---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Lucu juga begitu membaca tulisan seorang aktifis KISDI yang teriak teriak anti PDI-P di kolom ini. Kebencian terhadap Mega diobral secara luar biasa, seperti sedang kebelet mencret, si Hasan Rasyidi ( germo Dolly ) dia menyerang Mega dan PDI secara membabi buta, yang penting asal muncrat...otak buteknya langsung lega.. Memang Mega itu bukan seorang tokoh pintar, memang saya akui dia rada bloon dan tidak nampak well educated. Sayapun sudah berkali-kali mangkel dan kesel pada kebisuan dan kegoblokannya. Tapi.... Anda harus ingat, PDI-P adalah partai pemenang pemilu. Dan pemilu ini adalah pemilu yang sah... Jadi bila anda masih mau mengaku berjiwa demokrat seharusnya anda juga harus mengakui realita bahwa Mega yang walaupun rada bego, adalah tokoh pilihan rakyat banyak.. Dan sekarang ini kita sudah tidak bisa mengelakan kenyaataan bahwa Mega akan dijegal oleh Habibie beserta antek -anteknya ( Amien Rais, Hamzah,Poros Toket,ICMI, MUI ) dengan memperalat si maha tolol Gus Dur... Mencoba membandingkan Mega dan Habibie adalah joke yang sama sekali tidak lucu. Pertama Habibie adalah tokoh korup yang selalu membela segala sesuatu yang korup. Kedua Habibie adalah jelas-jelas orang yang bertanggung jawab terhadap keambrukan ini negara. Ketiga Habibie adalah mahluk licik yang mau memanfaatkan segala cara. Sedangkan Mega biarpun IQ pas pasan. PDI-Pnya menang secara jujur dan tidak menang pemilu dengan beli suara dan pakai sikat bank segala seperti Golkar ( Kasus Lippo cuma fitnah koran idiot Republika doang ) Mega walaupun cengeng ( nangis memikirkan rakyat, tidak menyelesaikan masalah..mbak ) Dia jujur dan tidak banyak intrik. Mengangkat seorang yang tidak cerdas menjadi pemimpin tentunya memang bukanlah sesuatu yang bijaksana. Tapi argumen di sini adalah....mengangkat seorang licik, traumatik, egomania, takabur dan korup tetap sebagai pemimpin adalah kiamat...! Anda harus ingat, Presiden itu adalah jabatan eksekutif yang mempunyai tim. Seorang bego seperti Mega bila punya tim yang kuat akan menghasilkan kepemimpinan yang kuat. Dan tentu jangan pula kita melupakan bahwa manusia itu tidak selamanya bego, proses belajar akan membuat kebodohan Mega jelas lama-kelamaan berkurang. Tapi seorang licik punya kecenderungan selamanya akan tetap licik. Culas dan kleptomanik itu jelas lebih berbahaya dari manusia yang kurang well informed. Sungguh lucu membaca sebagian tulisan netter yang masih percaya dan mengakui bahwa Habibie selama ini banyak memberikan perubahan bagus di tanah air seperti HAM, kekebasan pers dan opsi memerdekakan Timor Leste. Bahkan orang kawakan macam Christian Wibisono saja sempat memuja muji Habibie dalam tulisannya , ketika Habibie menyuruh militer menarik pasukan ( karena ngeper) dari bumi Timor-Timur, Seakan Habibie adalah pendekar demokrasi. Seakan dia adalah jagoian HAM. Ingat, kebebasan pers yang diberikan Habibie bukan berdasarkan niat yang tulus, itu semua adalah produk lantaran kedudukannya sebagai Presiden transisi memang lemah, dia belum cukup kuat untuk punya kekuatan menindas mahasiwa dan oposisi. Ingat UU-KKN atau PKB yang hampir saja lolos dipraktekan ABRI ? itu adalah senjata pamungkas yang akan membungkam pers dan oposisi yang justru direstui Habibie beserta konco konco keparatnya di DPR sana. Timor Timur merdeka lantaran Habibie? Gimme a fuckin break.. Trik memberikan referendum adalah strategi licik Habibie terakhir untuk mengangkat namanya sebagai tokoh perdamaian dan perubahan ( dengan perhitungan pro intregrasi menang ) di dunia Internasional, mencari muka IMF, World Bank, Amerika dan juri Nobel Prize ( uh, siape tau gue dianggap sama seperti Mandela..) sambil mengharapkan sengan itu, nama Mega akan tenggelam baik didalam negri atau di dunia internasional.. Jadi, bagaimanapun kawan, jelas....jelas...jauh lebih bagus Mega dari Habibie. Dan karena itu sekali lagi...jika kita tetap mau mengaku sebagai demokrat..ya mbok berikan kesempatan Mega untuk menduduki kursi kepresidenan.. Toh kalau dia tidak becus, Kita bisa tidak memilihnya lagi nanti.. Tapi susah memang meyakinkan si Rasyidi, muslim tolol ini taunya Habibie muslim , dan Mega berdoa di pure doang. Cuma sayangnya... Mega nampaknya akan terjungkal. Ada kecenderungan Habibie bekoloborasi dengan Gus Dur. PDI-P akan manyun dan terbuang. Makanya Mega mestinya lebih punya sedikit inisiatif... Jangan terlalu dongo dan kebanyakan tidur dan nonton telenovela. Dulu dari awalnya PDI-P sudah salah tidak menggugat soal fraksi utusan golongan dan utusan daerah... Kemudian membiarkan TNI punya 36 kursi di DPR.. Sekarang coba dekati itu Fasial Basri dan rebut suara dari PAN, Dan pecah belahkan Golkar dengan senjata mereka sendiri, seperti janji-janji muluk, menawarkan jabatan bagi kader yang mau hijrah,meniupkan terus sentimen anti Habibie dll. Dan yang satu ini juga penting,mbak.. Itu para legislatif dari PDI-P kok 60 persennya orang yang non muslim ? Walaupun saya bukanlah seorang yang agamais, tapi tindakan mbak ini adalah tindakan orang goblok yang jelas menyakitkan otak butek orang-orang seperti Rasyidi..Akibatnya lihat, ente dituduh sebagai antek antek Kristen radikal yang anti islam. Makanya, goblok sih boleh boleh saja.. Tapi....jangan sampai super idiot.. Bangunlah dan coba bikin keputusan sendiri.. Saya bagaimanapun lebih memilih Mega dari Habibie.. And No way untuk si mr yoyo Abdurahman Wahid. ( enak bener lu..nggak ikut pemilu, tiba tiba muncul jadi capres..taik lu dur ) Hasan Basri October 11,99 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Oct 1999 jam 12:47:25 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
