----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PULUHAN RIBU MASSA MELAYAT KORBAN PENEMBAKAN LAMPUNG

        BANDAR LAMPUNG, (SiaR, 29/9/99). Puluhan ribu massa tadi siang
(29/9) memadati Fisipol Unila Bandar Lampung. Mereka berdatangan untuk
memberikan penghormatan terakhir kepada jasad Muhamad Jusuf Rizal mahasiswa
Sosiologi Unila yang menjadi korban penembakan aparat keamanan dalam tragedi
berdarah di Kampus Universitas Bandar Lampung, kemarin (28/9).

        Mayat korban setelah disemayamkan semalam di rumah duka Jl. H Suhai No 7,
Lingkungan 5, Kampung Kedamaian Tanjung Karang, Bandar Lampung itu pagi tadi
sekitar pukul 09.00 diarak ke Kampus Fisipol Unila untuk diberi penghormatan
terakhir sebelum dimakamkan di TPU Kedamaian. Kampus UBL yang masih porak
poranda diobrak-abrik tentara dan polisi mulai dibersihkan. Sementara para
mahasiswa UBL diliburkan selama 3 hari sejak kemarin dan akan masuk kembali
pada hari Senin (4/10).

        Begitu juga mahasiswa Fisipol Unila hari ini (29/9) juga meliburkan diri
untuk bersama-sama melayat korban.

        Seperti diberitakan SiaR (28/9), seorang mahasiswa tewas ditembak
aparat keamanan ketika mereka melakukan aksi solidaritas atas kematrian
korban Semanggi dan menolak UU PKB dan meminta Wiranto bertanggungjawab atas
sejumlah peristiwa berdarah di tanah air. Aksi longmarch ke DPRD itu
dihadang aparat keamanan di Jl. ZA Pagaralam depan kampus UBL yang tidak
jauh dari pos Koramil Kedaton.

        Massa yang jumlahnya ribuan itu terus merangsek dan menurunkan bendera
merah putih menjadi setengah tiang di Koramil itu. Namun tak lama kemudian,
tembakan beruntun membubarkan massa. Tidak hanya membubarkan, tentara dan
polisi dengan senjata terus mengejar mahasiswa hingga masuk kampus UBL.
Bahkan di kampus itu aparat merusak apa saja yang ditemui. Dalam peristiwa
ini, Rizal tersungkur tewas tertembak. Massa terus bertahan di kampus UBL
dan berusaha mengusir aparat keamanan dengan melemparkan batu ke arah pasukan.

        Sekitar pukul 12.00 WIB pasukan Dalmas Polresta Bandarlampung dan PHH Korem
masuk ke dalam kampus UBL. Akibatnya banyak mahasiswa yang tertembak.
Masyarakat sekitar kampus yang melihat mahasiswa yang terluka dan
diinjak-injak petugas di dalam kampus akhirnya terpancing emosinya. Akhirnya
banyak warga bergabung dengan mahasiswa melawan petugas.

        Sedikitnya 60 mahasiswa luka-luka, beberapa di antaranya luka tembak. 18
orang lainnya ditangkap dan akhirnya dilepaskan kembali malam harinya.

        Sementara itu Ketua Komite Pimpinan Wilayah (KPW) Partai Rakyat demokratik
(PRD) Lampung, Mahendra Utama mengungkapkan bahwa penembak Muhammad Yusuf
Rizal adalah anggota Koramil di depan Kampus Universitas Bandar Lampung
(UBL). Mereka berseragam dinas harian (PDH) dan menggunakan senapan laras
pendek.

        Menurutnya, konflik mulai pecah, setelah tiba-tiba mahasiswa dilempari batu
dari dalam kantor Koramil. Setelah lemparan batu dibalas oleh mahasiswa,
tiba-tiba terdengar suara tembakan dari senapan berlaras pendek yang berasal
dari dalam kantor Koramil. Kontan mahasiswa kocar-kacir berlarian menuju
kampus UBL, sebagian lari ke kampus IAIN yang terletak di samping UBL. Saat
itulah Yusuf tersungkur bersimbah darah saat kepala dan dadanya diterjang
peluru tajam.

        Sedangkan Pasukan Pengendali Huru-hara (PHH), lanjut Mahendra, datang
belakangan dan langsung menyerbu kampus UBL. Mereka juga menembaki secara
serampangan di dalam kampus dan merusak apa saja yang mereka temui,
terutama di Gedung Perpustakaan dan masuk ke ruang kuliah di Gedung F. Dalam
kejadian ini sedikitnya 10 mobil terbakar dan sekitar seratus motor yang
diparkir di halaman kampus UBL dirusak aparat.

        Dalam peristiwa ini, lima orang aktivis mahasiswa diculik menggunakan mobil
Kijang berwarna merah dengan nomor polisi B 7000 ... "Nomor belakangnya
tidak sempat tercatat," ujar Mahendra.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 29 Sep 1999 jam 20:53:03 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke