----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 34/II/2-8 Oktober 99
------------------------------

Fery Haryono Machsus, Sekjen Aldera:
"HUKUM SOEHARTO SEBAGAI PENJAHAT KEMANUSIAAN"

(DIALOG): Tujuh orang aktivis berhasil menembus blokade Sidang Umum MPR.
Selama beberapa saat sebelum diciduk aparat 'Dakhura' (penindak huru-hara)
mereka berorasi menentang pencalonan Soeharto sebagai presiden RI. Ini
terjadi pada Maret 1993. Fery termasuk di antara 7 orang tersebut. Belum
jera, pada tahun yang sama ia kembali dijebloskan ke penjara. Pasalnya
puluhan aktivis Front Aksi Mahasiswa Indonesia (FAMI) menggelar spanduk ungu
bertuliskan "seret Soeharto ke sidang istimewa MPR" di gedung MPR/DPR.
Tercatat 21 mahasiswa ditangkap hari itu, 14 Desember 1993. Tercatat pula
tak pernah ada kisah Soeharto `diseret' ke SI MPR (Boro-boro SI, sidang
pengadilan negeri pun tidak). Waktu demonstrasi anti RUU Ratih dan PKB,
mantan ketua Pijar Indonesia ini terlihat memimpin barisan Front Nasional
Bersatu (FNB) di Palmerah, 23/9. Nyaris ia kembali ditangkap. Seorang bapak
pengendara sepeda motor memberi boncengan sampai ke kampus Widuri.

T: Mengapa terjadi bentrok pada aksi RUU PKB lalu?
J: Aksi anti RUU PKB memang sejak semula dikondisikan bentrok. Hari-hari
sebelumnya pun aparat keamanan dalam taraf tertentu sudah melakukan
tindakan-tindakan represif. Tidak ada pilihan lain kecuali melawan. Meski
artinya kami juga melakukan kekerasan.

T: Bentrokan di simpang Palmerah-JDC kelihatannya dimulai dari barisan aksi?
J: Pada akhirnya kami memang mendahului menyerang. Barisan aksi terdepan
mendesak blokade aparat. Ini yang rupanya dijadikan alasan untuk memukul dan
menghujani kami dengan peluru. Tapi kami memang harus mendesak. Saya mau
katakan, benar kami mendorong barisan PHH hingga tiga orang dari mereka
terjungkal. Tetapi juga suatu kebenaran bahwa akibat aparat
berlapis-lapislah yang menjadi picu utama.

T: Maksudnya?
J: Selalu ada perang urat saraf di mana demontrasi dihadapi dengan pasukan
bersenjata. Apalagi jika diketahui bahwa di barisan kedua setelah pasukan
bertameng terdapat regu tembak. Pilihannya cuma dua, maju terus atau pulang
lantas tidur. Sementara itu dari beberapa kawan wartawan kami memperoleh
kabar bahwa RUU PKB telah disetujui baik oleh Wiranto maupun anggota DPR.
Apa arti persetujuan itu? Artinya, baik DPR dan terlebih Wiranto nyata-nyata
mengibarkan bendera kepada rakyat untuk "hayo maju semua biar ta' habisi
sekalian."

T: Dari siaran kronologi yang dikeluarkan Aldera, disebut 32 orang
tertangkap, tapi Kapolda membantah melakukan penangkapan?
J: Kapolda jelas bohong. Tiga puluh dua kawan disekap selama 3 hari di Polda
Metro Jaya, dan 11 di antaranya perempuan. PBHI selaku pengacara juga tahu
itu. Semula kawan-kawan diancam dengan pasal 510 KUHP, kemudian berubah
menjadi pasal 170, terakhir pasal 174 hingga akhirnya dilepas begitu saja
setelah 3 hari. Selain itu juga polda menahan satu mobil panther yang
dituduh membawa molotov.

T: Isinya memang molotov?
J: Tentu saja bukan. Masak kita bawa-bawa gituan di mobil. Salah-salah bisa
kebakar sendiri. Mobil itu untuk membawa logistik. Ada nasi bungkus plus air
mineral dalam gelas plastik.

T: Tapi FNB memang membawa molotov?
J: Molotov cocktail mudah dibikin, tidak perlu bersiap-siap dari rumah. Anda
lihat sendiri di Semanggi kemarin bagaimana molotov-molotov itu diproduksi
di lapangan oleh rakyat dan mahasiswa. Kalau sebelumnya dipersiapkan memang
daya bakarnya lebih baik. Tapi buat apa? Kami menginginkan pencitraan
gerakan ini tetap pada roh awal. Gerakan yang tidak memicu kekerasan.
Lagipun apa iya M-16 dan Steyr bisa dilumpuhkan oleh bensin dan botol?

Satu hal yang perlu dicatat mengenai kebiasaan aparat. Mereka biasa
menyusupkan barang-barang yang tidak semestinya ada untuk kemudian mereka
buat bahwa itu barang bukti.

T: Setelah Black November 1998, molotov kembali digunakan. Apa ini suatu
strategi?
J: Selain batu dan kayu, molotov cukup populer sekaligus murah dan bahannya
mudah didapat. Masyarakat kita tahu bagaimana memproduksinya. Jadi, bukan
strategi. Senjata paling andal menurut saya tetap solidaritas masyarakat
sipil. Perjuangan kita ini tidak bermodal dana.

Nah, modal kita cuma semangat sama darah. Maka, semangatlah yang kita pacu
dan bila perlu darah diteteskan. Di samping itu kita bercita-cita membangun
bangsa yang benar-benar berlandaskan kerakyatan, bukan berlandas kapitalistik.

T: Apa agenda SU MPR nanti menurut Anda?
J: Pertama, hapus peran sosial politik TNI. Kedua, sebagai kelanjutan
turunnya Soeharto, pemerintah nanti harus serius menghukum dia, tidak saja
sebagai penjahat ekonomi, tapi penjahat kemanusiaan. Sebagai bukti
keseriusan, kami meminta mantan penguasa lalim itu selekasnya ditahan.
Ketiga, MPR harus mengamandemen UUD 45. Meski lebih baik UUD itu kita rubah
saja batang tubuhnya. Amandemen itu memuat perlidungan hak asasi, dan
aturan-aturan politik yang demokratis. Keempat, MPR menetapkan bahwa Timor
Leste memang bangsa yang berhak merdeka dari Indonesia. Agenda politik yang
sangat penting lainnya adalah tanah untuk tani. Para petani Indonesia harus
mengelola tanahnya sendiri.

T: Kalau salah satu agenda, misalnya menghukum Soeharto tidak dilakukan?
J: Maka pemerintah akan berhadapan dengan rakyat. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Oct 1999 jam 09:38:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke