---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Stockholm, 8 Oktober 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. SAAT TERBAIK UNTUK PERSATUAN UMMAT DENGAN MENGHORMATI AGAMA LAIN Ahmad Sudirman XaarJet Stockholm - SWEDIA. Untuk Keluarga Besar Muhammadiyah dan NU. Dalam kesempatan kali ini, saya tampilkan sedikit pemikiran saya mengenai apa yang telah terjadi dalam kancah politik di Daulah Pancasila dengan UUD 1945-nya yang sekuler. Pada tanggal 17, 18 dan 22 Agustus 1999 yang lalu pernah saya mendiskusikan mengenai sebagian kecil isi dari Undang Undang Madinah dengan salah seorang pemeluk Tao yaitu saudara Wise. Dimana salah satu yang menurut saya adalah sangat penting yang sangat erat hubungannya dengan keadaan politik dan sosial masyarakat Indonesia adalah Persatuan seaqidah dengan menghormati agama lain. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang Undang Madinah Daulah Islam Rasulullah Bab III PERSATUAN SEAGAMA (dengan menghormati agama lain) yang salah satunya berisikan pasal 13 dengan bunyi ayat 1-nya "Segenap orang-orang beriman yang bertaqwa harus menentang setiap orang yang berbuat kesalahan, melanggar ketertiban, penipuan, permusuhan atau pengacauan di kalangan masyarakat orang-orang beriman. Kemudian ayat 2-nya "Kebulatan persatuan mereka terhadap orang-orang yang bersalah merupakan tangan yang satu, walaupun terhadap anak-anak mereka sendiri". Nah sekarang, setelah melihat gejala-gejala yang ada, dimana Amien Rais sebagai salah seorang bekas Ketua organisasi Islam yang besar di Indonesia dengan nama Muhammadiyah yang sekarang telah menduduki kursi tertinggi dalam lembaga trias politika yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat. Begitu juga Gus Dur yang masih memegang ketua Umum NU yang mempunyai anggota hampir 20 % (menurut taksiran kasar) dari jumlah penduduk Indonesia, yang kemungkinan besar meraih kursi Pimpinan Eksekutif Daulah Pancasila dengan UUD 1945-nya yang sekuler. Ditambah dengan kelompok partai-partai yang perjuangannya mendasarkan kepada Islam seperti Partai Keadilan walaupun anggotanya hanya 4 orang di Legislatif tetapi dengan bergabungnya kepada PAN-nya Amien Rais yang mengantongi 34 orang anggota akan menjadi satu kekuatan motor penggerak untuk menjalankan dan melaksanakan aturan-aturan, hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Begitu juga dengan kelompoknya PPP dengan mengantongi 60 anggota yang kesemuanya adalah muslim adalah merupakan suatu tambahan tenaga mesin untuk memperkuat dan menggolkan apa-apa yang telah diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasul-Nya untuk diterapkan dan dilaksanakan oleh kaum muslimin Indonesia seluruhnya. Tidak ketinggalan dengan PKB-nya Matori yang telah dibidani oleh Gus Dur yang mayoritas anggotanya adalah muslim yang mengantongi 51 anggota akan menjadi kekuatan ekstra bagi kaum muslimin untuk menjalankan dan merealisasikan apa yang telah tertuang dalam Al Quran dan sunnah Rasul. Tentu saja tidak ketinggalan dengan Akbar dan Golkar-nya yang dia sendiri adalah telah dikenal dari sejak awalnya sebagai salah seorang pengurus kumpulan Mahasiswa muslim di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama Himpunan Mahasiswa Islam akan menambah kuatnya tenaga kaum muslimin di lembaga legislatif ini. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah Maukah mereka itu semua untuk menegakkan apa yang telah diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasul-Nya untuk diterapkan dan dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara? Sekaranglah saatnya untuk kaum muslimin Indonesia untuk dengan tegas menyatakan bahwa Islam mampu memberikan alternatif pemecahan dalam segala kehidupan manusia, baik dalam masalah keluarga, masyarakat, pemerintahan, negara, sosial, politik, ekonomi dan keamanan. Kalaulah kesempatan yang baik ini tidak dimanfaatkan dan dipergunakan sebaik-baiknya oleh kaum muslimin Indonesia, mau kapan lagi. Inilah sedikit tanggapan saya untuk Keluarga Besar Muhammadiyah dan NU. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Oct 1999 jam 07:31:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
