----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Kolom IBRAHIM ISA:

                                               I N    M E M O R I A M
                          Julius Kambarage   N Y E R E R E    <Mwalimu>
                                                                 (77)

Mwalimu, dengan nama julukan mesra dan respek itulah beliau dikenal
lebih populer oleh rakyat Tanzania dan Afrika, . . .Seorang bapak nasion
yang dicintai rakyatnya telah tiada. Beliau meninggalkan dunia yang fana
ini pada tanggal 14 Oktober kemarin, dalam usia 77 th, tidak lama
sesudah dirawat di rumah sakit Londen karena menderita leukemia.

Ketika  saya jumpa dengan beliau, Januai 1996, di Havana  dalam rangka
menghadiri ulangtahun ke-30 OSPAAL, suatu organisasi Asia-Afrika-Amerika
Latin yang non-governmental, kemudian sesudah di lapangan terbang
Caracas, Venezuela, dalam perjalanan pulang, tampak beliau masih segar
dan sehat dan tidak ada tanda-tanda mengidap penyakit. Bicaranya seperti
biasa,  lembah lembut, jelas tapi mantap.

Mwalimu dalam bahasa Swahili, artinya Guru. Nyerere  adalah juga seorang
intelektuil. Beliau adalah orang Tanganyika pertama yang belajar di
Universitas Britania.. Gelar MA diraihnya untuk ilmu sejarah dan
ekonomi. Beliau juga telah banyak menulis a.l. telah terbit  bukunya
"Kemerdekaan dan Persatuan", "Kemerdekaan dan Sosialisme" serta
"Kemerdekaan dan Perkembangan", dll. Juga dua karya Shakespeare
"Pedagang Venesia" dan "Julius Caesar" telah beliau terjemahkan ke dalam
bahasa Swahili, bahasa nasional Tanzania. Suatu hal yang langka di dunia
ini, dimana  seorang politikus dan negarawan begitu besar perhatiannya
pada sastra dunia.

Beliau memang tadinya seorang guru yang kemudian terjun dalam kancah
politik Tanganyika <sebelum berlebur dengan Zanzibar menjadi Tanzania>
demi memperjuangkan kemerdekaan Tanganyika dari kolonialisme Inggris.
Sebagai ketua dari Tanganyika African Association, beliau cepat
mengembangkan dan meningkatkan organisasi tsb menjadi Tanganyikan
African National Union -TANU (sebuah organisasi yang lebih berorientasi
politik, sebuah parpol).

Mwalimu juga tegas anti-militerisme. Ketika diktator militer jendral Idi
Amin merajalela di Uganda, dengan sewenang-wenang mengusir kaum pedagang
etnis asal Asia (Pakistan dan India) dari Uganda, Mwalimu dengan keras
mengecam tindakan Amien tsb. Begitu tentara Jendral Idi Amien menduduki
salah suatu daerah Tanzania, Nyerere  mengirimkan pasukan Tanzania untuk
memukul mundur pasukan Idie Amien, memberikan bantuan pada mantan PM
Obote dan pejuang-pejuang Uganda, yang digulingkan oleh Idi Amien,
seterusnya membebaskan Uganda dari rezim militer Jendral Idi Amien.
Begitu bebas dari kediktatoran militer Idi Amien, Nyerere menarik
kembali pasukan Tanzania dari Uganda.

Meskipun beliau telah menjadi politikus, kemudian menjadi perdana
menteri  pertama dari Tanganyika merdeka, dalam tubuh Mwalimu masih
tetap mengalir darah seorang guru, baik  dalam langgam dan gaya memimpin
bangsa dan negara, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Beliau dekat
dengan orang biasa, dengan rakyat dan dengan siapa saja yang berhubungan
dengan beliau. Pertama kali saya bertatapan muka dengan Mwalimu Nyerere,
ialah  ketika Tanganyika mengundang Sekretariat Tetap Organisasi
Setiakawan Rakyat Asia-Afrika, untuk menyelenggarakan Konferensi
Setiakawan Rakyat AA di Moshi,  Tanganyika pada tahun 1963.

Pada waktu beliau diperkenalkan pada kami, para wakil rakyat Asia-Afrika
yang duduk di Sekretariat AA <suatu badan yang menyelnggarakan
Konferensi AA tsb> saya tidak menduga seorang presiden Afrika demikian
sederhananya, baik dalam penampilannya maupun dalam cara beliau
berbicara. Beliau amat hangat terhadap tamu-tamunya. Samasekali tidak
tampak lagak-lagu dari seorang pemimpin, seorang kepala negara yang
rata-rata memberikan kesan demikian itu. Seorang tokoh politik Afrika
yang sangat dekat dengan Mwalimu menyatakan bahwa ia tidak pernah
melihat rumah seorang presiden kepala negara yang begitu sederhana
seperti rumah Presiden Republik Tanzania, Julius Nyererre.

Dalam pidatonya di Konferensi tsb Mwalimu Nyerere menekankan arti
penting dari persatuan dalam perjuangan untuk menghapuskan sistim
kolonialisme, khususnya di Afrika. Beliau tidak sekadar berseru perlunya
menggalang dan memperkokoh persatuan Afrika, tetapi dalam
langkah-langkah kongkrit beliau amat aktif berjuang ke arah tsb sampai
akhirnya berhasil terbentuknya  Organisasi Persatuan Afrika,
<Organization of African Unity, OAU> yang mencakup hampir semua
negara-negara Afrika.

Sebagai pemimpin bangsa, Mwalimu juga seorang idealis yang gigih. Beliau
percaya bahwa �sosialisme yang karakteristik Afrika ' akan bisa
menyelamatkan dan memberikan kemakmuran dan kebahagiaan kepada rakyat
dan bangsa Tanzia, bahkan pada seluruh Afrika. Beliau mencita-citakan
suatu masyarakat Tanganyika yang sosialis, yang berkarakteristik
Tangan-yika, yang anggotanya sama derajat dan yang ekonominya
berdasarkan pada koperasi pertanian. Sa-yang, idealismenya mengenai
�sosialisme' yang berciri Afrika, belum sempqt  dikukuhkan dengan suatu
program ekonomi yang realis.  Program pembangunan ekonomi di bawah
Mwalimu dimulai dengan secara besar-besaran menasionalisasi perusahaan
dan perkebunan asing, di saat Tanganyika belum siap untuk itu. Sehingga
terjadilah kemunduran ekonomi.

Tidak sedikit pakar dan sahabatnya yang menyatakan bahwa kandasnya
program pembangunan ekonomi Tanganyika yang berorientasi sosialisme itu,
teristimewa disebabkan oleh diabaikannya hukum pasar yang riil. Ini
tampaknya diakui juga oleh Mwalimu. Ketika berkunjung ke Utrecht,
Holland, pada bulan Maret 1997, misalnya, Mwalimu dengan merendah-diri
dalam nada bergurau menyatakan: "Juga saya dewasa ini, tidak bicara soal
sosialisme lagi. Liberalisme adalah religi baru dewasa ini. Baik. Saya
juga setuju dengan pasar. Kita sekarang ini perlu menjadi
pengusaha-pengusaha yang baik . . . ." Namun, cita-citanya mengenai
sosialisme yang karakteristik Afrika sedikitpun tidak kendur.

Di era globalisasi kini tidak jarang Mwalimu mengecam keras politik IMF
dan Bank Dunia yang dengan menyodorkan resepnya sendiri untuk
pertumbuhan ekonomi Afrika dan negeri-negeri yang sedang berkembang
lainnya,  sebagai syarat untuk pemberian bantuan. Nyerere menekankan
bahwa  dalam prosesnya konsep IMF dan Bank Dunia itu mengakibatkan
negeri-negeri Afrika dan yang sedang berkembang lainnya,  semakin
tergantung secara finansil dan ekonomi pada negeri-negeri kreditur
(Barat). Mwalimu mendesak agar kebijaksanaan IMF dan Bank Dunia tsb
diubah sesuai dengan kepentingan negeri-negeri yang sedang berkembang.

Sesudah negerinys sendiri langsung mengalami �kebijakan' IMF dan Bank
Dunia yang selalu hendak memaksakan �penghematan' pada pengeluaran
negara untuk pendidikan dan kesehatan rakyat, katanya demi �pertumbuhan
ekonomi yang lebih sehat', Mualimu mengeluh sambil menyatakan
bahwa:"Ketika saya lepas dari pemrintahan (1985), semua anak-anak (di
Tanania) bisa bersekolah. Sesudah 10 tahun <kebijaksanaan> Bank Dunia,
tinggal lagi 62% dari anak-anak yang bisa bersekolah. Saya tetap
menyerukan bahwa pendidikan adalah penting. Pendidikan untuk �markt',
begitulah sekarang saya katakan, maka mungkin mereka akan bersedia
mendengarnya."

Sejak dimulai dan meningkatnya perjuangan di arena internasional antara
Selatan" <negeri-negeri yang sedang berkembang> dengan "Utara"
<negeri-negeri yang sudah maju perkembangannya, umumnya Barat>, Mwalimu
adalah salah seorang tokoh penting yang senentiasa berdiri di depan
dalam perjuangan  untuk hak hidup dan pertumbuhan  negeri-negeri yang
sedamg berkembang, yang seyogianya memperoleh bantuan dari negeri-negeri
yang sudah maju.

Di peta politik Afrika, Mwalimu selalu menentang dibangunnya
nasion-bangsa Afrika di atas dasar etnis ataupun kesukuan. Beliau juga
mengecam politik kaum kolonialis Barat yang telah dengan seenaknya
memotong-motong Afrika dan membagi-bagikannya di kalangan sendiri.
Sehingga dengan demikian telah menganggu dan merusak perkembangan
�nationhood' yang wajar dari  Afrika.

Beliau sendiri telah mencapai sukses penting dalam memberikan sumbangan
besar bagi lahir dan tegaknya kesatuan dan keutuhan Tanzania sebagai
nasion merdeka, yang terdiri paling sedikit darri 120 etnis, yang
beragama Kristen, Islam dan lain-lain religi serta berbicara dalam
berbagai bahasa. Suatu �kasus studi' yang berharga bagi nasion kita yang
juga  bermulti etnis, religi dan bahasa.

Mwalimu Nyerere telah tiada, tetapi di hati rakyat Tanzania, di hati
Afrika dan bahkan di dunia internasional, di hati pejuang-pejuang
kemanusiaan, nama beliau akan selalu dikenang, sebagai seorang guru,
Mwalimu, seorang pejuang yang patriotik , seorang negarawan dan tokoh
humanis yang bercita-cita sosialisme, yang telah mengabdikan seluruh
hidupnya demi cita-citanya, demi kemajuan dan kebahagiaan manusia.


* * * * *

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Oct 1999 jam 17:30:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke