---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk USKUP BELO TAK SETUJU MALAYSIA PIMPIN PASUKAN INTERNASIONAL DILI, (MateBEAN, 19/10/99). Pemimpin Katolik Dili, Uskup Diosis Dili, Mgr. Carlos Filipe Ximenes Belo, SDB mengemukakan dirinya kurang setuju dengan kemungkinan Malaysia menjadi pemimpin pasukan internasional di Timor Timur (Interfet) menggantikan posisi Australia. Alasan ketidaksetujuannya adalah saat ini dalam negeri Malaysia juga masih terjadi berbagai persoalan dan pelanggaran HAM yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintahan Mahatir. "Malaysia masih memiliki masalah terhadap Anwar Ibrahim. Pasukan internasional di Timtim lebih baik dipimpin Australia, Inggris ataupun Perancis. Negara yang memimpin pasukan multi nasional PBB adalah negara yang menghormati HAM dan demokratisasi sedangkan Malaysia masih memiliki masalah dengan Anwar Ibrahim," ujarnya. Selain itu, Uskup Belo juga mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Indonesia, sehingga tidak tertutup kemungkinan kalau nanti Malaysia pimpin Interfet, maka terjadi kembali chaos di Timtim. "Malaysia memiliki hubungan dekat dengan Indonesia serta punya kepentingan dengan Indonesia, sehingga Malaysia tidak ingin merugikan hubungan dekat dengan Indonesia. Dan saya yakin bahwa dalam kepemimpinan Malaysia nanti bisa saja terjadi chaos," katanya seraya menambahkan keterlibatan Australia dengan pihak Barat selama ini mendukung kepentingan rakyat Timtim. Sedangkan Ramos Horta, dalam kesempatan kampanye mencari dana di Sydney, pekan lalu, menyatakan penolakan Malaysia memimpin pasukan internasional di Timtim menggantikan Australia. "Kami dapat menerima komando Australia, kami dapat menerima komando Selandia Baru, kami dapat menerima komando Fiji, tapi Malaysia kami tidak menerimanya" katanya. Bahkan, ia menyatakan tidak akan menerima siapa pun dari negara ASEAN karena dinilainya tidak netral dan malahan disebutnya telah menjadi "kaki tangan Indonesia". Ia pun dengan mengatakan bahwa Timtim bukanlah termasuk wilayah di Asia Tenggara. "Kami bagian dari negara-negara Pasifik Selatan, bukan bagian dari ASEAN,". Karena itu, "Kami akan menentang keras upaya apa pun jika ada negara ASEAN dan kaki tangan Indonesia, memaksakan kehendaknya kepada kami," tambahnya. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Oct 1999 jam 03:01:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
