---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PERTANGGUNGJAWABANNYA DITOLAK, HABIBIE MUNDUR JAKARTA, (SiaR, 19/10/99). Dengan hati yang berdebar-debar, para penentang Habibie akhirnya gembira setelah hasil voting anggota MPR mayoritas menolak pidato pertanggungjawaban presiden. Hasil tersebut secara moral dan etis telah menyingkirkan Habibie dari pencalonannya sebagai presiden. Penghitungan suara voting tanggapan anggota MPR RI terhadap Pidato Pertanggungjawaban Presiden Habibie, yang dilakukan Selasa malam (19/10) tersebut berakhir tepat pukul 00.27 wib Rabu dini hari (20/10). Dari jumlah 690 orang anggota MPR yang hadir, 355 suara menyatakan menolak, 322 suara menyatakan menerima, 9 suara abstain dan 4 suara dinyatakan tidak sah. Selesainya penghitungan suara dengan kemenangan kubu penolak pertanggungjawaban tersebut disambut pekik histeris sejumlah anggota MPR terutama dari PDI Perjuangan, wartawan dan masyarakat yang hadir di balkon. Mereka memekikkan Allahu Akbar beberapa kali. Bahkan beberapa pimpinan PDIP terlihat menangis terharu. Kemenangan penolakan pidato Habibie ini juga disambut dengan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh anggota MPR maupun hadirin yang hadir di dalam ruangan Nusantara itu. Ketegangan menyelimuti ratusan orang yang berada di Gedung MPR dan jutaan orang yang menonton televisi di seluruh penjuru tanah air, sejak awal perhitungan suara. Sebab suara yang diumumkan saling susul-menyusul antara yang menolak dan yang menerima. Bahkan beberapa kali suara yang menerima pidato pertanggungjawaban sempat mengungguli jauh dari suara yang menolak. Menurut informasi yang diterima satu jam setelah penutupan sidang paripuran itu, ditolaknya pidato pertanggungjawaban presiden Habibie tersebut membuat Partai Golkar tambah berantakan. Semua anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) diminta langsung masuk ke ruang fraksi untuk mengadakan rapat evaluasi guna menentukan terus atau ditariknya pencalonannya Habibie sebagai presiden. Dari sejumlah informasi, kubu Habibie yang dimotori Marwah Daud Ibrahim tetap ngotot untuk tetap mencalonkan Habibie. Namun kubu Marzuki menolaknya dengan alasan etis dan moral. "Karena pertanggungjawabannya ditolak, secara etis dan moral, Habibie tak layak jadi calon presiden mendatang," kata salah seorang fungsionaris FPG. Sebelum Rapat FPG dimulai, Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung mengatakan bahwa rapat FPG itu untuk membahas soal capres Golkar. Ia mengatakan Ada dua hal yang akan dibahas yaitu tetap terus mencapresankan Habibie dan kemungkinan penyerahan penuh kepada setiap anggota MPR dari FPG untuk memilih presiden. "Artinya setiap anggota memilih sesuai dengan hati nuraninya sendiri-sendiri," kata Akbar. Sementara itu diperoleh kabar, presiden Habibie konon dini hari itu juga akan memberikan keterangan pers mengenai pengunduran dirinya sebagai calon presiden. Namun hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Sejumlah pengamat menuturkan, kuatnya suara menerima pidato pertanggungjawaban presiden Habibie tersebut merupakan konfigurasi sebenarnya yang bisa menggambarkan kondisi MPR saat ini. "Itu bisa dibaca, pertama kekuatan pro status quo masih kuat. Kedua, suara Golkar masih utuh dan ketiga kekuatan uang sangat berperan," kata sumber SiaR. Sumber ini juga menyebutkan, bahwa jika Habibe tetap saja maju ke pencalonan, maka nasib Megawati dan Gus Dur akan terancam. Karena suara 355 yang menolak itu adalah inti dari dukungan terhadap Mega dan Gus Dur. Sedangkan dukungan ke Habibie masih dari Golkar dan partai poros tengah dengan jumlah sekitar 322 suara tersebut.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Oct 1999 jam 04:16:59 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
