----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

DOKUMEN, MINGGU II, Oktober 1999

POROS-JERMAN
Kekuatan Selain Amerika Serikat

Sejak IMF menekan secara politis sampai terjadi intervensi Amerika
Serikat terhadap masalah Timor Timur dan Irian Jaya.

Pada proses perjalanannya, intelektual Indonesia tidak merasa puas
mendapat kue pembangunan. Oleh karena itu melalui dukungan Amerika
Serikat, intelektual tersebut melakukan protes. Upaya-upaya
mendeskreditkan penguasa semakin keras sehingga mereka menyusup ke
lingkungan tradisionil yang bersifat keagamaan kemudian sebagian
pro nasionalis yang disingkirkan yang pro demokrasi. Sadar atau
tidak kaum intelektual pro Amerika Serikat sebagai sumber berita
dan sumber perlawanan tidak merasa bertanggungjawab bila
tuntutannya adalah menempatkan bagian dari kondisi sangat global
yang direkayasa oleh pihak AS.

Sejak IMF menekan secara politis sampai terjadi intervensi AS
terhadap masalah-masalah Timtim dan Irian Jaya. Semakin
meningkatkan tuntutan gerakan-gerakan separatisme menunggangi arus
reformasi sekarang ini antara lain indikasi yang memperkuat dugaan
tersebut, diantaranya tuntutan yang memisahkan wilayah Timtim dari
negara kesatuan Republik Indonesia yang digerakkan oleh kelompok
Fretilin dan sebagian mahasiswa, semakin gencar dan mencapai
puncaknya pada jajak pendapat dimana Timtim memutuskan berpisah.

Disinyalir, dengan target membangun pangkalan militernya di Timtim
dan Biak, di samping ada target menguasai Irian Jaya yang memiliki
tambang minyak dan emas terbesar di dunia yang sampai saat ini
belum terjamah, Amerika turut memainkan peran menciptakan situasi
instabilitas itu.

Amerika telah secara aktif membangun rekayasa ke arah terjadinya
pemberontakan secara besar-besaran di empat wilayah berbasis
Islam, seperti Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan
dan Jawa Barat dengan isu ekstrim kanan/Negara Islam Indonesia
(NII).

Sasaran pemberontakan bertujuan menimbulkan destabilitas. Yakni
saat negara dalam kekacauan, sementara konsentrasi pemerintah guna
penyelesaian menyeluruh, tetapi tidak mampu di saat itulah Amerika
akan menawarkan jasa baiknya untuk memulihkan keamanan dengan
konsesi agar Pemerintah Indonesia harus bersedia melepaskan Timor
Timur dan Irian Jaya memisahkan diri.

Sementara Maluku yang merupakan propinsi dengan presentasi
penduduk menurut agama antara Islam dan Kristen seimbang terus
digerakkan tingkat eskalasi bentrokannya. Tujuannya memposisikan
kawasan itu sebagai daerah penyangga operasi militer Amerika.
Berarti melalui kedua wilayah tersebut, rangkaian peperangan
antara milisi rakyat dimana agama menjadi katup penyulut sangat
tidak terhindarkan. Dan, itulah target utama inspirasi pelaksanaan
Amerika di lapangan.

Selain didasarkan pada kenyataan bahwa setelah lengsernya H.M.
Soeharto, dan kepemimpinan nasional diserahkan kepada Presiden
Habibie saat kondisi negara sedang menghadapi guncangan yang
sangat berat dari berbagai aspek, terutama aspek ketahanan dan
keamanan, maupun ekonomi dan politik. Sejumlah anggota kongres
Amerika serta merta mengirim surat politis yang menekan Pemerintah
Indonesia agar memberikan hak-hak istimewa kepada propinsi-
propinsi dimaksud. Referendum untuk integrasi atau memisahkan
diri.

Dengan menyikapi realitas tersebut, dimana Amerika usai perang
dingin, secara congkak telah menempatkan superioritas kekuatan
perangnya meng-invasi belahan dunia ketiga. Sikap pongah tersebut
semakin mengkristal, manakala Eropa yang disponsori Jerman dan
Perancis menggalang suatu realisasi cepat bagi perwujudan pakta
kerjasama militer, di samping ekonomi dan politik-- seraya
melibatkan negara-negara sejumlah kawasan, atas kepentingan
persamaan hak dan teritori kedaulatan. Sekiranya Indonesia
didukung kekuatan ASEAN, bersama-sama negeri Jaziratul Arabia--
selama ini dicengkeram Amerika--merupakan potensi yang mengarah
kepada perwujudan dan pakta pertahanan keamanan bersama Jerman dan
Perancis. Hal ini berpengaruh juga kepada perubahan, yakni
terciptanya tatanan dunia baru yang berimbang seraya menghadang
intervensi Amerika atas pemberlakuan kebijakan politik luar negeri
yang ambivalen, standard ganda dan destruktif.# BIML

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Oct 1999 jam 10:47:54 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke