---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk JAKARTA, (SiaR, 1/10/99). Berikut adalah pernyataan Menteri Pertahanan AS William Cohen setelah bertemu dengan Jenderal Wiranto saat datang ke Jakarta dalam rangka menegaskan harapan pemerintah Amerika Serikat pada Pemerintah Indonesia dan dominasi TNI dalam era demokratisasi. ------------------------------------- PERNYATAAN MENTERI PERTAHANAN AS WILLIAM COHEN SETELAH BERTEMU DENGAN JENDERAL WIRANTO Amerika Serikat sangat mendukung peralihan Indonesia ke demokrasi. Tujuan kami adalah melihat suatu Indonesia yang demokratis, makmur, bersatu dan stabil. Militer Indonesia mempunyai peran yang penting untuk meyumbang pada proses itu sebagai bentuk reformasi dalam diri militer itu sendiri. Pemisahan angkatan bersenjata dari polisi merupakan langkah maju yang penting agar angkatan bersenjata Indonesia bisa berkonsentrasi pada peran utama mereka dalam pertahanan nasional. Dalam pemilu pada bulan Juni yang lalu, militer Indonesia memainkan peranan yang positif dengan bersikap netral. Tapi dalam bulan-bulan terakhir unsur-unsur dalam militer telah membantu dan menghasut kekerasan di Timor Timur. Saya berkata kepada jenderal Wiranto bahwa militer sekarang berada dalam titik balik yang kritis. Jika militer mendukung kebijakan pemerintah, menyumbang pada penyelesaian damai di Timor Timur, menyelidiki dan menghukum mereka yang bersalah atas tindakan yang tidak layak, melucuti para milisi di Timor Barat dan mencegah mereka mengganggu stabilitas Timor Timur, maka militer akan bertindak dalam cara yang sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia dan kewajiban internasional. Namun jika sebaliknya, mereka membiarkan atau ikut, secara terbuka atau di balik layar, dan terus membantu atau menghasut kekerasan di Timur Timur, mereka akan melakukan kerusakan berat pada negara yang mereka berjanji akan mereka bela. Saya mendesak Jenderal Wiranto agar melakukan pilihan yang benar. Sebagai tanggapan atas kekerasan di Timor Timur, AS telah menunda program militer dengan Indonesia dan mulai meninjau kembali bantuan ekonomi dan bantuan bilateral lainnya. Dalam pembicaraan kami, saya menjelaskanbahwa AS tidak akan mempertimbangkan menormalisasikan kontak militer ke militer sampai TNI mereformasi cara-cara kerjanya. Militer harus menunjukkan pengendalian diri dan penghormatan pada hak asasi manusia di seluruh Indonesia. Jadi harus jelas bahwa militer bekerja di bawah kendali sipil. Pada waktu MPR bersidang besok, Indonesia akan melakukan suatu langkah penting dalam transformasinya menuju ke demokrasi sewaktu badan itu memilih presiden baru. Militer dapat memainkan peran kunci dengan memuluskan suatu proses yang sah dan terpercaya, atau militer dapat menghancurkan harapan akan suatu transisi damai dengan menolak untuk menghormati hak-hak asasi dan aturan hukum. Jika militer dapat membantu memulihkan tata tertib dan kesempatan di Timor Timur dan membantu suatu transisi demokrasi yang sukses dengan menghormati hak asasi dan bekerja di bawah kendali sipil, maka AS akan dengan penuh semangat mendukung Indonesia melalui tantangan-tantangan yang sulit dalam merestrukturisasi ekonomi dan pembangunan kelembagaan. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Oct 1999 jam 02:08:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
