----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 34/II/26 September-1 Oktober 99
------------------------------

ANCAMAN DISINTEGRASI HABIBIE

(POLITIK): Habibie mulai main ngancam. Kalau Golkar tidak mencalonkannya
sebagai capres tunggal Golkar, Habibie berniat membentuk Negara Indonesia Timur.

Bapak disintegrasi tampaknya memang pantas dialamatkan kepada Presiden BJ
Habibie, yang jabatannya tinggal beberapa minggu lagi ini. Setelah gagal
menyelesaikan kasus Aceh -yang menuntut referendum-, mengoyak-ngoyak Ambon
dan Timtim, Habibie juga mengancam mengoyak-ngoyak Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

Ancaman itu bukanlah isapan jempol. Lantaran diucapkan langsung dihadapan
Ketua Umum Ir. Akbar Tanjung dan sejumlah pejabat teras DPP Partai Golkar di
kediaman BJ Habibie di Patra Kuningan, pekan lalu. Sejak merebaknya  skandal
Bank Bali, yang juga melibatkan kroni dan Habibie sendiri, citra si Napoleon
(demikian kalangan dekat Habibie menjulukinya) ini memang terjerambab masuk
jurang sehingga membuat ia tidak populer lagi sebagai Capres. Akibatnya,
Partai Golkar mulai ragu dan akan meninjau kembali pencalonan BJ Habibie
sebagai capres dalam Rapat Pimpinan DPP Golkar, medio Oktober mendatang.

Menurut sumber Xpos yang layak dipercaya, ada tiga poin ancaman si Napoleon
kepada Akbar Tanjung dalam pertemuan itu. "Boleh-boleh saja kalau Rapim
nanti meninjau kembali pencalonan saya sebagai capres. Tetapi, perlu juga
saya beritahukan kepada Anda kalau rencana Golkar jadi dilaksanakan. Saya
memang seorang demokrat, tetapi saya menjadi demokrat di negara saya sendiri
di Indonesia Timur nanti. Jutaan rakyat Indonesia Timur menantikan saya jadi
pemimpin mereka," ujar Habibie kalem. Itu  ancaman pertama.

Ancaman berikutnya, "Saya juga seorang demokrat dan bisa menerima kalau
tidak menjadi capres. Saya akan mengabdikan diri saya. Mungkin bisa menjadi
seperti seorang Ramos Horta, yang memperjuangkan Timtim dari luar. Artinya,
saya akan menjadi oposisi yang efektif dan konsisten," tambahnya.

Dihadapan Akbar Tanjung dkk, Habibie juga mengemukakan bahwa sebagai sesepuh
Golkar, ia mempunyai banyak pengaruh ke bawah. "Jadi, saya bisa terima kalau
Golkar tidak jadi mencalonkan saya sebagai presiden berikutnya. Tetapi, saya
ini kan mempunyai banyak pengikut, saya bisa membentuk Golkar-Golkar yang
baru, sampai yang terkecil sekalipun," katanya. Menurut Akbar Tanjung, ini
artinya Golkar terpecah-pecah seperti butiran pasir, seperti yang
disampaikan Akbar Tanjung dan dikutip harian Kompas.

Lantaran ancaman Napoleon yang sangat mengerikan ini, mau tidak mau Akbar
Tanjung sengaja membocorkan kepada pers. "Kalau tidak membahayakan Negara
Kesatuan republik Indonesia, tentu saya tidak akan bocorkan ancaman Habibie
itu, namun karena ini menyangkut negara dan bangsa Indonesia, Akbar Tanjung
sengaja menyebarluaskannya. "Mungkin saya ini belum bisa dinilai reformis
sejati, tetapi kalau Habibie hendak menghancurkan negeri ini, saya memang
harus melawannya," katanya.

Secara organisatoris, Akbar mengakui, sebetulnya tidak boleh ia membocorkan
pernyataan Habibie di hadapan Menkeh Muladi dan kroninya. "Ini demi negara
kesatuan dan keutuhan bangsa ini. Tetapi, memang tidak semuanya saya
beritahukan," keluh Akbar kepada rekan dekatnya di DPP Partai Golkar. Golkar
memang sekarang ini bukan hanya terancam terpecah dua. "Golkar harus tetap
utuh dan  kalau perlu Habibie ditendang, agar tidak menjadi duri dalam
daging," jelas Akbar lagi, sedikit emosional.

Ancaman itu memang tidak bisa dianggap enteng. "Seorang Habibie tidak cuma
ngomong doang. Karena tidak memiliki sense of politics, perilakunya
mengabaikan hal-hal seperti itu. Baginya, hanyalah kemarahan. Dan kemarahan
itu dilampiaskan lewat menghancurkan Golkar, menjadi seorang Ramos Horta dan
membuat Partai Golkar berkeping-keping," tutur sumber lainnya.

Menendang Habibie memang rada sulit. Selain sudah menyiapkan ratusan milyar
untuk mencari dukungan dengan membagi-bagikan kepada peserta Rapim Partai
Golkar minimal Rp 300-500 juta per orang, Habibie yang diperkuat Tim Sukses
akan selalu merencanakan sejumlah skenario dan operasi untuk menggarap
peserta Rapim Golkar beberapa saat sebelum SU pemilihan presiden.

Untuk lolos dari Rapim Partai Golkar dan lolos meneruskan tampuk
kekuasaannya sebagai presiden, langkah  persiapan Habibie memang tak mau
tanggung-tanggung. Inilah yang memberi latar sikap dan pilihan Habibie dalam
ancamannya pada Akbar Tanjung.

Dari hitung-hitungan kasar dan didukung dana yang lumayan besar, Habibie
memang dipastikan menjadi presiden lagi. Basis dukungannya dari
partai-partai Islam. Sedangkan suara yang lain dibeli dari suara yang ada di
MPR. "Sumber uangnya tak terhitung jumlahnya. Ia mempersiapkan dana antar
satu milyar sampai dua milyar untuk menyogok setiap anggota  MPR dan DPR,"
ungkap sumber Xpos lainnya. "Kalau hitungan bisnis lebih untung kalau
anggota Dewan itu menerima sogokan ketimbang menunggu uang penghargaan dari
presiden, yang nilainya tidak sebanding di masa akhir tugasnya,"  ungkapnya.
Wah. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Sep 1999 jam 08:17:00 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke