---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Republika, 21 September 1999 Tak Mencerminkan 'The Champion of Human Right' CANBERA-Dari Canbera Antara melaporkan, warga Australia pendukung Timtim terus melakukan intimidasi dan kebringasan terhadap masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Sydney dan kota-kota lain di Australia. "Kelakuan warga Australia jauh lebih buruk dari masyarakat dunia ketiga, dan tidak mencerminkan gembar-gembor klaim mereka sebagai 'The Champion of Human Right'," kata Jon Soemarjono, warga Indonesia yang menjadi pengajar di Universitas Sydney. Jon Soemarjono ikut menjadi sasaran kebringasan para simpatisan Timtim di Sydney yang kebanyakan terdiri dari "bule". Ia dan keluarganya diteror dan dicaci-maki, sementara banyak mahasiswa Indonesia mendapat penghinaan. Bahkan kadangkala tidak diperkenankan menggunakan lift (elevator) kampus, kata Jon yang juga Ketua Persatuan Indonesia, organisasi induk dari beberapa perkumpulan masyarakat RI di Sydney dan sekitarnya. Jon mengaku, perlakuan pendukung Timtim itu sudah keterlaluan. Sebelum ini mereka hanya melakukan demonstrasi dan unjuk rasa biasa, tetapi kini sudah melakukan penyerangan, perusakan dan teror lewat telepon. Pihak Persatuan Indonesia atas nama masyarakat dan pelajar/mahasiswa Indonesia di Sydney telah melayangkan surat protes kepada kantor PM John Howard dan pemimpin oposisi Kim Beazley. Namun sejauh ini belum ada tanggapan langsung kepada masyarakat RI. Menurut Koordinator Forum Komunikasi Indonesia di Sydney Silvester Kodhi hari Minggu kemarin, toko Indonesia di Darling Harbour Sydney diserang sejumlah massa pendukung Timtim sehingga mengalami kerusakan parah. Warga Indonesia juga menjadi incaran di tengah-tengah berlangsungnya acara kegiatan sosial." Di Opera House ketika sedang melakukan kegiatan sosial kami didatangi sejumlah orang dan menanyakan apakah anda pendukung Timtim?," cerita Kodhi. Sementara putrinya dan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Teknik Sydney mendapat perlakuan pelecehan. Di Canberra, seorang mahasiswa RI menerima beasiswa AusAID di Universitas Nasional Australia (ANU) Agus Wahyudi menyatakan mundur sebagai protes atas sikap dan pernyataan pemerintah Australia yang tidak fair terhadap indonesia. Agus mengaku prihatin atas perkembangan di Timtim, namun arogansi Australia yang terus menekan dan mengancam akan mengaitkan bantuannya kepada Indonesia dirasakan sangat menyakitkan hatinya. "Saya risau dengan pernyataan itu karena itu berarti sama saja Australia ingin menyengsarakan rakyat miskin di Indonesia," kata Dosen di Universitas Gajah Mada (UGM) itu. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Sep 1999 jam 11:34:30 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
