----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Saya tertawa demikian keras sampai membangunkan  Farrah,
si kucing betina yang baru terlelap tidur siang selesai menyantap
Alpo Tuna fish merek Friskie , makanan kesukaannya.

Saya tertawa ketika membaca email yang masuk dan kolom di
indopub seperti tulisannya si Hamzah dan Ibrahim tentang proletar jelas..
Tadinya saya memang masih sering bertanya " apakah benar diri saya
memang sudah ngetop ? " Seperti yang ditulis si Ibrahim:

>>Pertama saya ucapkan kepada saudara Hasan Basri yang telah berhasil
mempopulerkan diri anda dan berhasil mendapatkan segelintir fans
walaupun hanya sebatas pada mailing lists saja <<<

Tapi setelah periksa 20 disket tempat saya menaruh 1000 lebih email
pembaca dari 700 netter yang iseng saya kumpulin sejak Januari,
saya pilah pilah mana yang menyukai proletar mana yang anti, mana yang
menjadi sahabat , mana yang mengancam untuk membinasakan, mana yang
ingin mengajari dan mencoba mengajak saya kembali ke jalan yang lurus
( sebuah niat yang baik ) ,mana yang sekedar menempelkan titel baru sebagai
kafirun, munafikun, murtad, dan mana yang menggemari kolom proletar,
maka biarkanlah sekarang ini saya memaklumatkan diri dengan sombong
 " Saya memang sudah ngetop ." he he he glek...

Kadang kadang terus terang saya suka bermimpi, kolom proletar bisa menjadi
kolom berpengaruh yang disukai jutaan manusia Indonesia di seluruh dunia.
Tahun 2000 semua semua netter berbahasa Indonesia akan membuka situs
Proletar dengan jumlah sekian juta hit perhari,dari anak SMP sampai anggota
DPR. dari mahasiswa pemalas yang kerjanya cuma cybersex di IRC sampai
ibu rumah tangga yang ingin mengikuti cerbersal Bonang, semua senang...
semua menggemari Proletar sehingga akhirnya saya bisa menulis sambil
jualan buku, dan karena jumlahnya jutaan yang terjual,saya akhirnya jadi
milyarder...bayangkan....Milyarder pertama yang tetap memakai gelar
kaum pinggiran...ops...

Tapi menulis di milis apakabar dan Indonesian news jelas tidak menghasilkan
duit. Karena era milenium baru telah mendekat dan desakan untuk merubah
keadaan demikian ketat plus keinginan membayar tuntas utang credi card
saya akhirnya terpaksa mencari tambahan income dengan bekerja sebagai
waiter di American Steaks House si South Cambel.

3 hari belakangan ini saya masih dalam training,kaki saya capek keliling
dari meja ke meja menjadi host sebelum mendapatkan seksi sendiri.
Waiter dan bus boy bergerak cepat berputaran bagai gasing.
Ratusan manusia antri makan silih berganti. Saya masuk dapur dan bergidik
melihat timbunan piring dan panci, para dishwaher bekerja seperti kuda,
para cook tukang potong daging,pembuat kue moving seperti robot tanpa
menunjukan kelelahan setelah berkerja berjam jam .

Emi adalah waiter cantik yang mulai menunjukan genitnya. Philys ,bule ini
lain lagi. Terry si cowok gendut masih saja bertampang masam, padahal saya
ketika saya tanya " Berapa rata rata mendapat tips satu hari ?" Dia menjawab
" Tergantung, pada hari yang baik, gue dapet 115 dollar , kalo lagi sial cuma
30
dollar "  Well kerja 6 jam dengan pendapatan begitu bukannya lumayan?

Menjadi waiter gaji cuma $ 2.30  per jam. Jadi satu satunya cara agar bisa
berduit ya mesti jualan service dan senyum. Pura pura baik dan gemar melagukan
Happy birth day buat tamu yang sedang ulang tahun. Pandai mengajak bicara
dan jangan lupa mengisi gelas yang sudah setengah kosong.

Brian, Charlie dan Robert untunglah manajer yang bisa mengerti bila saya
rada grogi menghadapi serbuan pengunjung restauran yang deras membanjiri
bangku bangku kadang membuat panik. Jane bule kecil sempat mangkel kemarin
lantaran saya jarang mengisi seksinya dengan tamu, juga salah menumpuk piring
bekas di meja kosongnya, tapi tadi malam dia mulai bisa diajak bersahabat.

Saya kerja 4 jam sehari mulai minggu ini.
Jadi sekali lagi, pada siapapun yang menyangka bahwa Hasan Basri adalah
orang BIA atau BAKIN, atas seorang provokator yang dibayari pihak intelejen,
semua itu adalah anggapan yang sama sekali salah..

Proletar sekarang kerja sambilan  jadi  part time waiter


Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Aug 1999 jam 18:02:31 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke