi blessing pada siapapun, termasuk pada Benny Moerdani setelah peristiwa pembantaian di Tanjung Priuk dengan blessing dalam bahasa inggris " Yesus Love you, but everyone else thinks you are an asshole.." Segera menunduk dan berdoa pada Bapaknya di sorga " Ya Tuhan Bapak, berkatilah namamu dan muliakan Bonang selalu " Sebelum si Buyung yang muslim membangunkan Berto dengan penjelasan " Ber itu bukan lingkaran halo, cuma asap rokoknya si Parjo..." Bonang meneruskan : " Kita semua adalah saudara.Di mataku kalian adalah adik dan abangku sendiri, Dalam cinta sesama manusia seperti ini, kepercayaan dan warna kulit tidak lagi berarti. Dalam menyanyangi satu sama lain, bahkan sebuah negarapun akan kehilangan harga di bandingkan nilai manusia. " Aidit termangu mangu dia berujar dalam hati " Stalin loves you Bonang .." Aidit memang manusia yang fanatik dan tidak realistik. walaupun dia kelewat mencintai Komunis, jelas dia tidak bisa membedakan ajaran Bonang yang humanis dengan Stalin yang pernah membunuhi jutaan umatnya sendiri sambil merajam dan meluluh lantakan religi. " Oleh sebab itu, kawanku... Marilah kita berdoa kepada Tuhan pemilik semua mahluk hidup, baik beragama atau tidak beragama.Kaya atau manusia jelata. Sakit atau sehat walafiat. Berdoalah agar perjuangan kita ini berhasil dan berguna untuk menyadarkan para manusia yang lupa. Yang tamak rakus dan serakah..yang berlindung di balik ayat ayat, yang berlindung di balik jabatan. Mari kita sadarkan mereka dengan mengangkut TV, Video,aki mobil, ban serep, lampu pajangan, gelas kristal, radio 2 band, duit di dompet,CD player, pulpen parker,sepatu jogging, kaos impor merek Fruits of the loom, Breast Holder ( BH ) merek Bally, bahkan kolor mereka sekalipun...". Gemuruh tepuk tangan tiba tiba membahana. Para Nabi berdiri kembali memberikan standing ovation pada pidato ini persis seperti acara di Academy Award yang sering anda saksikan sambil ngaceng dan iri di layar TV. Bonang mengakhiri orasinya dengan ; " begitulah kawan, saya akhiri pidato ini sampai di sini. Karena saya harus ke tempat Nisye sebentar lagi sampai jumpa nanti malam di sini kembali " Dalam akhir rapat itu, mereka saling bersalam salaman. Berpelukan dengan akrab. Dan sebelum mereka bubaran Bonang menyuruh mereka berkumpul sebentar sekali lagi. Dia mengambil dua bungkusan besar dari kolong meja Dengan senyum simpul dia membukanya di hadapan mereka. Tarjo , Berto dan Parjo terkaget kaget ketika disodori Bonang baju dan celana yang berbahan halus merek Versace. Abung dan Lim juga hampir melonjak seakan tidak percaya ketika Bonang menyuruh mereka mengenakan sepatu Salvatore Ferragano dan Ballys. Sedang Buyung kebagian dasi dan short coat yang menawan. Aidit yang menggigil gigil ngiri mukanya sedih takut tidak kebagian. Tapi Bonang adalah rasul, dia tidak bisa membiarkan umatnya cemburu dan mengutuk sendirian.Setelah dia mendermakan pakaian mahal yang sebagian memang bukan ukurannya ( celana Bonang ukuran 33) Sepatu (81/2) dia juga tidak bisa menelantarkan simpatisan PKI ini sendirian. Dengan pasti dilemparkannya pada Aidit 2 gesper merek Perry Ellis. Dan sang komunis yang anti barat ini dengan cekatan menangkap barang produk Kapitalis itu dengan wajah puas dan bahagia... Sang commie ini sempat tabik berkali kali pada Bonang, sebelum Rasul Kampung Lontar ini berlalu meninggali kerumunan orang-orang yang masih bergunggam-gunggam tidak percaya, sebagian tertawa senang, sebagian sibuk mencoba baju dan celana... Kumpulan manusia susah itu kini nampak tampan seperti bintang pelem semua... [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Aug 1999 jam 20:51:51 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
