----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 18 September 1999

Howard Mulai Dikecam Masyarakat Australia

CANBERRA (Media): Kebijakan PM Australia John Howard atas Timtim
yang tidak lagi memprioritaskan hubungan baik bilateral dengan
Indonesia mendapat kecaman di dalam negeri Australia.

"Hubungan kedua negara yang berjalan baik selama ini terancam
mundur satu generasi. Sekarang masyarakat Indonesia dan
Australia mulai merasa asing satu sama lain," tulis mantan Dubes
Australia di Jakarta Richard Woolcott di kolom opini Harian The
Australian, Jumat.

Ironisnya, menurut Woolcott, pemerintah Partai Koalisi pimpinan
John Howard pula yang menempatkan Indonesia sebagai satu dari
empat negara terpenting sahabat Australia di Buku Putih
Kebijakan Luar Negeri Australia tahun 1997.

Sebagai seorang mantan diplomat Australia yang hampir seluruh
kariernya ditugaskan untuk menjalin hubungan baik Negara Kanguru
dengan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya,
Richard Woolcott mengaku amat sedih dengan situasi yang terjadi
sekarang.

Tidak seorang pun, termasuk warga Indonesia yang setuju dengan
keganasan milisi prointegrasi di Timtim dan dukungan yang mereka
peroleh dari TNI. "Tetapi saya lebih sedih lagi dengan kebijakan
yang saya temukan sekarang dari pemerintah Australia," tulisnya.

Negara-negara anggota Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara
(ASEAN), menurut Woolcott, kini tidak lagi bersimpati dengan
kebijakan pemerintah Australia atas Timtim.

Banyak anggota ASEAN kaget dengan tekanan pemerintah Australia
yang begitu kuat untuk memaksakan kemerdekaan Timtim secepatnya.

Sikap Australia itu mencerminkan kombinasi antara tekanan
domestik dan asumsi naif bahwa Australia akan dapat mengamankan
diplomasinya dengan sukses.

Itu semua membuat upaya sekian puluh tahun untuk menempatkan
Australia - sesuai realitas geopolitik - sebagai mitra kawasan
Asia menjadi mundur.

Sebagai buktinya, Richard Woolcott memberi contoh kesediaan
negara-negara ASEAN untuk menyumbang pasukannya dalam pasukan
multinasional ke Timtim didasarkan atas keinginan mereka untuk
membantu Indonesia. Bukan karena Australia meminta ASEAN untuk
melakukannya.

Sementara sentimen anti-Australia di Indonesia sekarang, menurut
Woolcott, sangat dipengaruhi atas berbagai kepentingan Australia
dalam pengiriman pasukan ke Timtim.

Oleh karena itu ia mengingatkan bahwa bukan tidak mungkin
pemerintah baru RI yang akan dipilih November mendatang akan
menjadi sangat nasionalis dan bemusuhan (antagonistis) dengan
Australia.

Sementara Editor Luar Negeri The Australian Greg Sheridan
menyesalkan sikap Howard kepada Indonesia yang menyebabkan
dicabutnya perjanjian keamananan kedua negara.

Menurut Sheridan, pembatalan perjanjian keamanan tersebut
menghancurkan keamanan Australia sendiri dan merupakan
kemunduraan bagi kerja sama regional.

Diingatkan, perjanjian keamanan tersebut lebih dari sekadar
simbolik karena merupakan ujud keinginan kedua negara untuk
menjaga kawasan tetap stabil.

Menurut Sheridan, perjanjian keamanan yang ditandatangani pada
Desember 1995 merupakan komitmen dua negara bertetangga - yang
memiliki perbedaan radikal - untuk dapat berdampingan secara
damai, saling menghormati, dan bekerja sama satu sama lainnya.

Kalaupun Howard maupun Menhan John Moore kini menilai bahwa
perjanjian itu merupakan kebijakan mantan PM Paul Keating
mengenai Asia, Sheridan berpendapat bahwa visi Keating tentang
Indonesia adalah tepat. "Tidak ada negara mana pun yang lebih
penting bagi Australia kecuali Indonesia," kata Keating waktu
itu.

Menurut Sheridan, sekarang semua saham perdamaian yang
ditanamkan telah berakhir. Itu tidak akan terbayar lagi. "Tidak
seorang pun yang akan berpikir bahwa situasi saat ini baik bagi
bangsa Australia," demikian tulis Greg Sheridan. (Ant/P-2)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Sep 1999 jam 11:34:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke