---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk MPR MUNGKIN TAK AKAN CABUT TAP INTERGASI TIMTIM JAKARTA, (MateBEAN, 12/10/99). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Indonesia tampaknya tak akan mencabut Ketetapn MPR tahun 1978 yang mensahkan pencaplokan Timor Timur ke dalam wilayah Indonesia. Anggota Badan Pekerja MPR hingga saat ini belum memiliki kata sepakat mencabut Tap itu. Hingga Selasa (12/10) siang kemarin yang menyetujui dicabutnya Tap justru fraksi TNI dan Utusan Golongan. Sementara PDI-P, Partai Golkar. Partai Persatuan Pembangunan dan PKB bertahan untuk tidak mencabut karena menurut mereka penyelengaraan jajak pendapat merupakan suatu kesalahan. Sabam Sirait Ketua Fraksi PDI-P menyatakan pemberian opsi bagi Timtim hanya upaya Habibie untuk mencari muka di mata dunia internasional. "Kita sekarang melihat akibat politk yang salah dari Habibie. Dia mencari muka di forum internasional, tahu salah-salah, kita menjadi korban, pengungsian, mati, polisi mati, kita diserang, kita tidak terhormat lagi, sebagian dari kita kan sekarang diduduki walaupun atas nama PBB," katanya. Sedangkan Rambe Kamaruzaman dari Golkar mempunyai pendapat lain. Menurut Rambe untuk menentukan nasib Timor Timur sebaiknya diselenggarakan referendum nasional. "Ada lagi pertimbangan berikutnya Apakah untuk menetapkan ini kita tidak melakukan referendum nasional karena dulu bukan maunya rakyat Timtim tapi ada deklarasi Balibo dan TAP MPR itu sendiri. Oleh karena itu kita lakukan saja referendum nasional," katanya. Namun pernyataan dari Fraksi Partai Golkar itu ini ditolak oleh Fraksi Utusan Golongan. Menurut Hamim Thohari dari Utusan Golongan, pengintegrasian Timor Timur dalam Tap MPR tahun 78 itu tidak melibatkan seluruh rakyat Indonesia. Karena tidak menemukan kata sepakat maka Badan Pekerja MPR membentuk Tim Tiga yang akan merumuskan hasil perdebatan tadi. Sebagian dari anggota MPR juga berpandangan bahwa sebaiknya TAP MPR tentang integrasi Timtim sebaiknya dicabut. Karena persoalannya adalah jajak pendapat sudah terlanjur dilaksanakan, sehingga kalau Tap itu tetap mempertahankan integrasi Timtim maka konsekuensinya adalah Indonesia akan dikucilkan oleh dunia internasional. "Apakah kita ingin dikucilkan oleh dunia internasional? Ini yang harus kita pertimbangan secara matang, karena jajak pendapat sudah terlanjur dilaksanakan, sehingga apapun hasilnya kita harus terima, walaupun dengan berat hati," kata Ketua Fraksi TNI/Polri. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 Oct 1999 jam 14:22:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
