---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TNI AKAN TINDAK MILISI JAKARTA, (MateBEAN, 13/10/99). Panglima TNI Jendral Wiranto mengatakan, TNI sedang merencanakan operasi khusus untuk mengumpulkan dan menggekang anggota-anggota milisi pro-integrasi dari Timor Timur yang sekarang berada di Timor Barat. Jendral Wiranto mengatakan hal itu dalam pertemuannya dengan mantan pejabat inti Partai Liberal Demokasi Taku Yamasaki di Mabes ABRI Cilangkap Selasa (12/10) kemarin. Menurut Yamasaki, Jendral Wiranto juga mengatakan, ia akan mengusulkan kepada Interfet agar pasukan Interfet dan TNI melakukan patroli bersama di perbatasan Timor Timur dengan Timor Barat. Saat ini TNI dan Interfet sedang melakukan upaya yakni mengadakan penyelidikan bersama mengenai insiden tembak-menembak di perbatasan Timor Timur dengan Timor Barat. Pihak Interfet juga menawarkan peta dan peralatan pemastian posisi GPS untuk digunakan oleh pasukan TNI di sebelah Barat perbatasan, demi menghindarkan terulangnya insiden demikian. Kepala Staf Interfet, Kolonel Mark Kelly, mengatakan, penyelidikan bersama akan berlangsung secara paralel dengan penyelidikan masing-masing organisasi. Kolonel Kelly mengatakan, terdapat informasi simpang-siur dari Jakarta dan dari pihak TNI di Dili, di mana pimpinan TNI setempat mendukung penegasan Interfet bahwa pasukan Australia tidak melintasi perbatasan. Kolonel Kelly juga mengatakan, usulan agar ditempatkan peninjau internasional tidak bersenjata di perbatasan merupakan suatu kemungkinan. Sedangkan Panglima Pasukan Multinasional di Timor Timur, Mayor Jenderal Peter Cosgrove, mengatakan ia ingin agar TNI menjelaskan peranannya dalam suatu serangan di tapal batas dengan Timor Barat. Mayjen Cosgrove mengatakan, insiden itu melibatkan milisi, TNI dan anggota Polri. Cosgrove mengatakan, tentaranya menggunakan informasi-navigasi Indonesia pada saat serangan itu terjadi dan jelas-jelas berada di Timor Timur ketika mereka ditembaki. Mayjen Cosgrove mengatakan, masalah perbatasan telah diselesaikan dengan pihak TNI di Dili. Sekarang ia ingin tahu apakah anggota Polri atau TNI juga menembaki tentara Australia. Kata Mayjen Cosgrove, respon TNI akan sangat menentukan. Katanya, pada saat itu ada beberapa anggota TNI dan Polri, dan itu mengkhawatirkan pihaknya menghendaki penuturan TNI tentang insiden itu dan mengenai siapa yang menembaki tentara Interfet. Senin (11/10) malam pengerahan tahap terakhir pasukan Interfet ke sektor barat Timor Timur sudah dirampungkan sehingga kekuatan pasukan multinasional di kawasan itu kini berjumlah tiga ribu orang. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 Oct 1999 jam 14:25:41 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
