----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


CLINTON MINTA INDONESIA TUJUKKAN KEPEMIMPINANNYA

        WASHINGTON, (MateBEAN, 28/9/99). Sehari setelah Menlu Amerika
Serikat, Madeleine Albright yang memperingatkan Indonesia agar bertindak
secara bijaksana untuk menangani secara manusiawi rakyat Timtim, di Gedung
Putih Senin (27/9) Presiden Bill Clinton kembali mengingatkan, Indonesia
harus menunjukkan kepemimpinan yang bertanggungjawab dalam menangani masalah
Timtim. Tanpa itu, jangan harap Indonesia akan dapat memegang peranan
positif di masa depan di Asia.

        Presiden Clinton menilai, Indonesia sebenarnya mampu memainkan
peranan penting dan positif di hari depan Asia.

        Tetapi, kata Presiden Clinton, untuk itu, Indonesia harus
menunjukkan kepemimpinan yang bertanggungjawab, di samping tanggapan yang
setimpal dari Amerika Serikat dan negara-negara lain. "Hubungan Amerika
Serikat dengan Indonesia akan ditentukan oleh perkembangan tindak-tanduk
pihak Indonesia di Timtim," katanya.

        Sedangkan Menlu Madeleine Albright, hari Minggu (26/9) menuntut agar
TNI menghentikan "persekongkolan" dengan kelompok milisi, melawan penduduk
Timor Timur di kamp-kamp pengungsi di Timor Barat, dan memperingatkan
bantuan AS kepada Indonesia akan tetap ditangguhkan sampai situasi
betul-betul membaik.

        "Pemerintah dan tentara Indonesia harus paham bahwa apa yang terjadi
di Timor Barat dan terhadap warga Timor Timur yang tinggal di daerah lain di
Indonesia, sama pentingnya bagi kebijakan AS seperti apa yang terjadi di
Timor Timur sendiri," tegas Albright, seusai berbicara dengan pemimpin
Timtim Xanana Gusmao.

        "Hubungan AS-Indonesia tidak bisa kembali normal seperti dahulu
sampai berbagai isu diselesaikan. Kami ingin agar Jakarta mengarahkan
aksinya sedemikian rupa, sehingga mempengaruhi TNI agar mengendalikan pihak
milisi dan melarang mereka mengacau," tambahnya lagi.

        Albright mengatakan, "peninjauan terhadap bantuan AS kepada
Indonesia pasti memperhitungkan segala faktor yang relevan." Itu meliputi
pertanyaan: apakah telah tercipta lingkungan aman di kamp-kamp pengungsi di
Timor Barat, apakah diberikan pelayanan yang memadai kepada penghuni di
situ, apakah penduduk Timor Timur yang ingin pulang ke kampung halamannya
diizinkan pergi, dan apakah TNI melarang kelompok milisi di Timor Barat
melancarkan serangan di Timor Timur.

        Albright yang berada di New York, untuk menghadiri pembukaan sidang
Majelis Umum tahunan mengatakan, dia hendak mengajukan semua butir itu
secara pribadi dalam pembicaraan dengan Menlu Indonesia Ali Alatas hari Rabu
(29/9).

        Selain pertemuan dengan Albright, Xanana Gusmao diperkirakan akan
berdiskusi di AS dengan para tokoh Bank Dunia mengenai rencana
merekonstruksi tanah airnya yang porak-poranda itu. Dalam jumpa pers bersama
Albright, ditegaskannya bahwa dia mau pulang ke Timor Timur "secepat mungkin."

        Dalam bahasa Inggris, Xanana mengucapkan terima kasih kepada AS
karena membantu mencegah tindakan genocide (pemusnahan etnis) di Timor
Timur, dan menambahkan dia dapat pulang ke Timor Timur dengan harapan yang baru.

        "Kami akan melakukan apa saja untuk membantu membangun daerah itu,
dalam keadaan damai, demokrasi, kasih dan keadilan. Kami dapat memandang
masa depan dengan kepercayaan dan keyakinan yang baru," tambahnya.

        Ketika jumpa pers itu selesai, Albright mengimbaunya supaya tetap
berhubungan melalui telepon. "Teleponlah saya," kata Albright.

        Albright dalam jumpa pers mengatakan dia telah mengutus Asisten
Menlu Julia Taft, yang menangani urusan pengungsi, untuk mencari laporan
'dari tangan pertama' mengenai apa yang sedang terjadi di kawasan itu.
Setelah berada enam hari di Jakarta, Timor Barat dan Timor Timur, maka, "Apa
yang dilaporkannya kepada saya sangat mencemaskan," tambahnya

        Taft melihat di Timor Barat kehadiran milisi, di kamp-kamp pengungsi
Timtim, dan melihat juga adanya kerja sama antara TNI dan kelompok milisi.
"Kerja sama itu menciptakan situasi yang teramat berbahaya bagi organisasi
kemanusiaan untuk beroperasi dengan aman dan efektif di Timor Barat pada
saat ini," tuturnya. ***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Sep 1999 jam 14:30:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke