----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

From: Pembela Bangsa

Para rekan reformis sekalian,
   Artikel di bawah menunjukan bahwa GOLKAR masih
juga mencoba untuk bermain curang di arena politik meskipun kita telah
memasuki era reformasi. Hal seperti inilah yang kita harus pengain mulai
dari sekarang jangan hanya memenrangi dan mendemo KKN tapi marilah kita demo
juga manuver manuver politik yang licik seperti ini.

Salam joang
Down with Habibie

Bambang - swiss/ fl

Soal Utusan Daerah MPR
Agung Akui untuk Amankan Habibie

Jakarta, Kompas
Salah seorang menteri Kabinet Reformasi Pembangunan Agung Laksono (Menpora)
mengaku, dirinya dipasang di Utusan Daerah Majelis Permusyawaratan Rakyat
(UD MPR) dimaksudkan untuk mengamankan posisi Habibie sebagai calon presiden
dari Partai Golkar."Terus terang saja, salah satu tujuannya untuk
mengamankan Pak Habibie sebagai calon presiden dari Partai Golkar. Karena
ini amanat partai, saya tunduk dan bersedia," kata Agung menjawab Kompas di
DPP Golkar, Jumat (13/8), usai Rapat Koordinasi Nasional X Partai Golkar.

Dijelaskan, tujuan utama dari masuknya sejumlah menteri untuk duduk di UG
MPR adalah untuk menyukseskan Sidang Umum MPR. Tetapi karena Rapat Pimpinan
(Rapim) Golkar mengamanatkan Habibie untuk dijadikan sebagai presiden, kata
Agung, usaha memperkuatnya termasuk di UD MPR. "Saya tunduk pada kehendak
partai," katanya.

Tentang adanya penolakan dari daerah seperti di Sulawesi Tenggara dimana
dirinya dicalonkan, Agung berharap, penolakan itu sudah tidak ada lagi.
Alasannya, yang dikembangkan adalah visi nasional dan kebangsaan.
Diingatkan, setiap propinsi mendapat jatah lima kursi UD MPR. Apabila Golkar
meraih tiga kursi saja, katanya, bakal ada pengaturan komposisi antara tokoh
daerah dan tokoh yang tidak berdomisili di daerah. "Yang penting tokoh itu
bisa menangkap dan memperjuangkan aspirasi daerah," ujarnya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung dalam tanya jawab dengan pers
kembali menegaskan tekadnya untuk mengupayakan sejumlah menteri, mantan
menteri dan fungsionaris Golkar menjadi UD MPR. Mereka adalah Agung Laksono
(Sulawesi Tenggara), Fachmi Idris (Kalimantan Selatan), Ginandjar
Kartasasmita (Jawa Barat), Theo L Sambuaga (Sulawesi Utara), mantan Mennaker
Abdul Latief (Sumatera Barat), Ketua DPP Abdul Gafur (DI Aceh), Ketua DPP
Marzuki Darusman (Nusatenggara Timur), dan Sekjen Tuswandi (Nusatenggara
Barat).

Sebaiknya daerah

Menanggapi usaha DPP Golkar yang akan menggolkan sejumlah menteri, mantan
menteri, dan fungsionaris partai untuk menjadi Utusan Daerah MPR (UD MPR),
pakar politik Andi Mallarangeng yang ditemui Kompas di tempat terpisah
mengatakan, hal itu tidak bisa dicegah dan merupakan kebijakan intern
partai.

Mallarangeng yang juga anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) wakil pemerintah
itu merasa KPU tidak perlu memberi kriteria tentang UD MPR. "Berikan saja
sepenuhnya kepada DPRD I," katanya.

Tentang siapa yang pantas dan berhak duduk sebagai anggota UD MPR,
Mallarangeng menjelaskan, sebaiknya mereka yang mewakili aspirasi daerah.
"Sebaiknya pula mereka memang berdomisili di daerah yang bersangkutan, bukan
tinggal di Jakarta tetapi mewakili suatu daerah tertentu," katanya.

Mallarangeng tidak menepis kemungkinan adanya tokoh daerah yang tinggal di
pusat (Jakarta) dengan alasan tidak bisa berkiprah di daerah. "Bagaimana
kalau orang-orang daerah menganggap itulah tokoh kami yang layak duduk di UD
MPR, meskipun dia tinggal di Jakarta? Ini pun tentunya harus
dipertimbangkan," kata Mallarangeng yang mengaku bicara apa adanya tanpa
bermaksud mendukung usaha Golkar.

Gagal ke Senayan

Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tandjung dalam temu pers sehari sebelumnya
mengakui, sejumlah fungsionaris DPP gagal menjadi anggota DPR karena tidak
memperoleh suara yang signifikan dalam Pemilu 1999. Fungsionaris DPP yang
gagal melenggang ke Senayan itu termasuk tiga Ketua DPP.

Meskipun Tandjung tidak merinci nama-nama itu, sumber Kompas di DPP Golkar
mengungkapkan, ketiga Ketua DPP yang gagal itu ialah Abdul Gafur (Aceh),
Freddy Latumahina (Maluku), dan Aulia A Rachman (Kalimantan Tengah). Mahadi
Sinambela (Sumatera Utara), anggota KPU Wakil Golkar, juga gagal menjadi
anggota DPR.

Tetapi dalam draft "Daftar Anggota DPR dari Partai Golkar" yang beredar di
DPP, nama Aulia A Rachman dan Freddy Latumahina masih tercantum di antara
120 anggota DPR dari Partai Golkar. Sedangkan nama Abdul Gafur tidak
tercantum lagi. (pep)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Aug 1999 jam 09:37:18 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke