---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Media Indonesia, Jumat, 24 September 1999 Milisi Dibakar Hidup-hidup, Interfet-TNI Nyaris Baku Tembak ATAMBUA, NTT, (Media): Pasukan PBB di Timor Timur (Interfet) mulai menunjukkan kebrutalannya dengan menganiaya delapan anggota Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) "Mahadomi" dari Kabupaten Manatuto, sekitar 66 km timur Kota Dili. Satu di antaranya tewas dibakar hidup-hidup dan dua lainnya belum ditemukan. Komandan PPI "Mahadomi", Filomeno Antonio Britto, di Atambua, Kamis mengatakan, delapan anggotanya yang dianiaya di Kompleks Dermaga Pelabuhan Dili sejak Senin (20/9) sore, masing-masing Lino Soares, Antoninho Soares, Marcelino de Jesus, Gregorio Soares, Matias Soares, Alberto, Domingos, dan Clementino. Clementino tewas setelah diguyur dengan bensin kemudian dibakar di tempat terbuka di dermaga tersebut oleh anggota pasukan PBB asal Australia. Sedangkan dua lainnya yakni Alberto dan Domingos hingga kini belum diketahui nasibnya. Lima anggota lainnya berhasil meloloskan diri dari Dermaga Dili dan kemudian menumpang truk milik TNI dari Batalyon 744 yang bermarkas di Kota Dili menuju ke perbatasan di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ketua Forum Persatuan Demokrasi dan Keadilan, Basilio Araujo menanggapi perlakuan Interfet yang mulai brutal itu mengatakan tidak akan gentar menghadapi tentara PBB itu. "Milisi mempunyai kekuatan 54 ribu orang yang dilengkapi dengan senjata buatan sendiri," ungkapnya. Basilio mengatakan akan bergerak sekitar November setelah pasukan TNI ditarik seluruhnya dari Timor Timur. Sementara itu, wartawan Media Edi Hidayat dari Dili semalam, melaporkan hampir saja terjadi baku tembak antara Interfet dan TNI akibat kesulitan komunikasi. Kejadian itu berlangsung di Taibesi, Isedere, dan Pelabuhan Dili. Namun, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan kontak senjata. Ketegangan antara Interfet dan pasukan TNI dianggap selesai setelah pimpinan masing-masing melakukan sidak di tempat kejadian peristiwa. Sepanjang hari kemarin aksi pembakaran masih terus berlanjut. Gedung kantor Bupati Dili serta sejumlah bangunan lainnya habis dibakar. Di gedung DPRD terjadi pembakaran bendera Merah Putih. Sejak kemarin, pasukan Interfet melakukan pembersihan di lokasi perumahan yang dibakar. Dalam operasi itu ditemukan 7 mayat yang kemudian diserahkan kepada TNI. Kendati terjadi ketegangan antara Interfet dan TNI serta penangkapan terhadap milisi, namun situasi Kota Dili sedikit lebih tenang dibandingkan sehari sebelumnya. Semakin banyak warga masyarakat yang semula mengungsi ke hutan kini kembali ke kota, jalanan mulai ramai oleh kendaraan yang tidak sempat dibakar atau dibawa kabur pengungsi, taksi mulai beroperasi kendati dalam jumlah yang sangat terbatas. Pusat- pusat perbelanjaan kebutuhan sehari-hari mulali beraktivitas. Sementara, pasukan Interfet yang lain mengadakan patroli kota menggunakan helikopter dan kendaraan tempur jenis APC. Sepanjang hari kemarin terlihat tank-tank milik Australia itu hilir mudik di jalan protokol Dili. (P-2) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Sep 1999 jam 13:31:30 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
