----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


MUTASI DI KALANGAN TNI

        JAKARTA, (TNI Wacht!, 1/10/99). Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,
setiap menjelang Hari ABRI selalu ada mutasi besar-besaran di kalangan TNI.
Mutasi kali ini juga menyentuh jabatan orang nomor satu di Angkatan Darat,
yaitu KSAD. Jabatan strategis lain yang mengalami rotasi adalah Pangkostrad
dan Pangdam Jaya.

        Untuk Pangkostrad baru, perwira yang bakal menempatinya adalah
Mayjen TNI Djadja Suparman, yang kini masih menjabat Pangdam Jaya.
Sebenarnya pencalonan Djadja sebagai Pangkostrad sudah terdengar sejak
sebulan yang lalu. Dan perkiraan itu kini bakal menjadi kenyataaan. Soal
peristiwa penembakan oleh aparat dalam aksi mahasiswa minggu lalu (Peristiwa
Semanggi II), yang merupakan tanggung jawab Djadja selaku Panglima setempat,
tampaknya tidak mengganggu promosi bagi Djadja.

        Peristiwa penembakan di Semanggi, yang salah satu korbannya adalah
seorang mahasiswa FTUI keturunan Cina (Yun Hap), tampaknya tidak menjadi
masalah bagi promosi Djadja. Mulusnya promosi Djadja, meski anak buahnya di
lapangan bertindak brutal terhadap rakyat, semakin memperkuat sinyalemen,
bahwa penembakan di Semanggi tempo hari itu memang by design (dirancang).

        Kalau karir Djadja demikian cerah, tidak demikian halnya yang
terjadi pada KSAD Jend TNI Subagyo HS. Setelah berhenti selaku KSAD nanti,
belum jelas Subagyo akan ditempatkan ke mana. Ketidakjelasan nasib Subagyo
merupakan sesuatu yang tragis, karena biasanya jabatan KSAD, adalah pos
persiapan untuk menjadi Pangab. Kabar yang beredar, Subagyo HS akan
dikaryakan, tetapi itupun bukan jabatan strategis, semisal menteri atau yang
sederajat. Yang paling mungkin bagi Subagyo adalah menjadi Ketua DPA atau Dubes.

        Ketidakjelasan nasib Subagyo HS merupakan buah dari akumulasi
permasalahan yang menderanya selama ini. Mulai tuduhan "melindungi Prabowo"
sampai peristiwa baru-baru ini yang sangat mempermalukan dirinya, ketika
salah seorang putranya Letda Inf Agus Isro (Komandan Tim di Grup 4
Kopassus), tertangkap basah sebagai pengedar narkotika.

        Lalu siapa yang bakal menggantikan Subagyo HS selaku KSAD? Calonnya
ada dua, yakni Kasum TNI Letjen TNI Sugiono dan Kaster Letjen TNI SB
Yudhoyono. Kalau melihat kecenderungan sikap politik TNI yang mulai melunak,
tampaknya kans Yudhoyono lebih besar. Yudhoyono dianggap bakal mampu
memulihkan citra TNI, yang babak belur nyaris tak tertolong. Retorika yang
canggih dari Kapuspen TNI Mayjen TNI Sudrajat, tetap tidak mampu mendongkrak
citra TNI, yang terlanjur terpuruk. Di sinilah Letjen Yudhoyono bisa
memainkan peran.

        Sedang Letjen TNI Sugiono, kans untuk menjadi KSAD agak berat,
karena dia tidak bisa melepas bayang-bayang selaku kroni Suharto. Sama
seperti Wiranto dan Subagyo HS, Sugiono pernah menjadi pengawal pribadi
(tepatnya ajudan) Soeharto. Menjabat sebagai Dubes, adalah yang paling
mungkin bagi Sugiono, sekadar jabatan "hiburan" baginya.

        Kemudian untuk jabatan Pangab, seandainya Wiranto nanti tembus ke
Istana (sebagai Wapres), penggantinya tidak diambil dari KSAD seperti yang
sudah-sudah, tetapi dari pejabat tinggi lain dengan memakai "skenario M
Yusuf" dan "skenario Benny Murdani". Bagaimana penjelasannya?

        "Skenario M Yusuf" maksudnya adalah, perwira TNI tetapi sudah tidak
masuk dalam struktur TNI, dipanggil kembali untuk menduduki posisi dalam
struktur TNI. Sedang "Skenario Benny Murdani" adalah, perwira yang bertugas
di institusi intelijen langsung diangkat sebagai Pangab. Calon Pangab dengan
"Skenario M Yusuf" adalah Letjen TNI AM Hendroprijono (kini Mentrans dan
Menaker). Sedang calon Pangab dengan "Skenario Benny Murdani" adalah Letjen
Tyasno Sudarto (kini Kepala BAIS).

Berikut perkiraan mutasi di kalangan TNI-AD:
1. Mayjen TNI Djadja Suparman (Pangdam Jaya; proyeksi: Pangkostrad)
2. Letjen TNI SB Yudhoyono (Kaster TNI; proyeksi: KSAD)
3. Letjen TNI Djamari Chaniago (Pangkostrad; proyeksi: Wakil KSAD)
4. Letjen TNI Johny Lumintang (Wakil KSAD; proyeksi: Dubes di Thailand)
5. Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu (Pangdam V/Brawijaya; proyeksi: Pangdam Jaya)
6. Letjen TNI Sugiono (Kasum TNI; proyeksi: Dubes di Malaysia atau Kamboja)
7. Mayjen TNI Adam Damiri (Pangdam IX/Udayana; proyeksi: Pangdam V/Brawijaya)
8. Mayjen TNI Willem da Costa (Panglina Divisi Infanteri 2/Kostrad;
proyeksi: Pangdam IX/Udayana)
9. Brigjen TNI Albert Inkiriwang (Kasgar I/Ibu Kota; Panglima Divisi
Infanteri 1/Kostrad)
10. Letjen TNI Agus Wijoyo (Komandan Sesko ABRI; proyeksi: Gubernur Lemhanas)
11. Mayjen TNI Agus Wirakusumah (Asrenum Mabes TNI; Kaster TNI)

_______________
TNI Wacht! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Oct 1999 jam 23:59:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke