----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


REKAMAN RADIO ANTAR KOMANDAN TNI DI TIMTIM

        JAKARTA, (TNI Watch! 6/10/99). Bahwa TNI mendukung milisi-milisi pro
integrasi di Timor Timur, itu sudah menjadi rahasia umum. Belakangan,
Panglima TNI Jendral TNI Wiranto, mengakui tak mampu "mengendalikan" para
milisi karena punya faktor psikologis. Pengakuan Wiranto itu tidak
sepenuhnya jujur. Kalau ia mau jujur, seharusnya pernyataannya berbunyi:
"TNI tak mampu mengontrol milisi karena TNI memang tak mau. Bagaimana
mungkin TNI memusuhi milisi? TNI lah yang membidani kelahiran mereka,
memberi senjata, melatih dan bersama-sama melawan massa pro kemerdekaan"
Nah, berikut ini salah satu bukti keterlibatan TNI mempersenjatai, melatih
dan mendukung milisi pro integrasi. Bukti ini adalah rekaman pembicaraan
radio antar operator radio milik TNI (jenis dua meteran) yang bisa dipantau
oleh operator radio amatir di Dili menjelang jajak pendapat. TNI Watch!
menerima transkrip rekaman dan kaset rekaman yang oleh perekamnya juga
dikirimkan ke stasiun televisi asing. Inilah kutipannya:

OPERATOR 025: 022..., 022..., 022..., (kode panggilan -red) kontek!

OPERATOR 022: Masuk..., masuk..., masuk... 025 (kode panggilan -red)!

OPERATOR 025: Ini ada perintah segera kita ambil sebagian pucuk itu sebelum
tanggal 30 (Agustus -red). Setelah nanti kita laporkan pada Pak Bambang
(Mayor Inf Bambang Wisnumurti. Kepala Seksi Intelijen Korem Timor Timur
-red) bahwa itu sudah kami terima. Kalau bisa malam ini diambil over.

OPERATOR 022: Dicopy..., dicopy... 025

OPETAROR 025: Kontek, ada perintah lanjutan bahwa mungkin dari Cakra atau
Kresna (nama kode untuk komandan militer -red) diganti satu komandan kompi
untuk meluncur ke sana bisa ambil itu, nanti koordinasi dengan Pak Satio
sebagai Komandan Region Tiga. Bapak (Bambang Wisnumurti -red) sendiri masih
di dotik (sandi tempat -red), tolong sampaikan kepada 92 (sandi nama orang
-red) unuk meluncur kesana malam ini untuk mengambil pucuk (sandi senjata
api -red). Pucuk itu lima itu yang ada di Pak Satio. 033... (memanggil
operator radio lain -red).
OPERATOR 033: Selamat malam Merah Putih!

OPERATOR 025: Bagaimana perkembangan di Maliana dan Los Palos?

OPERATOR 033: Ya, tadi hari ini di Maliana dan Los Palos tidak terpantau dan
tidak menyampaikan berita. Sedangkan di Dili 039 (kode kelompok atau tempat
-red) di kepung mereka. Sekarang tinggal tunggu siapa lebih dulu bunyikan
kayu datarnya (sandi tindakan tertentu -red). Kalau mereka bunyikan lebih
dahulu mereka disikat habis. Dari kita sudah korban satu orang dan satu
kendaraan. Korban pembakaran dari pihak lawan. Di Los Palos juga ada
keributan dari pihak pro karena di mana-mana sudah dikuasai dan mau bikin
keributan. Harus waspada karena dari kita sudah banyak korban. Selamat
malam, salam Merah Putih, sampai titik darah penghabisan.

OPERATOR 025: Kalau bisa ditekan tolong dikasih tahu 058 dari pihak ABRI
jangan keluar malam karena nanti malam dari pihak mereka juga akan bikin
aksi. Dili sudah dikuasai sama CNRT tinggal siapa yang lebih dahulu. Kalau
Dili sudah dikuasai di mana AITARAK? Makanya ditekankan kepada pihak ABRI
jangan mengumpul di satu tempat. Massa di perkirakan mati delapan ribu.  Ini
ada perintah dan dilaksanakan malam ini seluruhnya ABLAI (milisi Manufahi
-red). Seluruh ABLAI standby di pos di rumah, 24 jam tidak ada yang ke
mana-mana. Situasi sudah panas di mana-mana, terutama di Dili. Los Palos,
Maliana anggota pro integrasi sudah banyak latihan karena itu jangan ke
mana-mana sewaktu-waktu ada panggilan dari Kresna. Tidak monitor salah
sendiri. Bisa dimengerti?

OPERATOR 033: Dicopy..., dicopy..., dicopy... Perintah siap dilaksanakan!

OPERATOR 025: Diulangi sekali lagi, tidak ada yang ke mana-mana standby itu
saja. Selamat malam Merah Putih! Apabila membutuhkan anggota 080 lapor saja
ke 4 (nama orang -red) karena di seputaran 14 (nama orang -red) telihat agak
rawan. Supaya dipantau yang di depan rumah 14. Ada masalah kira-kira yang
mencurigakan lapor Kresna. Ini perintah dan dilaksanakan malam ini tidak
boleh keluar, kalau mau keluar lapor Kresna atau Cakra. Kalau mau keluar
biar dijemput pakai mobil.

OPERATOR 033: Tidak boleh kemana-mana standby sekarang di mana-mana sudah
panas terutama di Delta Lima (kode untuk Dili -red). Di Los Palos anggota
pro integrasi sudah banyak latihan.

OPERATOR 025: Betul. Orang bersenjata semua karena kita sudah monitor dia
tidak bersenjata kita bersenjata. Makanya peran kita aktif betul! Kita belum
tahu ini apa dilaksanakan atau tidak atau berlanjut? Karena keputusan dari
CNRT kalau menang tetap keras karena itu jajaran pro integrasi tetap standby
terus.

OPERATOR 033: Radio on air terus, ada trouble kabel satu tidak on... bisa
dimengerti... dicopy!

OPERATOR 025: Sebelum mulai kita tidak boleh mendahului agar kita tidak di
cap jelek oleh UNAMET kalau tidak mendahului tidak apa-apa kita standby...
tapi kalau dia memancing sesuatu kita hancurkan. Lebih baiknya kita menungu
hasil pengumuman. Kalah menang di situ kita bereaksi. Kita siap-siap standby
terutama di pos Kamling diperketat tidak 10 orang tapi kalau bisa 20 orang
dengan 10 atau 12 pucuk (senjata api -red). Besok kita jalan ke pos-pos itu
agar kita lebih waspada. Kita harus siaga satu terus sampai kapan pun.

OPERATOR 033: Ada pengorbanan dari pihak pro integrasi di Los Palos. Tembak
satu orang ditusuk tiga orang... Di Maliana ditembak satu orang, terus empat
kendaraan di bakar, 15 rumah masyarakat dibakar.

OPERATOR 025: Kita tidak mengadakan perlawanan ke mereka karena dua hari
lagi sesudah itu baru kita laksanakan. Kemudian tolong nanti koordinasi
dengan Pak 92 (sandi nama orang -red) sebenarnya saya yang harus ke sana.
ABLAI 1 besok pagi pergi ke sana mungkin dengan grobak merah (sandi mobil
-red). Dengan berberapa teman kita meluncur ke kota. Ke daerah MAHIDI (milis
pro integrasi -red), nanti ketemu langsung dengan komandan MAHIDI, untuk
bawa kembali lima tongkat (sandi senjata api -red) yang kita tinggalkan di sana.

OPERATOR 033: Ganti! Dilaksanakan pak, dilaksanakan.

OPERATOR 025: Bawa kembali lima tongkat yang kita kantongi supaya setelah
tiba di sini mengatur strategi bagaimana kita membendung wilayah Selatan
sampai ke Utara.

OPERATOR 033: Selamat malam, salam integrasi total sampai titik darah
penghabisan.

OPERATOR 025: Selamat malam terima kasih kepada saudara serta semua komponen
yang ada di lapangan atas suksesnya kampanye kita hari ini yang terakhir
untuk mendukung kampanye otonomi. Dua hari lagi kurang lebih kita laksanakan
untuk itu. Saya bersama pimpinan menyampaikan kepada saudara dan teman-teman
kita yang ada di lapangan dan seluruh komponen, koordinasi segera, setelah
kampanye kita yang terakhir hari ini. 32..., 32..., Tempat-tempat pemungutan
suara dalam rangka mengatur masyarakat yang antri untuk menuntukan pilihan
diminta dari anggota ABLAI dari seluruh jajaran. Untuk dua orang
masing-masing untuk menempatkan diri di titik-titik suara untuk mengatur
pemantau kegiatan jajak pendapat. Saya diminta pada tanggal 30 jam enam
kosong kosong supaya masing-masing anggota ABLAI menempatkan diri pada bilik
suara di wilayahnya masing-masing untuk memantau untuk memonitori sekaligus
mengatur massa kita, yang akan menentukan pilihanya pada hari tersebut.
Apakah dimonitor, ganti...

OPERATOR 032: Dicopy..., dicopy..., dicopy...

OPERATOR 025: Mulai 30 Agustus 1999, kepada Ambon, Medan (kode nama orang
atau kelompok orang -red) jam 18.00 WITA tidak ada kendaraan baik roda dua
atau roda empat yang melintasi atau keluar dari wilayah Manufahi kecuali
yang keluar masuk, hanya kendaraan milik TNI. Maksud saya keluar masuk
kendaraan hanya Tentara Nasional Indonesia. Saya ulangi lagi, mulai tanggal
30 bulan delapan 1999, tidak ada kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Untuk semua sekali lagi saya perintahkan untuk tetap waspada. Pertahankan
integrasi dan Merah Putih di Timtim sampai titik darah penghabisan. Salam
integrasi. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Oct 1999 jam 19:43:49 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke