----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Stockholm, 18 Oktober 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

DASAR NEGARA DIBICARAKAN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Untuk saudara J. Kamrasyid yang berdomisili di [EMAIL PROTECTED] .

Pagi ini, sebelum saya pergi kekantor, sempat saya baca tanggapan dari
saudara JKamrasjid.

Baiklah, saudara JKamrasyid, saya menganggap bahwa saudara adalah
saudara Islam saya, karena itulah anggaplah ini merupakan suatu usaha
untuk saling nasehat menasehati dalam kebenaran (kebenaran dari Allah)
dan kesabaran.

Nah, dalam tulisan saya yang lalu saudara belum menjawab pertanyaan saya
dibawah ini:

"Daulah atau negara dengan pemimpin dan pemerintahan yang bersistem dan
berstruktur apa dan bagaimana yang sesuai dengan contoh Rasulullah SAW
dan ideal bagi kaum muslimin dan non muslim baik yang ada di Indonesia
ataupun yang ada diluar Indonesia, yang didalamnya berlaku hukum-hukum
Allah secara menyeluruh dan diterapkan dengan adil, yang melaksanakan
kedaulatan Allah, yang menerapkan musyawarah, yang berdasar aqidah
Islam, yang menerapkan persatuan seaqidah Islam, yang menghargai hak
asasi manusia, yang menjamin kelompok minoritas, yang tidak mengenal
nasionalitas, kebangsaan, kesukuan, ras dan dengan cara atau metode apa
untuk membangun dan mendirikannya ?". (Ahmad Sudirman, Tanggapan untuk
JKamrasjid, 17 Oktober 1999 ).

Melainkan saudara J Kamrasjid menulis:

"Bagi Saya Pancasila adalah buah pikiran manusia, bukan agama. Menentang
Pancasila dengan membandingkan dengan islam sebagai agama, adalah
pemikiran yaang salah alamat. Pancasila harus dipandang sebagai fungsi
ikhtiar para pendiri republik yang menurut Saya kualitas keagamaannya
tidak diragukan. Oleh karena itu sebagai ciptaan manusia "ia bukanlah
hal yang sakral."  Jadi jelas sekali bahwa cara Abda mempertentangkan
islam dan Pancasila menunjukkan ketidaktahuan anda tentang islam itu
sendiri.

Bagi Saya Pancasila haruslah diisi dengan nilai-nilai sebagaimana
diajarkan  oleh Rasulullah. Pak Harto mencoba mengisinya dengan P4
lengkap dengan penatarannya. Akan sebagai stetement..ia perlu
dikembangkan menjadi ideologi yang tentu saja tak lepas dari nafas
keagamaan yang kita yakini. Sebagai ummat mayoritas Kita berkewajiban
mengembangkan Pancasila sebagai idelogi yang sejajar dengan
ideologi-ideologi besar di dunia. Apabila Kita menghindar dari kewajiban
itu, karena Kita bodoh, goblok dan very-very stupid...maka itulah
kesalahan di abad ini yang generasi Kita akan lakukan. Ini Sementara
dari Saya. Sekali lagi pemikiran Anda yang keblinger ini tolong
dihentikan.. se-akan Anda melihat Pancasila sebagai agama lain yang
harus dibandingkan dengan islam... Wassalam (JKamrasjid, 17 Oktober
1999).

Baiklah saudara Kamrasjid.

Saya tidak "melihat pancasila sebagai agama lain yang harus dibandingkan
dengan Islam" seperti yang saudara Kamrasjid tulis diatas.

Nah, saya bertanya, benarkah pancasila sebagai falsafah negara yang
tercantum dalam preambule (muqaddimah) Undang Undang Dasar 1945
"Berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ke Tuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia" yang merupakan hasil rumusan dan godogan Panitia
Sembilan dari BPUPK itu adalah digali dari Islam dan diterima oleh
seluruh kaum muslimin Indonesia ?.

Bagi mereka yang mau membaca dan menggali sedikit sejarah lahirnya
pancasila dan UUD45, maka akan terbukalah bahwa dalam waktu kurang dari
satu bulan pancasila telah dirubah. BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-usaha
Persiapan Kemerdekaan) atau Dokuritzu Zunbi Cosakai yang terdiri dari 62
anggota dengan ketuanya Dr Rajiman Widiodiningrat dibentuk dan dilantik
oleh Jenderal Hagachi Seisiroo seorang jenderal Angkatan Darat Jepang.
BPUPK bersidang dari tanggal 28 Mei sampai dengan 1 juni 1945.

Tanggal 1 juni 1945 Bung Karno menyampaikan pidatonya yang berisikan
konsepsi usul tentang dasar falsafah negara yang diberi nama dengan
pancasila yang berisikan 1. Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme, 2.
Perikemanusiaan atau Internasionalisme, 3. Mufakat atau Demokrasi, 4.
Kesejahteraan Sosial, 5. Ketuhanan yang Maha Esa.

Dimana hasil sidang ini dirumuskan oleh panitia sembilan yaitu Soekarno,
Hatta, Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, Agus Salim, Kahar Muzakkir, Wahid
Hasyim, Ahmad Subardjo, Mohammad Yamin. Pada tanggal 22 juni 1945
lahirlah dari hasil rumusan ini yang oleh Mohammad Yamin disebut dengan
Piagam Jakarta yang berisikan rumusan lima dasar yang asalnya diambil
dari usul pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. Dimana dalam
Piagam Jakarta ini dinyatakan bahwa Ketuhanan,dengan kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.

Kemudian BPUPK ini mengadakan sidangnya lagi yang kedua dari tanggal 10
Juli sampai 16 Juli 1945 untuk membicarakan rancangan undang undang
dasar. Dimana setelah mengalami perubahan-perubahan oleh PPKI (Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang dibentuk pada tanggal 7 Agustus
1945, rancangan undang undang dasar inilah yang disahkan dan ditetapkan
menjadi UUD 1945 dengan rumusan terakhir pancasila yang tercantum dalam
preambule (pembukaan) UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945. Dimana
bunyi dari pembukaan UUD 1945 adalah "Berkedaulatan rakyat dengan
berdasar kepada Ke Tuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan
beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan
suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".

Ternyata sila pertama hasil pemikiran Panitia Sembilan ini yang
menyatakan: "Ketuhanan dengan menjalankan Syar'at Islam bagi para
pemeluknya" telah dirubah (atas usul sekelompok orang Kristen yang
berasal dari Sulawesi Utara, tanah elahiran A.A. Maramis) melalui
Muhammad Hatta yang memimpin rapat PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia) itu, setelah berkonsultasi dengan Teuku Muhammad Hassan dan
Kasman Singodimedjo (keduanya bukan anggota panitia sembilan), menghapus
tujuh kata dari Piagam Jakarta yang menjadi keberatan  dimaksud. Sebagai
gantinya, atas usul Ki Bagus Hadikusumo (yang kemudian menjadi ketua
gerakan pembaharu Islam Muhammadiyah), ditambahkan sebuah ungkapan  baru
dalam sila  Ketuhanan itu, sehingga berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa dan
di cantumkan dalam preambule (pembukaan) UUD'45 sampai sekarang dan
tidak ada seorangpun yang berani merubahnya.

Dengan jelas dan gamblang, sejarah telah mencatat, bahwa dalam jangka
waktu 24 hari, Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam
bagi pemeluknya, dirubah menjadi Ketuhanan Yang maha Esa, sampai
sekarang, dan tidak ada seorangpun yang berani untuk merubahnya kembali.
Fakta sejarah ini membabat habis alasan-alasan orang yang mengatakan
bahwa pancasila adalah tidak mungkin dan tidak bisa dirubah.

Karena pancasila telah disahkan dan ditetapkan sebagai asas atau dasar
negara RI, maka apa yang tercantum dalam GBHN (Garis Besar Haluan
Negara) yang ditetapkan dan dibuat oleh KNIP  (Komite Nasional Pusat)
-selama MPR dan DPR belum terbentuk- sebagai badan  yang diserahi
kekuasaan legislatif dengan berdasarkan
kepada Maklumat Wakil Presiden No.10 pada tanggal 16 Oktober 1945, yang
berisikan pemberian kekuasaan legislatif kepada Komite Nasional Pusat,
harus selaras dan sejalan dengan apa yang ada dalam preambule UUD45 atau
apa yang disebut dengan pancasila.

Karena pancasila yang ada sekarang yang telah dijadikan dasar negara
adalah asalnya bukan digali dari Islam, maka pancasila tidaklah ada
hubungannya sama sekali dengan Islam.

Pancasila adalah merupakan hasil rumusan dari usul pidato Bung Karno,
yang telah dirubah oleh BPUPK dan PPKI dalam sidangnya yang kedua dari
tanggal 10 Juli - 16 Juli 1945. Kalau ada orang yang mau menyesuaikan
pancasila dengan Islam, maka orang tersebut mau menjual Islam dengan
harga sedikit. Nah, karena pancasila adalah merupakan hasil rumusan
bersama dan akhirnya dijadikan dasar negara yang tidak ada kaitannya
dengan Islam, maka pancasila boleh dirubah, dihapus atau dibuang.

Nah sekarang, kita lihat dari sudut Islam terhadap apa yang ada dalam
pancasila ?

Apakah benar Islam sebagai alternatif dari pancasila dan UUD45 adalah
tidak tolerans, tidak mengakui agama-agama lain, tidak mengakui hak
asasi manusia, tidak mengakui persatuan, dan tidak mengakui kebangsaan?.

Marilah kita kupas secara singkat. Benarkah Islam tidak tolerans?.
Jawabannya, tidak benar. Bukti, Islam tidak memaksakan seseorang untuk
memeluk dan menganut Islam. "Tidak ada paksaan untuk memasuki agama
Islam...."(Al Baqarah, 256). "Agama kamu untuk kamu agama saya untuk
saya"(Al Kafirun,6). Silahkan, bebas,
untuk memeluk agama atau kepercayaan apa saja. Inilah yang disebut
toleransi yang murni yang ada dalam Islam.

Benarkah Islam tidak mengakui agama-agama lain ?. Jawabannya, tidak
benar. Bukti, Islam mengakui agama-agama yang dianut dari sejak Nabi
Adam sampai Nabi Isa Alaihi Salam. "Dan mereka yang beriman kepada Kitab
yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan
sebelummu...."(Al Baqarah, 4). Kitab Taurat yang dianut oleh pengikut
Nabi Musa, Kitab Zabur yang dianut oleh pengikut Nabi Dawud, Kitab Injil
yang dianut oleh pengikut Nabi Isa.

Benarkah Islam tidak mengakui hak asasi manusia ?. Jawabannya, tidak
benar. Bukti, Islam tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan warna
kulit, kesukuan, kepercayaan, ras, bahasa, semuanya diperlakukan dengan
adil didepan hukum. "..dan apabila menetapkan hukum diantara manusia
supaya kamu menetapkan dengan adil.."(An Nisa, 58).

Benarkah Islam tidak mengakui persatuan ?. Jawabannya, tidak benar.
Bukti, seluruh ummat manusia diharuskan berada dalam satu kesatuan
ummat, jangan bercerai berai. "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada
tali Allah, dan janganlah kamu bercerai berai...."(Ali Imran, 103).

Benarkah Islam  tidak mengakui kebangsaan ?. Jawabannya, tidak benar.
Bukti, dalam Islam telah dikenal apa yang dinamakan bangsa dan suku.
Tujuan dari adanya bangsa-bangsa dan suku-suku ini adalah untuk saling
kenal mengenal bukan untuk saling bunuh membunuh." ...dan menjadikan
kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal
mengenal..."(Al Hujurat, 13).

Dari jawaban-jawaban tersebut diatas, kita telah jelas memperoleh
gambaran bahwa sebenarnya Islam tidak sesempit yang diduga oleh para
penentang Islam yang tidak suka dan tidak senang apabila pancasila
diganti dengan Islam.

Dari jawaban-jawaban tersebut diatas, kita telah jelas memperoleh
gambaran bahwa mereka yang ingin menjadikan Islam sebagai alternatif
dari pancasila dan UUD45 adalah mereka orang-orang yang punya toleransi,
punya pandangan dan wawasan yang luas, punya logika yang cukup luas,
mengartikan Islam secara luas, tidak mau
membunuh agama-agama lain, dan memahami Islam secara luas.

Sekarang setelah menyimak dan menjawab secara singkat pertanyaan diatas,
maka dibawah ini saya bertanya, apakah ada alasan-alasan lain yang
kurang yang tidak dimiliki oleh Islam apabila pancasila diganti oleh
Islam ?.

Nah terakhir, kalau saudara J Kamrasjid tetap ingin mempertahankan
pancasila, saya tidak menentangnya, begitu juga Islam tidak memaksa
saudara harus mengeluarkan dan membuang ide saudara tentang pancasila.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk saudara J. Kamrasyid.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Oct 1999 jam 11:31:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke