----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

HUKUM KARMA - SUATU INTROPEKSI MENDALAM (2)

Oleh : Ki Ageng Mangir

Riwayat Bangsa Yadawa

Diceritakan bahwa Sri Kresna - penasehat Pandawa -
adalah juga raja Dwaraka (Dwarawati) yang juga titisan
Wisnu, telah berhasil memerintah negaranya menjadi
negara yang adil dan makmur, cuma sayangnya
kemakmuran yang telah dihasilkan menyebabkan
rakyatnya menyukai pesta-pora, ber-olok2, menghirup
minuman keras, manja, dan cenderung meremehkan
pihak lain (note: kecenderungan seperti ini saat ini juga
terjadi di negara Barat, yang kemakmuran negaranya
menjadikan rakyatnya mengidap penyakit sombong,
senang pesta pora dengan minuman keras, cenderung
dekaden yang pada saatnya bisa membawa kepada
kehancuran masyarakatnya sendiri).

Sebab: Pada suatu saat ada seorang pendeta pendatang
yang konon sangat sakti berkunjung ke Ibukota negara
Dwarawati. Samba - sang putra mahkota - yang memang
terkenal manja dan sombong mengajak kawan2-nya
untuk memper-olok2 sang pendeta dengan Samba pura2
berperan sebagai wanita yang sedang hamil besar, dan
menemui sang pendeta dan minta diramal anak yang
sedang dikandungnya apakah akan lahir pria atau wanita.
Sang pendeta tahu sedang diperolokkan dan menjawab:
"Anak yang akan lahir adalah sebuah gada yang akan
menjadi sebab kehancuran bangsamu yang senang
memper-olok2 orang lain dan pesta pora".

Akibat: Samba dan kawan2-nya sangat terkejut dengan
jawaban sang pendeta dan ternyata setelah dibuka,
hamil buatan Samba terdapat sebuah gada besi. Nasi
sudah menjadi bubur dan Sri Kresna menasehatkan agar
gada besi tersebut dihancurkan, dibuang dan disebarkan
dipantai. Konon pada saat dihancurkan ada kepingan
kecil yang tertinggal, yang dipungut oleh seorang
pemburu untuk dijadikan ujung anak panah, yang pada
saatnya akan jadi penyebab terbunuhnya Sri Kresna
yang secara tidak sengaja sang pemburu memanah
telapak kaki Sri Kresna dengan anak panah tersebut.

Akibat: Besi yang disebarkan dipantai secara perlahan
menjadi tanaman rumput. Pada suatu saat bangsa
Yadawa melakukan pesta pora dengan memimum
minuman keras - di lokasi pantai tersebut - sehingga
timbul perkelahian diantara mereka sendiri yang
apabila mencabut rumput, rumput tersebut berubah
menjadi gada yang dipergunakan mereka untuk saling
bunuh membunuh, sehingga tidak satupun prajurit
Yadawa yang hidup. Bahkan diceritakan lautan telah
meluap dan menenggelamkan negara Dwarawati
dengan isinya.

Dari contoh riwajat Dewi Drupadi dan bangsa Yadawa,
penulis ingin mengemukakan bahwa Hukum Karma bisa
menimpa manusia secara individu maupun secara
kelompok karena telah berbuat kesalahan2 dimasa yang
lalu. Tidak ada satupun perbuatan kita yang lolos dari
hukum karma, 'becik ketitik, ala ketara', baik atau buruk
akan ada akibatnya yang pada puncaknya adalah
menjadi penyebab kematian kita (bahkan juga
menentukan cara kematian kita apakah dengan cara
yang mudah/tenang atau cara yang sulit, tersiksa, dan
menyakitkan) atau kemusnahan suatu bangsa.

Hukum Karma - akibat ulah manusia Indonesia sebagai
individu.

Penulis yakin bahwa bangsa Indonesia tidak akan
mengalami masa kekalutan seperti saat ini kalau
manusia2-nya, pemimpin2-nya, bahkan secara
kelompok sebagai bangsa tidak bebuat kesalahan2 yang
fatal yang akibatnya dirasakan oleh kita semua saat ini.
Berdasarkan pengamatan penulis banyak kesalahan2
yang telah diperbuat oleh individu2, para pemimpin, dan
kelompok2 didalam tubuh bangsa Indonesia selama ini
yang sangat fatal yang menyebabkan bangsa kita
terpuruk seperti saat ini.

Ilustrasi R. Ng. Ranggawarsita yang telah saya
kemukakan pada awal tulisan ini, adalah ilustrasi yang
sangat tepat dengan apa yang terjadi selama ini:

- Nawung krida, kang menangi jaman gemblung, iya
  jaman edan, ewuh aya kang pambudi, yen meluwa
  edan yekti nora tahan.

Artinya: Untuk dibuktikan, akan mengalami jaman gila,
            yaitu zaman edan, sulit untuk mengambil sikap,
            apabila ikut gila/edan tidak tahan.

- Yen tan melu, anglakoni wus tartamtu, boya keduman,
  melik kalling donya iki, satemahe kaliren wekasane.

Artinya: Apabila tidak ikut menjalani, tidak kebagian
            untuk memiliki harta benda, yang akhirnya bisa
            kelaparan.

Kesalahan secara individu dari manusia Indonesia:

- Sikap ikut2-an, mudah sekali berbuat meniru orang2
dilingkungannya walaupun perbuatan itu sebetulnya
tercela (Lingkungan korupsi, ikut2an korupsi; lingkungan
menjarah, ikut2-an menjarah dsb.)
- Berkompromi dengan kejahatan (Premanisme hanyalah
bisa timbul karena masyarakat permisif atau takut
mencegah timbulnya premanisme - bahkan secara resmi
tentara melindungi dan menggunakan preman sebagai
perpanjangan tangannya, sedangkan pemerintah
mengizinkan para preman membentuk organisasi resmi
para preman)
- Adigang, adigung, adiguna atau sikap arogan ataupun
sikap 'mentang2'. Banyak para individu dari kalangan
kekuasaan maupun petinggi militer ataupun orang2 yang
merasa dekat dengan kekuasaan bersikap sangat
'arogan' atau 'mentang2' terhadap rakyat jelata ataupun
pihak lain yang lebih lemah (merasa kebal hukum, dan
punya kekuasaan untuk memecat, menggantikan posisi
seseorang). Bahkan penyakit ini menghinggapi para
pengusaha baik yang pribumi ataupun yang keturunan
Cina yang dekat dengan kekuasaan yang merasa bisa
menggeser para pejabat yang tidak sejalan dengan
mereka.

Dari tiga indikator tersebut diatas, apabila dalam
keadaan krismon dan zaman reformasi hidup anda penuh
kesulitan dan tidak tenang. Sebelum anda menyalahkan
keadaan coba intropeksi pada diri sendiri:

- Apakah anda tidak pernah korupsi walau sedikit,
walaupun lingkungan anda korupsi? Apakah anda tidak
pernah ikut menjarah, walaupun orang2 sekitar anda
menjarah? Apakah anda pernah mengurangi, memotong
atau mengambil hak orang lain ? Kalau jawaban secara
jujur 'anda pernah melakukan' dan anda saat ini
mendapat kesulitan (apakah kena PHK atau apapun
juga), nomer satu salahkan diri anda sendiri, ini adalah
hukum karma dan coba bertobatlah pada Alllah SWT
menurut kepercayaan masing2 dan berjanji untuk tidak
melakukan hal yang tercela lagi - kalau dizinkanNya
mungkin anda akan keluar dari kesulitan.
- Apakah anda diam saja kalau anda melihat kejahatan
didepan mata ? Apakah anda diam saja lingkungan
anda dikuasai preman ? Apakah anda ikut mendukung
organisasi preman dalam lingkungan anda ? Kalau
jawabanya 'ya' dan saat ini anda dalam kesulitan, ini
adalah hukum karma. Segeralah insaf dan jangan
berkompromi dengan kejahatan karena kalau ini yang
dilakukan kejahatan akan menguasai anda.
- Apakah anda senang mem-bentak2 orang didepan
umum (walaupun orang tersebut hanya sopir ataupun
pembantu rumah tangga), memecat orang yang tidak
sependapat dengan anda, memukul atau menyuruh
memukul orang tanpa alasan jelas, menyuruh menculik
orang yang tidak sependapat dengan anda,
menggunakan uang anda untuk menyuap agar keinginan
anda terlaksana dengan mudah, menggunakan
kekuasaan dan uang anda untuk mendapat banyak
keistimewaan: tidak usah antri diimigrasi, dapat
pengawalan polisi/preman, dsb. Kalau jawabanya 'ya'
dan pada saat ini anda mendapat kesulitan dan hidup
anda tidak tenang jangan salahkan siapa2 dulu, coba
mengaca diri sendiri, ini adalah hukum karma yang anda
harus jalani atau sebaiknya anda bertobat dan merubah
sikap anda untuk lebih manusiawi.

Hukum Karma - akibat ulah para pemimpin bangsa
Indonesia.

(Bersambung)

Mei 1999.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Oct 1999 jam 04:19:53 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke