----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Stockholm, 12 Oktober 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PBB+GOLKAR DUKUNG HABIBIE, GUSDUR TAK MUNDUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Untuk pendukung BJ Habibie.

Memang, orang yang satu ini, yang senang orang memanggilnya dengan
sebutan Gus Dur, susah dipegang dan diterka, licinnya seperti ikan
belut. Diminta untuk jadi calon presiden, dijawab ya. Diminta untuk
menyampaikan pesan sponsor, dijawab ya. Diminta untuk jadi ketua MPR
dijawab ya, walaupun untuk kursi ini telah diduduki oleh Amien dengan
restunya. Tetapi untuk diminta mundur, apalagi diancam, jawabnya nanti
dulu. Bahkan sempat keluar ucapan tanpa lewat saringan otaknya: "Saya
tidak takut pada musibah apapun, jika kita takut akan musibah itu, sikap
keras itu, artinya Indonesia lama-lama akan terus mereka sandera pake
ancam-ancaman, bukan demokrasi namanya, jadi nggak pake ancaman,
demokrasi, kalau saya jadi presiden, kalau mereka berontak saya tangani
dengan tangan, bersiap-siapa saja nggak peduli mereka siapapun" (Tempo
Jum'at 8/10/99).

Nah, walaupun poros tengah hasil ciptaan Amien sudah kehilangan sebagian
anggotanya, karena sebagian tokoh PBB, seperti Ahmad Sumargono, Ketua
KISDI, yang juga anggota DPR dari PBB daerah pemilihan DKI Jakarta tanpa
ketinggalan Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PBB, berbelot ke BJ
Habibie. Tetapi Gus Dur tetap menggeliat tidak terpengaruh oleh
berkurangnya kekuatan poros tengah.

Sebaliknya, BJ Habibie, dengan didukung oleh sejumlah pendukungnya yang
telah siap berjibaku dan kelihatannya dia juga telah mengadakan
kesepakatan dengan para penentangnya dalam tubuh Golkar, seperti Marzuki
Darusman, Koordinator Tim Amandemen, mulai bernafas lega. Apalagi
setelah berlangsungnya Rapat Pimpinan Partai Golkar yang dilaksanakan di
Hotel Santika, Jakarta, yang dimulai kemaren (11/10/99) dan selesai hari
ini (12/10/99). Dimana ketika tulisan ini dibuat belum ada keputusan
untuk mencabut kembali pencalonan BJ Habibie sebagai calon presiden dari
Golkar. Jadi diperkirakan BJ Habibie akan tetap dicalonkan sebagai calon
presiden untuk bertanding melawan Megawati Soekarnoputri dari PDI
Perjuangan dan Gus Dur calon presiden dari poros tengah yang telah
dilambungkan oleh kelompok Reformasi (kelompok gabungan PAN dan PK).

Nah sekarang, dengan tampilnya BJ Habibie, Gus Dur dan Megawati sebagai
calon presiden, maka kemungkinan besar yang terpilih menjadi presiden
adalah orang yang tidak mendapat kepercayaan penuh dari seluruh
wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif MPR ini. Kalau hal
ini terjadi, maka yang dituntut adalah jiwa besar dari seluruh rakyat
Indonesia termasuk didalamnya para anggota MPR untuk menerima apa saja
yang telah keluar dari hasil keputusan pemungutan suara dalam pemilihan
presiden Daulah Pancasila dengan UUD 1945-nya yang sekuler. Itulah hasil
aturan permainan yang telah diciptakan dan yang berlaku di Daulah
Pancasila dengan dasar Pancasila-nya dan UUD-45 nya yang sekuler.

Terakhir, tentu saja setelah pemilihan presiden ke-4 Daulah Pancasila
ini, menunggu 207 juta rakyat Daulah Pancasila untuk mendapatkan bagian,
agar dapat menghidupi diri dan keluarganya. Ironisnya, dana untuk
pembiayaan anggaran negara adalah merupakan "dana pinjaman luar negeri
senilai sekitar Rp 100.000.000.000.000 (Rp 100 trilyun yang berasal dari
dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Bank Pembangunan
Asia), yang kemungkinan bisa macet, sehubungan pemerintah terus
bersikukuh untuk tidak mengumumkan laporan lengkap (long form) hasil
audit Pricewater- houseCoopers (PwC)" (
http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/11/utama/tim01.htm ).

Inilah sedikit jawaban saya untuk pendukung BJ Habibie.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Oct 1999 jam 11:47:28 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke