---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Republika, 28 September 1999 WIRANTO Sedih Lihat Prajurit Peristiwa demo brutal yang menelan korban jiwa di Semanggi, Jakarta, Kamis-Jumat pekan lalu, menurut Menhankam/Panglima TNI Jenderal TNI Wiranto, tidak akan terjadi kalau ada pemberitahuan sebelumnya kepada kepolisian tentang akan adanya demonstrasi tersebut, sesuai dengan UU No 9. ''Lihatlah di televisi. Kan kasihan itu tentara, polisi, prajurit-prajurit yang gajinya kecil, punya anak istri, bertempur dengan rekan-rekan sendiri, anak sendiri. Saya sedih melihatnya. Para politisi, tokoh masyarakat, para pakar terketuk hati nuranilah,'' tuturnya kepada wartawan seusai acara Penandatanganan Naskah Keputusan Bersama Menkes dan Menhankam/Panglima TNI, di Jakarta, Senin [27/9]. Kalau unjuk rasa itu tidak dilakukan secara tertib, hormat, dan bermoral, ujar Wiranto, hal itu mengganggu kebebasan orang lain. ''Apakah ini harus dibiarkan oleh aparat keamanan, kan tidak,'' tandasnya. Pada saat bangsa kita mendapat tekanan luar biasa di dunia internasional, kata dia, mengapa kita sibuk sendiri, berkelahi sendiri, saling menyalahkan, dan hal ini malah menimbulkan kebencian. ''Marilah kita hentikan semua itu dan kita bersikap arif,'' harapnya. (nri) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Oct 1999 jam 05:18:48 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
