---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- VIVA PDI-PERJUANGAN - MEGAWATI FOR PRESIDENT Oleh : Ki Ageng Mangir Pada suatu saat seseorang harus menyatakan kepemihakannya kepada sesuatu, apakah sesuatu itu kelompok, ataupun sekedar sikap. Bagi penulis - yang mencoba menjadi pengamat sosial politik serta budaya di Indonesia, walaupun sebetulnya penulis adalah 'professional manager' yang saat ini bekerja diluar negeri - dari awal selalu akan memihak kepada 'penderitaan rakyat kecil yang tertindas' yang hak2-nya begitu saja bisa diambil tanpa bisa melawan, yang menjadi korban kesewenang-wenangan penguasa yang seharusnya melindunginya, yang miskin karena banyak duit yang numpuk dikorupsi para pejabat negara tanpa rasa malu yang berkoalisi dengan para pengusaha konglomerat untuk kepentingan dirinya, kroni2-nya dan keluarganya. Kepemihakan yang lain adalah agar terselengaranya suatu sistim negara yang semata-mata keberadaannya sebagai sarana untuk terselengaranya kesejahteraan rakyat secara adil dan merata sehingga cita2 para pendiri negara Republik Indonesia bisa tercapai menuju Indonesia yang adil dan makmur. Tidak ada partai politik yang lebih pas untuk dipilih sesuai dengan kepemihakkan diatas kecuali PDI Perjuangan yang telah menetapkan MEGAWATI sebagai calon presiden sebagai hasil mandat kongresnya di Bali yang baru lalu. Dengan telah berakhirnya putaran ketiga dari kampanye pemilu - yang ternyata relatif aman2 saja, meleset dari perkiraan akan terjadi kerusuhan - mengukuhkan PDI-P sebagai partainya rakyat yang didukung oleh rakyat kecil - yang juga mulai mendapat dukungan dari kalangan menengah keatas. Dari banyak berita yang penulis baca dari surat kabar yang ada di 'internet' baik dari dalam negeri maupun luar negeri telah memberikan 'response' yang positif terhadap kampanye yang dilaksanakan oleh PDI-P yang mendapat dukungan dari mayoritas raktyat dan meramalkan akan mendapatkan suara mayoritas (apabila dukungan dalam kampanye sesuai dengan dukungan dalam memilih). Dalam beberapa perjalanan dalam urusan pekerjaan di beberapa negara, setiap penulis bertemu dengan orang Indonesia (apakah itu pelaut, PRT, non-pri yang sementara mengungsi keluar negri) pada umumnya mereka sangat mendukung PDI-P. Ada beberapa kondisi yang menurut penulis kenapa PDI-P mendapat banyak simpati (lepas dari kelemahan2 yang ada, karena tidak ada kelompok atau partai yang tidak punya kelemahan yang oleh musuh2-nya dijadikan alat untuk menyerang - dan ini adalah sah-sah saja dalam alam demokrasi): - PDI-P tidak menyandarkan diri mengangkat issue agama dalam kampanyenya maupun program2-nya - issue 2 agama adalah disadari atau tidak, akan menjadi bomerang bagi partai poilitik yang menggangkatnya mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang 'multiculture' ataupun masyarakat majemuk. - PDI-P adalah partai yang ditindas dalam masa 'orde baru' sehingga tidak diragukan pasti menginginkan perubahan dari keadaan 'status quo' saat ini. - PDI-P tidak mengangkat issue pri dan non-pri yang cukup sensitif sehingga mendapat simpati dari kalagan non-pri. - PDI-P secara 'low profile' walaupun mendapat dukungan luas dari rakyat kecil (yang salah2 bisa mengarah ke gerakan massa ala komunis) telah menjadikan partai yang cukup 'moderat' untuk bekerjasama dengan banyak pihak yang menentukan dalam percaturan politik di Indonesia (termasuk ABRI, maupun kalangan partai agama yang moderat seperti PAN, dan PKB). Penulis tetap pada keyakinan bahwa sesuai dengan budaya Jawa/Indonesia yang bertitik tolak pada keseimbangan, masyarakat cenderung menolak sikap ekstrim ataupun radikal. Dengan apa yang telah dialami oleh PDI-P dari tersingkir dari percaturan Pemilu '97 karena rekayasa 27 July 1996 oleh pemeritahan yang zalim - yang masih bercokol sampai saat ini, rakyat bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah. Patut diacungkan jempol keuletan para pimpinan2-nya, tentunya tidak terlepas dari peran kepemimpinan Megawati - yang tetap konsisten dengan arah perjuangan dengan secara pelan dan pasti telah bangkit kembali dalam periode cukup singkat untuk menjadi partai yang terbesar pada Pemilu '99 yang telah banyak merebut simpati banyak pihak (sebagai yang terbesar sudah selayaknya PDI-P menjadi sasaran tembak dari banyak pihak yang tidak menghendaki perubahan atau perubahan yang akan terjadi tidak sesuai dengan arah yang mereka kehendaki) Untuk semua kritik yang ditujukan ke PDI-P. Penulis hanya bisa memberikan semangat: Maju Terus, Pantang Mundur. Viva PDI-P, Megawati for President ! Juni '99. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Oct 1999 jam 04:17:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
