---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk MASSA MEGA DATANG, MASSA BAYARAN "NGACIR" JAKARTA, (SiaR, 12/10/99). Peristiwa unik terjadi dalam demonstrasi Senin (11/10) kemarin di Bunderan Hotel Indonesia (HI). Sekitar pukul 10.30 WIB saat ratusan pendukung Megawati dari berbagai elemen mulai berdatangan, maka ratusan pendukung BJ Habibie yang tergabung kedalam Jihad Fisabillilah buru-buru membubarkan diri menuju belasan kendaraan metromini mereka yang menunggu di samping Hotel Wisata, jl. Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Massa pendukung Megawati yang terdiri dari Forum Komunikasi Generasi Muda Indonesia Timur (FK-GMIT), Barisan Banteng Megawati (BBM), Gerakan Rakyat Pendukung Mega Kabupaten Banyumas (Geramm) dengan mengusung berbagai spanduk dan poster dukungan terhadap Megawati segera menguasai bunderan HI mengisi tempat yang ditinggalkan oleh para pendukung Habibie. Beberapa belas orang pendukung Habibie yang nekad bertahan mengusung spanduk bertuliskan, "Tolak Presiden yang Bodoh dan Tidak Bisa Bicara", dihardik, dan diusir oleh beberapa pria dari kelompok Geramm. "Gulung spanduk itu, atau kalian yang akan kami gulung," ucap seorang pria yang wajahnya dipenuhi tusukan pin lambang Banteng dalam lingkaran. Dengan muka ketakutan para pendukung Habibie yang semuanya remaja usia belasan itu segera menggulung spanduk, dan menyeberang menuju ke arah jl. Kebon Kacang menyusul rekan-rekannya. Warga masyarakat yang menyaksikan peristiwa tersebut menyoraki para pendukung Habibie. "Hei... dikasih uang berapa kok pada ngacir!" teriak seorang laki-laki yang tampaknya karyawan diseputar jl. Thamrin. Para demonstran pro-Habibie yang mayoritas merupakan remaja usia belasan tahun tersebut dikumpulkan di sejumlah tempat ibadah di beberapa wilayah Jakarta, sebelum diberangkatkan menuju Bunderan HI dengan diberi uang bervariasi antara Rp10 ribu hingga Rp30 ribu. Semakin siang, Bunderan HI semakin dikuasai para pendukung Megawati. Jumlahnya mencapai seribuan orang, dengan masuknya elemen pendukung lainnya seperti Solidaritas Peduli Ibu dan Anak, Ikatan Pekerja Galian dan Bangunan Indonesia. Juga dari Gerakan Buruh Marhaen, serta warga masyarakat yang ikut bergabung. Geramm menggelar spanduk sepanjang 1,2 kilometer yang berisi ribuan tandatangan dukungan bagi Megawati, dari mulai Bunderan HI hingga ke Dukuh Atas. FKGMIT dalam pernyataan sikapnya mengancam akan membentuk Majelis Rakyat Indonesia Timur untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Timur jika Megawati tidak terpilih sebagai Presiden RI. Salah satu poster yang diusung bertuliskan, "Bila Megawati tidak terpilih, Papua Merdeka." Situasi kembali memanas, ketika sekitar lima puluh orang dari Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) yang pro-Habibie tiba-tiba mencoba untuk berunjuk rasa di Bunderan HI, setelah menyeberang dari arah Sogo. Massa GPK secara demonstratif coba memprovokasi massa pro-Megawati yang jumlahnya jauh lebih banyak. Massa pro-Megawati segera meneriaki massa GPK, dan nyaris memburu massa GPK sebelum dilerai oleh aparat kepolisian yang berjaga-jaga di sekitar Hotel Indonesia. Massa GPK dihalau aparat kepolisian hingga ke arah Kebon Kacang. "Untung pendukung Mega tidak terprovokasi. Jumlah mereka jauh lebih besar," ujar Lettu Pol Budi yang sibuk menghalau massa GPK.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Oct 1999 jam 12:50:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
