---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TUJUH MAHASISWA HILANG DALAM SWEEPING TNI JAKARTA, (TNI Watch!, 1/10/99). Posko Pengaduan Korban Kekerasan Militer 23-24 September mencari tujuh orang mahasiswa yang hilang setelah penyerbuan kampus Atma Jaya oleh pasukan gabungan TNI/polisi dalam Operasi Subuh, Jumat (24/9) lalu. Ketujuh mahasiswa itu dipastikan hilang dalam operasi pembersihan subuh yang dilancarkan ratusan anggota pasukan TNI/polisi itu, demikian keterangan Koordinator Posko Pengaduan Korban Kekerasan Militer 23-24 September, Bona Sigalingging. Menurut Bona, ketujuh mahasiwa yang masih tak tentu rimbanya itu adalah: tiga orang dari Posko Universitas Sahid Jakarta, masing masing bernama: Duta K, Carlo, dan Dayan. Sedangkan lima lainnya mahasiswa IAIN Syarief Hidayatullah, Ciputat, Jakarta. Masing-masing: B.Y. Hayub Abdullah, Jurusan Dinayah; Aswar Furgut, Jurusan Aqidah Filsafat; M Syuqri, Jurusan Syiasah; Ali Mustofa, Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum Agama. Posko mengkhawatirkan, mereka sudah tewas dan mayatnya dibuang seperti yang dialami mayat-mayat satgas PDI-P dalam kasus 27 Juli 96. "Kami pantas cemas karena mereka hilang setelah terkena sweeping aparat dalam operasi subuh," ujar seorang mahasiswa IAIN lainnya. Dan bukan kebetulan jika ketujuh orang mahasiswa yang hilang itu adalah anggota Forum Kota (Forkot). Seorang aktivis Forkot Mixil, mengatakan, "Jendral TNI Wiranto dan Jendral Polisi Roesmanhadi harus bertanggung jawab atas hilangnya kawan kami". Mahasiswa mencurigai propaganda TNI dan polisi yang menyesatkan tentang mahasiswa yang memulai aksi kekerasan adalah pemutarbalikan fakta. "Faktanya semua media massa dalam dan luar negri mengetahui bahwa mahasiswa adalah korban dari kebrutalan militer saat peristiwa Semanggi II," tegas mahasiswa IAIN itu. Wahab Talaohi dari Famred mendukung temua Posko, bahwa banyak mahasiswa masih hilang meski sudah kejadian sudah berlalu selama seminggu. "Aparat TNI dan polisi menculik kawan kami," ujar Wahab. TNI kini sedang mengkampanyekan ancaman baru yakni demonstrasi mahasiswa yang akan menggagalkan Sidang Umum. "Padahal kami justru ingin agar Sidang Umum dipercepat, tanpa fraksi TNI di MPR dan DPR," tambahnya. _______________ TNI Wacht! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Oct 1999 jam 23:42:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
