---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Makassar, 22 Oktober 13:59 Witeng (GMT+8). Demonstrasi mahasiswa yang berlangsung sejak 19 Oktober lalu tetap berlangsung. Hari ini sejak pukul 08:00 mahasiswa sudah turun ke jalan. Beragam tuntutan mereka kumandangkan, tetapi yang paling jelas mereka ingin Sulawesi Selatan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demo ini berlangsung akibat digesernya Habibie dari konstalasi Politik Pemilihan Presiden, dimana anak daerah merasa ditampar oleh Golkar karena mengingkari janjinya mendukung Habibie sebagai Presiden. Sesaat sebelum berita ini diturunkan, sekitar 15.000 mahasiswa berada di Monumen Mandala Jl Jendral Sudirman, di pusat kota untuk memproklamirkan Negara Sulawesi Selatan Merdeka. Semalam mereka mendatangi RRI Makassar untuk menyiarkan resolusi mereka. Resolusi itu disiarkan pagi tadi. Beberapa pejabat, seperti Walikotamadya Makassar, rektor UNM (Univ.Negeri Makassar), Univ Muhammadiyah (Unismuh), UVRI (Univ.Veteran RI), berada bersama-sama mahasiswa dan mendukung tuntutan mereka. Dua hari sebelumnya 11 anggota DPRD Tk.I Sulsel mendeklarasikan dukungannya terhadap tuntutan merdeka ini. Sementara Perguruan Tinggi terbesar di Indonesia Timur, Univ. Hasanuddin (UNHAS) - menolak tuntutan itu, mereka hanya mengecam cara-cara PDI-P mengerahkan massa untuk menekan sidang umum MPR, dan mempengaruhi keputusan anggota majelis dalam mengambil keputusan, khususnya pada saat pemilihan presiden dan Wapres, serta penilaian pidato B J Habibie. Aparat Keamanan terlihat berjaga dengan sangat berhati-hati, karena demo yang kental berbau primordial ini sewaktu tanggal 20 Okt. lalu sempat berubah menjadi ancaman bagi minoritas etnis Cina dan minoritas Kristen. Tercatat beberapa lokasi dirusak massa demo yang bergabung dengan massa, seperti Kantor DPC-PDI P Makassar Jl. Cendrawasih, Sekertariat Komisariat GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) Makassar Jl Gn. Bawakaraeng, dan SMU Katolik Cendrawasih Jl Cendrawasih. Mereka juga meneriakkan hujatan terhadap etnis cina sebagai akibat demo yang dihadiri Kwik Kian Gie di Jakarta. Tuntutan para pendemo ini sangat beragam, sehingga masyarakat menjadi bingung dan kebanyakan hanya bertindak sebagai penonton. Kebanyakan masyarakat yang bergabung hanya terpancing oleh isu kedaerahan yang kental yang dipropagandakan para pendemo. Sampai berita ini suasana semakin memanas di monumen Mandala dengan massa yang semakin banyak (sekitar 20.000-an orang), serta ban-ban bekas yang dibakar disekeliling kota, hingga asap hitam mengepul tebal di atas kota Makassar.. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Oct 1999 jam 08:32:25 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
