----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 20 September 1999

Lepaskan Aitarak ke Medan Laga

Jakarta, Rakyat Merdeka
Milisi Aitarak tampaknya sudah siap maju ke medan laga. Mereka
tidak rela melepaskan Timtim ke tangan pasukan multinasional.
Menurut bekas Sesdalopbang Letjen (Purn) Solichin GP, tidak ada
alsan melarang milisi Aitarak yang pro integrasi menembak tentara
Australia yang tergabung dalam pasukan multinasional.

"Biarkan saja pasukan Aitarak melawan pasukan Australia. Itu hak
mereka. Itu artinya milisi sudah amat kesal dengan Australia yang
ikut campur dalam masalah Timtim," ujar Solichin di Jakarta, tadi
malam.

Pernyataan ini dilontarkan menanggapi rencama milisi Aitarak yang
akan menghadapi pasukan Australia setibanya di Timtim. Rencana
tersebut, dinilai tokoh pejuang asal Jawa Barat itu, sebagai
luapan ketidakrelaan Aitarak terhadap lepasnya Timtim dari
Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, milisi pro otonomi meminta agar TNI dan
Polri meninggalkan Timtim dan membiarkan mereka berhadapan
langsung dengan pasukan multinasional PBB yang dipimpin Australia.

Seluruh anggota pasukan bersenjata pro otonomi yang tergabung
dalam Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) menyatakan tekadnya untuk
tetap menjadi warga negara Indonesia dan tetap tinggal di Timtim.
Bahkan mereka bertekad menghadapi pasukan PBB manakala dalam
tugasnya tidak netral. (Rakyat Merdeka, 19/9)

Solichin kemudian mengatakan, sikap milisi Aitarak yang akan
melawan pasukan Australia, bukan tanggung jawab TNI atau
pemerintah. Itu tanggung jawab masyarakat Timtim sendiri, karena
Aitarak merupakan bagian dari masyarakat Timtim.

Dia memperkirakan jika pasukan milisi tekadnya bulat untuk
berhadapan dengan pasukan multinasional, maka mereka tidak bisa
dihancurkan begitu saja. Keterbatasan pasukan PBB, lanjutnya, tak
bakal mampu mengatasi perang gerilya yang bakal dilakukan pasukan
Aitarak.

Ditanyakan kalau nantinya pecah perang dan jatuh korban, baik di
pihak milisi Aitarak maupun tentara Australia siapa yang harus
bertanggung jawab, Solichin mengatakan, semuanya adalah tanggung
jawab PBB.

Dengan masuknya pasukan multinasional ke Timtim, maka menurut
bekas Gubernur Jabar itu, sebaiknya seluruh pasukan TNI dan Polri
ditarik mundur dan menyerahkan segala tanggung jawab keamanan dan
ketertiban kepada PBB.

"Kalau TNI tetap di Timtim nanti tidak ada "homogenitas" tanggung
jawab di sana. Dan, jika TNI ditarik mundur dari Timtim, TNI tidak
lagi bertanggung jawab," tuturnya.

Menanggapi hal yang sama, pengamat politik dari LIPI Riza Sihbudi
mengatakan, tekad milisi Aitarak untuk menghadapi pasukan
multinasional tidak akan memecahkan masalah di Timtim. Bisa jadi
malah semakin rumit. Karenanya, Riza mengusulkan supaya
penyelesaian masalah Timtim diserahkan saja kepada PBB.

"Jangan bikin bersoalan baru. Pasukan Australia datang dengan
rekomendasi PBB. Jadi berada dalam pengawasan PBB, dan itu adalah
keputusan rapat DK PBB," tandasnya.

Jika perlawanan milisi Aitarak terhadap pasukan PBB benar-benar
terjadi, Riza mengkhawatirkan nama Indonesia akan semakin terpuruk
di mata dunia internasional.

Sementara itu dari Atambua dilaporkan bahwa Panglima Kodam
IX/Udayana Mayjen Adam Damiri menampik kemungkinan serangan yang
dilakukan kelompok milisi bersenjata pro integrasi terhadap
pasukan perdamaian PBB.

"Kita akan menertibkan para milisi bersenjata melalui Wakil
Panglima Perang Pejuang Integrasi (PPI) Eurico Guetrres," ujar
Adam Damiri menjawab pertanyaan wartawan ketika menyertai
rombongan pejabat tinggi Urusan Pengungsi (UNCHR) Sadako Ogata di
Atambua, kemarin.

Jenderal bintang dua ini merasa yakin TNI akan mampu mengendalikan
pasukan milisi pro integrasi agar tidak bersikap kasar terhadap
pasukan PBB.

Dalam kesempatan ini, Adam juga membantah kabar yang menyatakan
bahwa pihaknya akan menarik TNI organik seperti pasukan Yonif 745
dan 744 dari Timtim berkaitan rencana kehadiran pasukan PBB.

(DUF/TRA)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Sep 1999 jam 11:51:07 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke