---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk DOWNER: "SITUASI TIMTIM MULAI STABIL" BANGKOK, (MateBEAN, 20/10/99). Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer mengatakan bahwa situasi Timtim setelah operasi pengamanan yang dilakukan oleh pasukan Interfet terlihat stabil, walaupun di perbatasan antara Timtim dan Timor Barat masih terjadi ketegangan, namun di yakin bahwa ketegangan itu bisa diatasi oleh pasukan Interfet. Berbicara di Bangkok seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Thailand, Chuan Leekpai pada Selasa (19/10) kemarin, Downer mendesak negara-negara Asia Tenggara agar memainkan peranan lebih besar dalam pasukan multinasional di Timor Timur, dengan menyebut Thailand sebagai tauladan bagi mitra-mitra regionalnya. "Adalah penting agar Interfet jangan dianggap sebagai prakarsa Australia belaka. Saya memuji sumbangan Thailand pada Interfet, dan Thailand sekarang mengambil peranan sebagai pemimpin di Asia dan dunia pada umumnya," kata Downer. Downer juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Interfet saat ini di Timtim adalah bukan atas nama negara Australia, melainkan atas nama mandat yang diterima oleh Interfet dari DK PBB. "Tak ada alasan untuk menuduh bahwa pasukan Australia mengintervensi Timtim. Tapi apa yang dilakukan oleh pasukan Interfet dari Australia adalah untuk menstabilkan situasi di Timtim dan memberikan rasa nyaman bagi penduduk di sana," katanya. Sedangkan dari Markas PBB dilaporkan bahwa enam ribu warga Timor Timur yang mengungsi dari rumah mereka -- banyak di antaranya untuk menghindari milisi yang mengamuk -- sekarang pulang dengan berjalan kaki dari Timor Barat. Jurubicara PBB Fred Eckhard mengatakan, arus pengungsi yang pulang dari Timor Barat kini makin deras. Eckhard mengatakan, pengungsi yang pulang itu menuju kota Maliana yang hancur, di mana sebuah konvoi truck membawa pangan dan perbekalan kemanusiaan. Ditambahkannya, penyakit kulit dan malaria berjangkit di kota Suai di selatan, di mana diperkirakan terdapat empat-ribu orang, tetapi sangat sedikit bangunan yang masih berdiri. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Oct 1999 jam 03:06:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
